Edukasi
Positivity Rate Influenza Naik ke 61%, 3 Masuk ICU
9 Oktober 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

"Pada minggu ke-38 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat positivity rate influenza 61% (206 dari 337 spesimen), naik dari 54%, serta 3 kasus influenza di intensive care unit (ICU) rumah sakit sentinel. Aktivitas influenza berada pada level sedang, dan Kemenkes menilai situasi terkendali. Bagi dokter, angka ini menjadi sinyal kewaspadaan klinis, terutama pada anak 0–4 tahun."
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memantau influenza setiap minggu melalui jejaring sentinel, yaitu fasilitas kesehatan yang ditunjuk melaporkan kasus secara rutin. Jejaring ini terdiri atas 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan. Hasilnya dipublikasikan dalam laporan surveilans mingguan. (1)
Laporan terbaru bertanggal 3 Oktober 2026 dan memuat data minggu ke-38. Dari 337 spesimen yang diperiksa laboratorium surveilans, 206 positif influenza, atau 61%. Angka positivity rate influenza ini naik dari 54% pada minggu sebelumnya. Rumah sakit sentinel juga melaporkan tiga kasus influenza yang dirawat di intensive care unit (ICU). (1)
Kemenkes menempatkan aktivitas influenza pada level sedang dan menyebut kenaikan ini sesuai pola musiman. (1) Laporan 26 September masih mencatat level rendah. (2) Perubahan level tersebut juga dibahas pada artikel status influenza naik dari rendah ke sedang.
Bagi dokter dan tenaga kesehatan, angka ini paling tepat dibaca sebagai sinyal kewaspadaan klinis, sejalan dengan penilaian Kemenkes bahwa situasi masih terkendali. (1)
Positivity Rate Influenza 61% pada Minggu ke-38: Rincian per Jenis Surveilans
Kenaikan terlihat pada ketiga jalur surveilans, yaitu laboratorium, layanan primer, dan rumah sakit. Layanan primer di sini adalah 39 puskesmas dan 14 Balai Karantina Kesehatan yang memantau influenza-like illness (ILI), yaitu sindrom dengan gejala mirip influenza. Jalur rumah sakit terdiri atas 35 rumah sakit sentinel SARI. (1)
Tabel 1. Data influenza minggu ke-38 tahun 2026 (laporan 3 Oktober 2026) (1)
| Jalur surveilans | Spesimen diperiksa | Positivity rate influenza | Catatan |
| Laboratorium surveilans | 337 | 61% (206 positif), naik dari 54% | 196 A(H1N1)pdm09, 6 A(H3N2), 3 influenza A tanpa subtipe, 1 B/Victoria |
| Layanan primer (sentinel ILI) | 177 | 71%, naik dari 65% | A(H1N1)pdm09 pada 67% spesimen |
| Rumah sakit (sentinel SARI) | 162 | 50% (80 positif), naik dari 40% | 78 A(H1N1)pdm09, 1 A(H3), 1 A tanpa subtipe; 3 kasus influenza di ICU |
Subtipe A(H1N1)pdm09 mendominasi pada ketiga jalur. Menurut World Health Organization (WHO), subtipe influenza A ini menyebabkan pandemi 2009 dan kini beredar sebagai virus musiman bersama A(H3N2). (4)
Laporan 26 September mencatat positivity rate minggu ke-37 sebesar 56% tanpa kasus influenza di ICU. (2) Laporan terbaru menyebut angka pembanding 54%, sehingga data minggu terakhir memang direvisi. (1) Tren pada laporan sebelumnya, termasuk kenaikan ke 46%, dibahas pada artikel positivity rate influenza naik ke 46%, COVID-19 dan RSV menurun.
Mengapa Anak 0–4 Tahun Perlu Perhatian Khusus
Anak usia 0–4 tahun adalah kelompok dengan proporsi kasus terbesar pada data minggu ke-38. Mereka menyumbang 37% kasus positif di laboratorium surveilans dan 42% di sentinel ILI. Di rumah sakit sentinel SARI, anak 0–4 tahun juga menjadi kelompok terbanyak. (1) Angka ini menggambarkan komposisi kasus positif, bukan risiko per kelompok usia.
Data global menunjukkan pola serupa. Tinjauan sistematis dan studi pemodelan Wang dkk. memperkirakan bahwa pada 2018 influenza menyumbang 7% kasus infeksi saluran napas bawah akut atau acute lower respiratory infection (ALRI), 5% rawat inap ALRI, dan 4% kematian ALRI pada anak di bawah 5 tahun. (5) Estimasi ini berasal dari 100 studi terpublikasi dan 57 studi tidak terpublikasi. Sekitar 23% rawat inap dan 36% kematian di rumah sakit terjadi pada bayi di bawah 6 bulan. (5) WHO juga memasukkan anak di bawah 5 tahun ke kelompok dengan risiko penyakit berat atau komplikasi yang lebih tinggi. (4)
Estimasi insidens rawat inap di Indonesia berasal dari periode 2013–2016. Studi Susilarini dkk. mencatat insidens SARI terkait influenza sebesar 82–114 per 100.000 penduduk pada anak 0–4 tahun, dibandingkan 13–19 per 100.000 pada seluruh penduduk. (3) Data ini berusia sekitar satu dekade dan hanya mencakup tiga dari enam rumah sakit sentinel saat itu, sehingga tidak mewakili kondisi sekarang. (3)
Apa yang Dapat Dilakukan Dokter dan Tenaga Kesehatan?
Kemenkes menganjurkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Masyarakat juga diminta mencari pelayanan kesehatan bila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari 3 hari. (1) Edukasi pasien mencakup tetap di rumah saat bergejala, memakai masker, menerapkan etika batuk, dan mencuci tangan. (1)
Pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksin influenza mulai usia 6 bulan dan mengulangnya setiap tahun. (6,7) WHO juga merekomendasikan vaksinasi tahunan untuk anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. (4) Dokter dapat memanfaatkan kunjungan pasien anak untuk memeriksa status vaksinasi influenza.
Untuk pasien berisiko tinggi atau bergejala berat, WHO menganjurkan antivirus sedini mungkin, di samping terapi simptomatik. (4) Sebagian besar pasien lain pulih dalam sekitar satu minggu dengan istirahat, cairan yang cukup, dan terapi gejala. (4) Langkah praktis lain saat kasus meningkat dibahas pada artikel kasus influenza meningkat: apa yang perlu diperhatikan dokter dan nakes.
Keterbatasan Data yang Perlu Diperhatikan
Kenaikan positivity rate hingga 61% dan munculnya tiga kasus influenza yang dirawat di ICU tentu perlu mendapat perhatian. Namun, angka-angka ini belum dapat diartikan sebagai tanda bahwa influenza berat sedang meningkat secara luas di Indonesia.
Ada beberapa alasan. Pertama, data minggu ke-38 masih bersifat sementara dan berasal dari jejaring sentinel, bukan seluruh fasilitas kesehatan. Angka pada minggu sebelumnya pun masih dapat berubah setelah pembaruan data. Positivity rate minggu ke-37, misalnya, tercatat 56% dalam laporan 26 September, kemudian direvisi menjadi 54% pada laporan 3 Oktober. (1,2)
Kedua, terdapat ketidaksesuaian antara tabel ringkasan dan narasi dalam laporan 3 Oktober. Tabel mencantumkan positivity rate sebesar 47%, turun dari 54%, dengan keterangan “menurun”, sedangkan bagian narasi menyebut angka 61%. Data influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI) juga berbeda: tabel mencantumkan ILI 58% dari 64 spesimen dan SARI 37% dari 39 spesimen, sementara narasi melaporkan masing-masing 71% dan 50%. Laporan tersebut berjudul minggu ke-39, tetapi data influenza yang dibahas merupakan data minggu ke-38. (1)
Karena itu, artikel ini menggunakan angka pada bagian narasi dan rincian spesimen yang saling konsisten. Sebagai contoh, 206 hasil positif dari 337 spesimen setara dengan positivity rate sekitar 61%.
Angka 61% juga perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Positivity rate menunjukkan proporsi spesimen yang positif di antara spesimen yang diperiksa. Artinya, sekitar 61 dari setiap 100 spesimen yang diuji terkonfirmasi influenza. Angka ini tidak berarti 61% penduduk Indonesia sedang terinfeksi influenza.
Hal yang sama berlaku untuk tiga kasus di ICU. Ketiganya dilaporkan dari 35 rumah sakit sentinel SARI sehingga tidak mencerminkan seluruh kasus influenza berat secara nasional. (1)
Dengan keterbatasan tersebut, data saat ini belum menunjukkan bahwa situasi telah berubah menjadi lonjakan kasus berat berskala nasional. Namun, arah pergerakannya tetap perlu diperhatikan. Positivity rate meningkat, aktivitas influenza telah bergeser dari rendah menjadi sedang, dan kasus influenza sudah kembali ditemukan di ICU.
Karena itu, laporan mingguan berikutnya penting untuk melihat apakah kenaikan ini berlanjut, terutama pada positivity rate SARI, jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif, dan perubahan subtipe virus yang beredar. Kemenkes juga menyebut bahwa peningkatan kasus influenza dapat terjadi selama musim hujan. (1)
Bagi dokter dan tenaga kesehatan, pesan dari data ini bukan untuk menunggu sampai angka menjadi lebih tinggi. Situasi masih terkendali, tetapi periode ketika aktivitas influenza mulai meningkat justru menjadi waktu yang penting untuk memperkuat vaksinasi, mengenali pasien berisiko tinggi lebih awal, serta memberikan edukasi pencegahan sebelum peningkatan kasus berkembang menjadi beban penyakit yang lebih besar.
Kesimpulan
Data sentinel minggu ke-38 menunjukkan influenza sedang meningkat di Indonesia: positivity rate 61%, dominasi A(H1N1)pdm09, dan tiga kasus ICU. Aktivitas masih berkategori sedang, dan angka ini belum menggambarkan jumlah kasus di masyarakat. (1)
Dalam praktik, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada anak 0–4 tahun dan kelompok berisiko tinggi. Periksa status vaksinasi influenza pasien, dan berikan antivirus sedini mungkin pada pasien berisiko tinggi atau bergejala berat sesuai anjuran WHO. (4,6,7) Tunggu laporan mingguan berikutnya sebelum menyimpulkan perubahan tren.
FAQ
Apakah 3 kasus influenza di ICU berarti kasus berat meningkat di seluruh Indonesia?
Belum dapat disimpulkan. Tiga kasus itu berasal dari 35 rumah sakit sentinel SARI, bukan seluruh rumah sakit di Indonesia. Laporan sebelumnya mencatat tidak ada kasus influenza di ICU pada minggu ke-37, dan data terbaru masih sementara. (1,2)
Bagaimana memastikan pasien dengan gejala flu benar-benar terinfeksi influenza?
Diagnosis pasti membutuhkan pemeriksaan laboratorium, misalnya reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR). WHO mencatat sebagian besar kasus influenza didiagnosis secara klinis, tetapi virus pernapasan lain dapat menimbulkan gambaran ILI saat aktivitas influenza rendah. Tes diagnostik cepat tersedia di layanan klinis, tetapi sensitivitasnya lebih rendah dibanding RT-PCR. (4)
Siapa yang perlu mendapat antivirus influenza lebih awal?
Pasien berisiko tinggi atau bergejala berat perlu diterapi antivirus sedini mungkin menurut WHO. Kelompok berisiko tinggi mencakup ibu hamil, anak di bawah 59 bulan, usia 65 tahun ke atas, pasien dengan penyakit kronis, pasien yang menjalani kemoterapi, dan pasien dengan imunosupresi akibat infeksi human immunodeficiency virus (HIV) atau kondisi lain. (4)
Berapa dosis awal vaksin influenza pada anak menurut IDAI?
Jadwal imunisasi IDAI 2024 mencantumkan dua dosis awal: dosis pertama pada usia 6 bulan dan dosis kedua pada usia 7 bulan. Setelah itu, vaksin diulang satu dosis setiap tahun. (6,7)
Apakah tenaga kesehatan perlu vaksin influenza setiap tahun?
Ya. WHO memasukkan tenaga kesehatan ke dalam kelompok yang direkomendasikan mendapat vaksin influenza tahunan, karena paparan pasien meningkatkan risiko tertular dan menularkan ke pasien rentan. Kekebalan dari vaksin juga menurun seiring waktu, sehingga vaksinasi perlu diulang setiap tahun. (4)
Musim Flu, Saatnya Stok Rapid Test Influenza!
Dapatkan bonus vaksin flu lewat promo bundling eksklusif PrimaCare. Klik banner di atas dan amankan promonya sekarang!
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 03 Oct (minggu ke 39) [Internet]. 2026 Oct 3 [cited 2026 Oct 7]. Tersedia dari: https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/39/2026
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 26 Sep (minggu ke 38) [Internet]. 2026 Sep 26 [cited 2026 Oct 7]. Tersedia dari: https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/38/2026
- Susilarini NK, Haryanto E, Praptiningsih CY, Mangiri A, Kipuw N, Tarya I, et al. Estimated incidence of influenza-associated severe acute respiratory infections in Indonesia, 2013-2016. Influenza Other Respir Viruses. 2018;12(1):81-7. doi:10.1111/irv.12496. PMID: 29205865. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5818340
- World Health Organization. Influenza (seasonal) [Internet]. Geneva: WHO; 2025 Feb 28 [cited 2026 Oct 7]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
- Wang X, Li Y, O'Brien KL, Madhi SA, Widdowson MA, Byass P, et al. Global burden of respiratory infections associated with seasonal influenza in children under 5 years in 2018: a systematic review and modelling study. Lancet Glob Health. 2020;8(4):e497-510. doi:10.1016/S2214-109X(19)30545-5. Available from: https://researchonline.lshtm.ac.uk/4669101





