Dot Grid

Berita

​Guideline Defisiensi Besi Telah Diperbarui

​Guideline Defisiensi Besi Telah Diperbarui

Latar Belakang

Defisiensi masih menjadi salah satu masalah gizi yang paling sering dijumpai pada anak. Di Amerika Serikat, kondisi ini dialami sekitar 15% balita dan 11% remaja perempuan yang tidak hamil, dengan angka yang bahkan terus meningkat. (1) Dampaknya pun tidak ringan; defisiensi besi, bahkan sebelum berkembang menjadi anemia, dapat mengganggu perkembangan neurokognitif anak dan menimbulkan konsekuensi jangka panjang. (2)

Masalah ini tidak akan terselesaikan semasih ada anggapan bahwa anemia merupakan tanda awal kekurangan zat besi. Kenyataannya, anemia merupakan tahap akhir dari spektrum defisiensi besi, sehingga kadar hemoglobin yang masih normal tidak selalu mencerminkan cadangan besi yang adekuat. Pendekatan yang berfokus pada deteksi anemia berisiko membuat defisiensi besi terlewat hingga mencapai stadium lanjut. Atas dasar inilah, American Academy of Pediatrics (AAP) menerbitkan laporan klinis terbaru mengenai pencegahan, skrining, diagnosis, dan tata laksana defisiensi besi serta anemia defisiensi besi (ADB) yang menggantikan panduan tahun 2010. Dibandingkan guideline sebelumnya, rekomendasi terbaru mengadopsi pendekatan yang lebih proaktif dengan memperluas cakupan dari bayi dan balita menjadi seluruh kelompok usia anak hingga remaja. (1)


Apa Itu Defisiensi Besi dan Anemia Defisiensi Besi?

Defisiensi besi terjadi ketika cadangan besi dalam tubuh mulai menipis. Bila dibiarkan, produksi hemoglobin akan ikut terganggu, dan anemia defisiensi besi (ADB) muncul sebagai tahap akhirnya.  Artinya, seorang anak bisa saja sudah mengalami defisiensi besi meski hasil hemoglobinnya masih normal,  inilah sebabnya guideline terbaru menekankan pentingnya mendeteksi defisiensi besi sejak sebelum anemia muncul, bukan menunggu sampai anemia terjadi. (1) Baik defisiensi besi tanpa anemia maupun ADB sama-sama berisiko memengaruhi tumbuh kembang anak bila tidak dikenali dan ditangani sejak dini. (2) Rentang Hb normal pada anak bisa dilihat pada Tabel 1.


Tabel 1. Parameter Hematologi Normal pada Bayi, Anak, dan Remaja Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin (Usia 9 Bulan–18 Tahun)

Parameter

6–24 bulan

2–6 tahun

6–12 tahun

12 hingga <18 tahun

Jenis Kelamin

P*

L*

P

L

P

L

P

L

Hemoglobin (g/dL)

11,0–13,5

11,0–13,4

11,0–13,6

11,0–13,7

11,2–14,5

11,3–14,6

11,4–14,7

12,4–16,4

MCV (fL)

73,3–83,2

71,1–82,2

75,2–85,0

74,1–84,3

78,3–87,7

77,8–86,5

80,5–91,8

80,4–90,1

RDW (%)

12,2–15,4

12,4–15,9

11,9–14,5

12,1–14,7

11,9–13,9

11,9–13,7

11,9–14,6

11,9–13,7

*P = Perempuan, L = Laki-Laki


Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda berikut dapat mengarahkan kecurigaan pada defisiensi besi, meski anamnesis dan faktor risiko tetap menjadi dasar utama untuk menentukan perlunya pemeriksaan lebih lanjut: (1)

  • Pica, yaitu kebiasaan mengunyah atau memakan benda bukan makanan seperti es batu, tanah, atau kertas
  • Kulit pucat, termasuk pucat pada pipi, bibir, dasar kuku, dan konjungtiva palpebra
  • Rewel, murung, atau perubahan suasana hati
  • Kelemahan otot ringan
  • Mudah lelah atau lebih sering membutuhkan tidur siang
  • Sulit berkonsentrasi, misalnya di sekolah



Tabel 2. Ringkasan Perubahan Guideline 2010 ke 2026

Aspek

Guideline 2010

Guideline 2026

Fokus utama

Anemia defisiensi besi

Defisiensi besi dideteksi sebelum hemoglobin turun

Cakupan usia

Bayi dan anak usia 0–3 tahun

Bayi hingga dewasa muda, usia 0–21 tahun

Skrining bayi & balita

Cek hemoglobin pada usia 12 bulan

Cek darah lengkap dan feritin serum: usia 9–12 bulan (ASI eksklusif) atau 15–18 bulan (formula berfortifikasi besi)

Skrining remaja

Belum ada rekomendasi

Skrining universal pada remaja yang sudah menstruasi, mulai 1 tahun pascamenarke dan paling lambat usia 14 tahun

Dosis terapi ADB

Ferrous sulfate, dosis terbagi

Ferrous sulfate dosis tunggal: 3 mg/kg (anak), 65 mg (remaja)

Konsumsi susu sapi

Belum diatur serinci ini

Dihindari sebelum usia 12 bulan; dibatasi sekitar 700–710 mL/hari setelah usia 1 tahun



Perubahan Waktu dan Cara Skrining

Guideline 2010 hanya merekomendasikan cek hemoglobin pada usia 12 bulan. Guideline 2026 merekomendasikan untuk lakukan skrining lebih dini dan lebih lengkap: skrining kini mencakup pemeriksaan darah lengkap dan feritin serum, dengan waktu yang disesuaikan sumber nutrisi utama bayi pada tahun pertama kehidupan:

  • Bayi dengan ASI eksklusif disarankan diskrining pada usia 9–12 bulan
  • Bayi dengan susu formula berfortifikasi besi diskrining pada usia 15–18 bulan setelah transisi ke susu sapi.
  • Anak dengan faktor risiko yang menetap, misalnya konsumsi susu berlebihan (>24 oz) 
  • Anak yang mengonsumsi asupan makanan pendamping rendah besi, perlu diskrining ulang pada setiap kunjungan anak sehat hingga usia 4 tahun. 
  • Remaja putri: skrining universal kini dianjurkan mulai satu tahun setelah menstruasi pertama (menarke) dan paling lambat pada usia 14 tahun, dengan skrining lanjutan bila ada perdarahan menstruasi berlebihan atau asupan besi yang rendah, sesuatu yang tidak diatur sama sekali pada guideline 2010. 

Untuk interpretasi hasil, ambang feritin serum yang menandakan defisiensi besi juga ditetapkan lebih jelas: ≤20 ng/mL pada bayi, balita, dan anak usia sekolah, serta ≤30 ng/mL pada remaja dan siapa pun yang sudah menstruasi. (1)


Langkah Pencegahan Sesuai Usia

Guideline 2026 menyusun strategi pencegahan secara lebih terstruktur berdasarkan tahap usia anak: (1)

  • Saat lahir: menunda penjepitan tali pusat selama 30–60 detik, agar lebih banyak darah kaya zat besi dari plasenta mengalir ke bayi
  • Bayi cukup bulan dengan ASI eksklusif: suplementasi besi 1 mg/kg berat badan/hari mulai usia 4 bulan, atau dapat ditunda hingga usia 6 bulan bila makanan pendamping yang mengandung besi sudah mulai diperkenalkan
  • Bayi prematur: suplementasi besi 2–3 mg/kg berat badan/hari, dimulai sejak usia 2 minggu setelah asupan oral/enteral tercukupi
  • Usia 6 bulan ke atas: pemberian MPASI yang kaya zat besi untuk mendukung kebutuhan yang terus meningkat seiring pertumbuhan
  • Sebelum usia 12 bulan: hindari pemberian susu sapi segar, karena dapat menyebabkan perdarahan mikroskopis pada saluran cerna dan mengganggu penyerapan besi
  • Setelah usia 1 tahun: batasi konsumsi susu sapi atau susu nabati hingga maksimal sekitar 700–710 mL per hari, karena susu rendah zat besi dan dapat membuat anak cepat kenyang sehingga asupan makanan kaya besi berkurang
  •  Anak usia sekolah dan remaja: dianjurkan mengonsumsi variasi makanan kaya zat besi; pada remaja yang sudah menstruasi, perdarahan menstruasi berlebihan perlu dinilai dan ditangani sebagai bagian dari strategi pencegahan


Perubahan Dosis Terapi

Untuk anak dengan ADB yang sudah terkonfirmasi, tata laksana kini juga lebih sederhana:

  • Anak kecil: diberikan ferrous sulfate 3 mg/kg besi elemental sekali sehari, menggantikan regimen dosis terbagi yang sebelumnya lazim digunakan
  • Remaja diberikan ferrous sulfate 65 mg besi elemental sekali sehari. (1)


Kesimpulan dan Penutup

Pembaruan guideline AAP 2026 menegaskan satu pesan utama: defisiensi besi perlu dideteksi dan dicegah sedini mungkin, bukan menunggu hingga anemia benar-benar terjadi. Perluasan cakupan usia, perubahan waktu dan metode skrining, penyederhanaan dosis terapi, serta strategi pencegahan yang lebih terstruktur di setiap tahap tumbuh kembang mencerminkan upaya mengatasi persoalan yang, sejak guideline 2010, belum sepenuhnya terselesaikan. (2) Bagi dokter anak, memahami perubahan ini penting sebagai dasar penyesuaian praktik sehari-hari, mulai dari mengenali tanda dini, menentukan waktu skrining yang tepat, memilih regimen suplementasi dan terapi sesuai usia, hingga memperkuat edukasi gizi kepada keluarga pasien.


Daftar Pustaka

1.   Powers JM, Heeney MM, Hord J, Lehmann CU, Abrams SA, Buchanan GR; AAP Section on Hematology-Oncology, AAP Committee on Nutrition; American Society of Pediatric Hematology-Oncology. Prevention, Screening, Diagnosis, and Treatment of Iron Deficiency and Iron Deficiency Anemia in Infants, Children, and Adolescents: Clinical Report. Pediatrics. 2026;158(1):e2026077414.

2.   Baker RD, Greer FR; Committee on Nutrition, American Academy of Pediatrics. Diagnosis and Prevention of Iron Deficiency and Iron-Deficiency Anemia in Infants and Young Children (0–3 Years of Age). Pediatrics. 2010;126(5):1040-1050.


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan