Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Positivity Rate Influenza Naik ke 46%, COVID-19 dan RSV Justru Menurun

23 September 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Positivity Rate Influenza Naik ke 46%, COVID-19 dan RSV Justru Menurun

"Data Surveilans dan Karantina Kesehatan (Surkarkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), diperbarui 19 September 2026, mencatat positivity rate influenza naik menjadi 46% pada minggu ke-36, dengan 42% kasus pada anak usia 0-4 tahun. Positivity rate COVID-19 turun ke 0%, dan RSV tetap di angka 0%. Aktivitas influenza nasional tetap dikategorikan rendah, tanpa ada kasus yang dirawat ICU."


Kemenkes RI memperbarui laporan pengawasan influenza dan COVID-19 pada 19 September 2026 melalui portal Surkarkes. Laporan ini mencatat kenaikan proporsi kasus influenza yang cukup tajam. Apakah kenaikan ini menandakan adanya wabah influenza, dan bagaimana seharusnya dokter dan tenaga kesehatan perlu bersikap untuk menghadapi situasi ini?

Berapa Positivity Rate Influenza Minggu Ini?

Proporsi spesimen positif influenza meningkat menjadi 46% pada minggu ke-36 tahun 2026, dari 35% pada minggu sebelumnya. Angka ini berasal dari pemeriksaan 185 spesimen di laboratorium rujukan, dengan 86 di antaranya terkonfirmasi positif influenza. (1)

Dari 86 kasus tersebut, 76 merupakan influenza A(H1N1)pdm09, 8 merupakan A(H3N2), dan 2 merupakan influenza B/Victoria. (1) Subtipe A(H1N1)pdm09 dengan demikian mendominasi hasil laboratorium pada minggu ini.

Apakah Positivity Rate 46% Berarti Sedang Terjadi Wabah?

Positivity rate menggambarkan proporsi hasil positif di antara spesimen yang diperiksa, bukan angka kejadian influenza pada seluruh penduduk. (1) Artinya, angka 46% tidak berarti hampir separuh penduduk Indonesia sedang terinfeksi influenza.

Data ini berasal dari jejaring surveilans sentinel: 39 Puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan yang dipilih untuk memantau tren penyakit secara rutin. (1) Karena sifatnya sentinel, jumlah spesimen yang diperiksa setiap minggu relatif kecil. Proporsi positif bisa naik-turun signifikan hanya karena perubahan jumlah kasus yang datang berobat, bukan semata perubahan penularan di masyarakat.

Kemenkes menegaskan bahwa data pada beberapa minggu terakhir masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pelaporan lanjutan. (1)

Kenapa Aktivitas Influenza Masih Dikategorikan Rendah?

Meski positivity rate naik, Kemenkes tetap mengategorikan tingkat aktivitas influenza nasional sebagai rendah. (1) Penilaian ini menggunakan pendekatan pandemic influenza severity assessment (PISA), yaitu metode World Health Organization (WHO) untuk menilai keparahan epidemi influenza dengan membandingkan aktivitas saat ini terhadap ambang batas dari data historis. (2)

Pada laporan ini, ambang PISA dihitung dari data influenza musim 2016/2017 hingga 2023/2024, dengan data tahun 2020 dikeluarkan dari perhitungan karena pandemi COVID-19 mengubah pola surveilans secara drastis pada periode tersebut. (1) Kenaikan positivity rate minggu ini belum melewati ambang yang menandakan aktivitas sedang atau tinggi.

Selain positivity rate, proporsi kasus influenza-like illness (ILI) di Puskesmas sentinel juga naik, menjadi 0,40% dari total kunjungan, dari 0,31% pada minggu sebelumnya. (1) ILI didefinisikan sebagai infeksi saluran napas akut dengan demam terukur ≥38°C, disertai batuk, dengan onset dalam 10 hari terakhir. (2) Definisi ini tidak menentukan penyebab infeksinya. Virus penyebab ILI bisa bermacam-macam, tidak terbatas pada influenza.

Sebaliknya, proporsi kasus severe acute respiratory infection (SARI) dari total rawat inap justru menurun, menjadi 1,26% dari 1,54% pada minggu sebelumnya. (1) SARI memiliki kriteria klinis yang sama seperti ILI, namun disertai kebutuhan rawat inap. (2)

Bagaimana Kondisi Kasus Influenza yang Dirawat di Rumah Sakit?

Di jaringan rumah sakit sentinel, proporsi kasus influenza yang dirawat meningkat menjadi 31,7% dari 20,4% pada minggu sebelumnya. (1) Dari 63 spesimen pasien rawat inap yang diperiksa, 20 di antaranya positif influenza: 16 kasus A(H1N1)pdm09, 3 kasus A(H3N2), dan 1 kasus influenza B/Victoria. (1)

Tidak ada pasien positif influenza yang membutuhkan perawatan intensive care unit (ICU) pada minggu ini. (1) Kenaikan jumlah kasus rawat inap belum disertai indikasi peningkatan keparahan penyakit.

Kelompok Usia Mana yang Paling Banyak Terkena Influenza?

Dari seluruh kasus influenza yang terdeteksi secara nasional, 42% berasal dari kelompok usia 0-4 tahun. Pola serupa ditemukan pada data rawat inap, dengan kelompok usia 0-4 tahun sebagai kelompok yang paling banyak dirawat karena influenza. (1)

Anak usia di bawah lima tahun lebih rentan terhadap infeksi influenza dan komplikasinya dibandingkan anak yang lebih besar atau orang dewasa sehat. Sistem imun mereka belum memiliki cukup paparan terhadap berbagai galur virus influenza. Lingkungan seperti daycare dan sekolah turut meningkatkan peluang penularan pada kelompok ini.

Kabar Baiknya, COVID-19 dan RSV Justru Menurun

Berlawanan dengan tren influenza, positivity rate COVID-19 turun menjadi 0,0% dari 1,3% pada minggu sebelumnya. (1) Proporsi kasus RSV tercatat 0% pada minggu ini, sama seperti minggu sebelumnya. (1)

Komposisi subtipe influenza yang beredar juga berubah sepanjang tahun. Pada beberapa periode sebelumnya, A(H3N2) sempat lebih banyak ditemukan, sementara proporsi A(H1N1)pdm09 meningkat tajam menjelang September 2026. (6) Pergantian dominasi antarvirus pernapasan seperti ini merupakan pola epidemiologi yang lazim ditemukan sepanjang tahun.

Penurunan aktivitas COVID-19 dan RSV bukan berarti kedua virus tersebut hilang dari masyarakat. Data ini hanya mencerminkan apa yang terdeteksi melalui jejaring surveilans sentinel pada minggu tersebut. (1)

Apa yang Perlu Dilakukan Dokter dan Tenaga Kesehatan?

Kenaikan ini memang belum bisa disebut wabah. Tapi kewaspadaan tetap perlu dijaga. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan di fasilitas kesehatan untuk mengurangi penularan virus Influenza:

  1. Perkuat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada pasien dan masyarakat: cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, etika batuk dan bersin, serta penggunaan masker saat bergejala. (4)
  2. Beri perhatian ekstra pada anak usia di bawah lima tahun, mengingat proporsi kasus dan rawat inap cukup tinggi pada kelompok ini. (1)
  3. Sarankan pemberian vaksin pada pasien dan keluarga, khususnya pada mereka yang termasuk dalam kategori kelompok berisiko tinggi, yang meliputi anak di bawah 5 tahun, ibu hamil, lansia, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan. (4)

Kesimpulan

Pembaruan Surkarkes 19 September 2026 menunjukkan kenaikan positivity rate influenza menjadi 46%, dengan proporsi kasus yang cukup besar pada anak usia 0-4 tahun, sementara COVID-19 dan RSV justru menurun. Status aktivitas influenza nasional tetap dikategorikan rendah, dan tidak ada kasus influenza yang membutuhkan perawatan ICU pada minggu ini. (1)

Bagi dokter dan tenaga kesehatan, pesan utamanya adalah membaca data secara proporsional, sehingga bisa membuat keputusan rasional saat menangani kasus dan melakukan edukasi pada masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan. Penguatan PHBS, etika batuk dan bersin, serta melakukan diskusi mengenai vaksinasi influenza pada pasien dan keluarga, khususnya pada kelompok berisiko tetap menjadi langkah pencegahan paling praktis saat ini.

FAQ

Apakah positivity rate influenza 46% berarti sedang terjadi wabah influenza?

Tidak. Angka 46% menunjukkan proporsi spesimen yang positif influenza di antara spesimen yang diperiksa dalam jejaring surveilans sentinel, bukan angka kejadian influenza pada seluruh penduduk Indonesia. Pada pembaruan yang sama, Kemenkes tetap mengategorikan aktivitas influenza nasional sebagai rendah. (1)

Apa beda ILI dan SARI dalam surveilans influenza?

ILI adalah infeksi saluran napas akut dengan demam terukur ≥38°C, disertai batuk, dengan onset dalam 10 hari terakhir, tanpa mensyaratkan rawat inap. SARI memiliki kriteria klinis yang sama, tetapi disertai kebutuhan rawat inap. (2)

Kenapa positivity rate influenza naik tapi aktivitasnya masih dikategorikan rendah?

Karena penilaian aktivitas menggunakan ambang batas dari data historis bertahun-tahun, bukan hanya angka minggu ini. Metode PISA membandingkan aktivitas saat ini terhadap pola musiman pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan satu minggu belum tentu melewati ambang aktivitas sedang atau tinggi. (1,3)

Apakah tenaga kesehatan perlu mendapat vaksin influenza?

Kemenkes memasukkan tenaga kesehatan sebagai kelompok berisiko tinggi terpapar virus influenza dan merekomendasikan vaksin influenza setahun sekali bagi kelompok ini, meski vaksin tersebut belum menjadi bagian dari program imunisasi rutin nasional. (4)

Kenapa anak usia 0-4 tahun paling banyak terkena influenza pada laporan ini?

Anak usia 0-4 tahun lebih rentan terhadap infeksi influenza karena sistem imun mereka masih dalam belum memiliki cukup paparan terhadap berbagai strain virus. Faktor ini diperberat oleh tingginya intensitas kontak antara satu anak engan yang lainnya di lingkungan seperti daycare dan sekolah, yang meningkatkan peluang penularan.(1) 

Daftar Pustaka

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 19 Sep (Minggu ke 37) [Internet]. 2026 Sep 19 [cited 2026 Sep 23]. Tersedia dari: https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/37/2026

2. World Health Organization. WHO surveillance case definitions for ILI and SARI: case definitions for influenza surveillance [Internet]. 2014 Jan [cited 2026 Sep 23]. Tersedia dari: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/influenza/who_ili_sari_case_definitions_2014.pdf

3. World Health Organization. Pandemic influenza severity assessment (PISA): a WHO guide to assess the severity of influenza in seasonal epidemics and pandemics. 2nd ed [Internet]. 2025 Aug 13 [cited 2026 Sep 23]. Tersedia dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240093881

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tanya Jawab (FAQ) Seputar Influenza [Internet]. 2025 Oct 24 [cited 2026 Sep 23]. Tersedia dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/tanya-jawab-faq-seputar-influenza

5. Centers for Disease Control and Prevention. Preventing Seasonal Flu [Internet]. Updated 2026 Sep 1 [cited 2026 Sep 23]. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/flu/prevention/index.html

6. F N. Laporan Kemenkes: Kasus Influenza Meningkat, A(H1N1)pdm09 Dominan [Internet]. IDN Times. 2026 Sep 20 [cited 2026 Sep 23]. Tersedia dari: https://www.idntimes.com/health/medical/laporan-kemenkes-kasus-influenza-meningkat-a-h1n1-pdm09-dominan-00-92d83-74xp1c


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan