Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Kasus Influenza Meningkat: Apa yang Perlu Diperhatikan Dokter dan Nakes?

17 September 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Kasus Influenza Meningkat: Apa yang Perlu Diperhatikan Dokter dan Nakes?

“Informasi terbaru dari surveilans Kementerian Kesehatan pada 12 September 2026 mencatat kenaikan indikator influenza: proporsi ILI, SARI, dan positivity rate influenza meningkat dibanding minggu sebelumnya. Meski demikian, tingkat aktivitas influenza nasional masih dikategorikan rendah. Bagi dokter dan tenaga kesehatan, data ini perlu dibaca sebagai sinyal kewaspadaan dan penguatan pencegahan.”


Pada tanggal 12 September silam, Kementerian Kesehatan merilis laporan bahwa beberapa indikator influenza sedang meningkat, melalui situs Surveilans dan Karantina Kesehatan (Surkarkes), yaitu salah satu portal resmi milik Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P Kemenkes RI). Menurut laporan tersebut, proporsi influenza-like illness (ILI) di beberapa puskesmas yang telah terpilih untuk melakukan pengamatan intensif, disebut juga dengan kegiatan surveilans sentinel, meningkat dari 0,27% menjadi 0,29% dari total kunjungan. (2) Tak hanya itu, proporsi severe acute respiratory infection (SARI) dari total pasien rawat inap di beberapa rumah sakit yang dipantau, naik dari 1,24% menjadi 1,42%, sedangkan positivity rate influenza meningkat dari 22% menjadi 38%. Berdasarkan data ini, Kemenkes masih menempatkan aktivitas influenza dalam kategori rendah. (1) Lantas, bagaimana dokter dan tenaga kesehatan perlu menyikapi informasi ini? 

Apa Itu Surkarkes Kemenkes dan Bagaimana Membaca Datanya?

Surkarkes adalah portal statistik resmi Kementerian Kesehatan RI yang memuat ringkasan pengawasan penyakit, termasuk influenza dan COVID-19. Data yang dipublikasikan oleh Surkarkes dapat dipahami sebagai dashboard surveilans untuk melihat bagaimana penyakit bergerak dari waktu ke waktu. Untuk influenza, portal ini menampilkan tren ILI dan SARI, yang merupakan kasus klinis yang virus penyebabnya belum terkonfirmasi, serta hasil pemeriksaan laboratorium, seperti positivity rate dan distribusi subtipe virus. (1)

Data tersebut berasal dari sistem surveilans dan jejaring fasilitas sentinel, yaitu fasilitas tertentu yang dipilih untuk secara rutin mengirimkan data untuk pemantauan penyakit. Hingga kini, terdapat 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan yang terlibat dalam kegiatan surveilans ini. (1)

Karena berasal dari jejaring surveilans sentinel, angka Surkarkes tidak dapat dibaca sebagai sensus seluruh kasus atau prevalensi influenza pada penduduk Indonesia. Fungsinya terutama untuk menangkap pola dan perubahan tren. Kenaikan atau penurunan perlu dilihat bersama denominator, jenis fasilitas, jumlah spesimen yang diperiksa, dan perbandingannya dengan data historis. (1)

Apa yang Meningkat Berdasarkan Laporan Surkarkes Minggu ke-34 Tahun 2026?

Tiga indikator utama meningkat pada rumah-rumah sakit dibandingkan minggu sebelumnya: ILI, SARI dan Positivity rate. Rinciannya bisa dilihat pada Tabel 1. (1)

Tabel 1. Rangkuman Laporan Surkarkes Minggu ke-34 Tahun 2026

IndikatorMinggu sebelumnyaPembaruan terbaruCara membaca
ILI dari total kunjungan puskesmas sentinel0,27%0,29%Ada kenaikan proporsi sindrom ILI pada layanan primer sentinel
SARI dari total rawat inap rumah sakit sentinel1,24%1,42%Ada kenaikan proporsi sindrom respiratorik akut berat pada layanan sekunder sentinel
Positivity rate influenza22%38%Proporsi spesimen yang positif influenza meningkat di antara spesimen yang diperiksa

Pada surveilans pemeriksaan laboratorium, Kemenkes melaporkan adanya 175 spesimen diperiksa pada minggu ke-35, 66 di antaranya positif influenza. Sebanyak 63 kasus merupakan influenza A(H1N1)pdm09, dua kasus influenza A(H3N2), dan satu kasus influenza B/Victoria. Dari kasus influenza yang terdeteksi, 33% berasal dari kelompok usia 0–4 tahun. Kabar baiknya, tidak ada kasus positif influenza yang dirawat di ICU pada minggu tersebut. (1)

Apa Arti dari Positivity Rate 38%?

Positivity rate menggambarkan proporsi hasil positif di antara spesimen yang diperiksa, bukan angka insidensi yang terdapat di masyarakat. Artinya, Angka 38% pada Surkarkes tidak berarti 38% penduduk Indonesia sedang mengalami influenza. (1)

Interpretasi ini penting karena data berasal dari surveilans pada jejaring tertentu. Jumlah spesimen, karakteristik pasien yang diperiksa, serta kelengkapan laporan dapat memengaruhi angka dari satu minggu ke minggu berikutnya. Kemenkes sendiri menandai data beberapa minggu terakhir sebagai data sementara. (1)

Walaupun demikian, terdeteksinya kenaikan positivity rate masih perlu diperhatikan sebagai sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan, misalkan dengan meningkatkan edukasi pada pasien untuk mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melengkapi vaksinasi. (1,2).

Apa yang Perlu Dilakukan Dokter dan Tenaga Kesehatan untuk Menyikapi Berita Ini?

Respons klinis tidak perlu berubah menjadi over-testing atau overdiagnosis hanya karena satu indikator mingguan naik. Data surveilans lebih berguna untuk menyesuaikan tingkat kecurigaan klinis, memperkuat pencegahan, dan memberi edukasi yang sesuai kepada pasien.

Di fasilitas kesehatan, beberapa hal yang dapat ditekankan adalah:

  1. Baca beberapa indikator secara bersamaan. ILI, SARI, positivity rate, dan hasil laboratorium memberikan informasi yang berbeda.
  2. Jangan menyamakan data sentinel dengan prevalensi nasional. Data tersebut lebih tepat digunakan untuk mengikuti arah tren.
  3. Beri perhatian khusus pada kelompok berisiko tinggi, termasuk anak di bawah lima tahun, ibu hamil, lansia, pasien dengan penyakit kronis, serta tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan lebih tinggi. (4)
  4. Perkuat pencegahan penularan melalui kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat sakit, serta mengurangi kontak dengan orang lain ketika mengalami gejala. (4)
  5. Diskusikan vaksinasi influenza tahunan pada kelompok berisiko. Kemenkes secara spesifik memasukkan tenaga kesehatan sebagai kelompok dengan risiko paparan tinggi dan merekomendasikan vaksin influenza setahun sekali bagi kelompok berisiko tinggi. (4)

CDC menggunakan pendekatan yang lebih luas dan merekomendasikan vaksin influenza tahunan bagi setiap orang berusia ≥6 bulan dalam konteks Amerika Serikat. Rekomendasi tersebut dapat menjadi pembanding teknis, sedangkan penerapan pada pelayanan di Indonesia tetap perlu merujuk pada konteks dan rekomendasi setempat. (5)

Kesimpulan

Pembaruan Surkarkes 12 September 2026 menunjukkan kenaikan proporsi ILI, SARI, dan positivity rate influenza, dengan proporsi kasus terdeteksi yang cukup besar pada kelompok usia muda. Status aktivitas influenza secara keseluruhan masih rendah. (1)

Bagi dokter dan tenaga kesehatan, pesan utamanya adalah membaca angka surveilans secara proporsional, mengikuti tren berikutnya, meningkatkan kewaspadaan pada kelompok berisiko, dan memperkuat pencegahan. Kenaikan mingguan merupakan sinyal yang perlu diperhatikan, tetapi tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti wabah atau tingginya prevalensi influenza di masyarakat.

FAQ

Apakah positivity rate influenza 38% berarti terjadi wabah influenza?

Tidak. Angka 38% menunjukkan proporsi spesimen yang positif influenza di antara spesimen yang diperiksa dalam sistem surveilans. Angka ini bukan prevalensi influenza pada populasi Indonesia dan tidak dapat digunakan sendiri untuk menyimpulkan bahwa terjadi wabah. Pada pembaruan yang sama, Kemenkes masih mengategorikan aktivitas influenza sebagai rendah. (1)

Apakah ILI sama dengan influenza?

Tidak. ILI adalah definisi sindrom untuk surveilans, yaitu infeksi saluran napas akut dengan demam terukur ≥38°C, batuk, dan onset dalam 10 hari terakhir. Definisi ini tidak menentukan penyebab infeksinya. (2)

Apa perbedaan ILI dan SARI dalam surveilans?

SARI mencakup infeksi saluran napas akut dengan riwayat demam atau demam ≥38°C, batuk, onset dalam 10 hari terakhir, serta membutuhkan rawat inap. Pada ILI, rawat inap tidak menjadi bagian dari definisi kasus. (2)

Mengapa tren meningkat tetapi tingkat aktivitas influenza masih rendah?

Karena arah tren dan tingkat aktivitas mengukur hal yang berbeda. Tren membandingkan indikator dengan periode sebelumnya, sedangkan kategori aktivitas menilai kondisi saat ini terhadap ambang berbasis data historis. Suatu indikator dapat naik tanpa melewati ambang aktivitas sedang atau tinggi. (1,3)

Apakah tenaga kesehatan perlu vaksin influenza setiap tahun?

Kemenkes memasukkan tenaga kesehatan sebagai kelompok dengan risiko tinggi terpapar virus influenza dan merekomendasikan vaksin influenza setahun sekali bagi kelompok berisiko tinggi. Vaksinasi merupakan bagian dari pencegahan bersama kebersihan tangan, etika batuk, penggunaan masker saat sakit, dan pengendalian penularan lainnya. (4)

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 12 Sep (Minggu ke 36) [Internet]. 2026 Sep 12 [cited 2026 Sep 14]. https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/36/2026?utm
  2. World Health Organization. WHO surveillance case definitions for ILI and SARI: case definitions for influenza surveillance [Internet]. 2014 Jan [cited 2026 Sep 14]. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/influenza/who_ili_sari_case_definitions_2014.pdf?utm
  3. World Health Organization. Pandemic influenza severity assessment (PISA): a WHO guide to assess the severity of influenza in seasonal epidemics and pandemics. 2nd ed [Internet]. 2025 Aug 13 [cited 2026 Sep 14]. google.com/url?q=https://www.who.int/publications/i/item/9789240093881?utm_source%3Dchatgpt.com&sa=D&source=docs&ust=1789616587045155&usg=AOvVaw3LJblzAMARc7yj_PDpMPPT
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tanya Jawab (FAQ) Seputar Influenza [Internet]. 2025 Oct 24 [cited 2026 Sep 14]. https://ayosehat.kemkes.go.id/tanya-jawab-faq-seputar-influenza?utm
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Preventing Seasonal Flu [Internet]. Updated 2026 Sep 1 [cited 2026 Sep 14]. https://www.cdc.gov/flu/prevention/index.html?utm


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan