Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Antihistamin untuk Influenza: Apakah Ada Bukti Manfaatnya?

22 Oktober 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Antihistamin untuk Influenza: Apakah Ada Bukti Manfaatnya?

“Uji klinis yang secara khusus menilai antihistamin pada influenza belum tersedia dalam literatur yang ditelaah. Bukti terdekat berasal dari common cold. Tinjauan Cochrane tidak menemukan bukti efektivitas antihistamin pada anak. Kombinasi dengan dekongestan dan analgesik mungkin bermanfaat pada dewasa dan anak yang lebih besar, tetapi tidak terbukti pada anak kecil.”


Antihistamin banyak dijual bebas untuk meredakan gejala selesma atau common cold, baik sebagai obat tunggal maupun dalam kombinasi. Penggunaannya didasarkan pada kemiripan gejala hidung pada common cold dengan rinitis alergi, kondisi yang memang responsif terhadap antihistamin. Namun, bukti efektivitasnya untuk infeksi saluran napas akibat virus tidak banyak. (1)

Pada musim influenza, pasien dan orang tua sering datang dengan obat flu kombinasi yang sudah dikonsumsi sebelumnya. Dokter juga kerap menerima pertanyaan apakah antihistamin perlu ditambahkan dalam resep. Artikel ini membahas bukti yang tersedia untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Adakah Bukti Antihistamin untuk Influenza?

Uji klinis yang secara khusus menilai antihistamin pada pasien influenza tidak ditemukan dalam referensi yang ditelaah untuk artikel ini. Bukti terdekat berasal dari penelitian pada common cold.

Ekstrapolasi ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Common cold paling sering disebabkan oleh rhinovirus dan biasanya sembuh sendiri dalam 7–10 hari. (1) Influenza disebabkan oleh virus yang berbeda dan dapat menimbulkan komplikasi berat pada kelompok tertentu. Hasil penelitian pada common cold belum tentu berlaku sama pada influenza.

Bukti dari Common Cold: Antihistamin sebagai Obat Tunggal

Tinjauan Cochrane oleh De Sutter dan kolega menilai antihistamin sebagai obat tunggal dibanding plasebo untuk common cold. Tinjauan ini mencakup 18 uji klinis acak dengan 4.342 peserta, termasuk 212 anak. (1) Studi pada peserta dengan rinitis alergi, asma, atau eksim dikeluarkan dari analisis. (1)

Pada orang dewasa

Antihistamin memberikan manfaat kecil dan singkat pada hari pertama atau kedua pengobatan. Sebanyak 45% peserta yang mendapat antihistamin merasa gejalanya membaik, dibanding 38% pada kelompok plasebo (odds ratio [OR] 0,74; interval kepercayaan [IK] 95% 0,60–0,92). (1) Perbedaan ini tidak lagi terlihat pada hari ke-3 hingga ke-10. (1)

Antihistamin sedatif menunjukkan sedikit perbaikan pada hidung berair dan bersin. Namun, para penulis menilai efek ini tidak bermakna secara klinis. Antihistamin juga tidak memberikan efek yang bermakna secara klinis terhadap hidung tersumbat. (1)

Pada anak

Tidak ada bukti bahwa antihistamin efektif untuk common cold pada anak. Hanya dua uji klinis yang melibatkan anak, dengan hasil yang saling bertentangan. Kedua studi tersebut juga berukuran kecil dan kualitasnya lebih rendah dibanding studi pada orang dewasa. (1)

Efek samping dan pendanaan

Sedasi lebih sering dilaporkan pada antihistamin sedatif, yaitu 9% dibanding 5,2% pada plasebo. Perbedaan ini tidak bermakna secara statistik. (1) Seluruh uji klinis dalam tinjauan tersebut menerima dukungan dari perusahaan farmasi, baik dalam bentuk dana, penyediaan obat, maupun penulis yang bekerja di perusahaan farmasi. (1)

Bagaimana dengan Obat Flu Kombinasi?

Tinjauan Cochrane tahun 2022 menilai kombinasi antihistamin, dekongestan, dan analgesik untuk common cold. Para penulis menemukan bahwa data efektivitasnya masih terbatas. (2) Kombinasi ini mungkin memberikan manfaat umum pada orang dewasa dan anak yang lebih besar. Pada anak kecil, tidak ada bukti efektivitasnya. (2)

Anak dilibatkan dalam sembilan uji klinis. Tiga di antaranya melibatkan anak yang sangat kecil, yaitu usia 6 bulan hingga 5 tahun. (2) Karena obat kombinasi mengandung beberapa zat aktif sekaligus, kontribusi antihistamin terhadap manfaat yang terlihat tidak dapat dipisahkan dari komponen lainnya.

Pertimbangan Keamanan pada Anak

United States Food and Drug Administration (FDA) menyatakan anak di bawah 2 tahun tidak boleh diberikan produk batuk dan pilek yang mengandung dekongestan atau antihistamin. Produk tersebut dapat menimbulkan efek samping serius yang berpotensi mengancam jiwa. (3)

Pertemuan FDA pada 2007 menemukan banyak laporan bahaya, termasuk kematian, pada anak yang menggunakan produk batuk dan pilek. (3) Setelah itu, produsen menarik produk batuk dan pilek bebas untuk anak di bawah 2 tahun dan mengubah label produk anak menjadi “jangan digunakan pada anak di bawah 4 tahun”. (3)

FDA juga mengingatkan risiko overdosis yang tidak disengaja. Banyak produk mengandung beberapa zat aktif, sehingga pemberian dua produk berbeda dapat menggandakan dosis zat yang sama. Anak juga tidak boleh diberi obat yang dikemas dan diformulasikan untuk dewasa. (3)

Implikasi untuk Praktik Klinis

  1. Jangan meresepkan antihistamin sebagai terapi influenza. Bukti langsung pada influenza tidak tersedia, dan bukti pada common cold hanya menunjukkan manfaat kecil serta singkat pada dewasa. (1)
  2. Hindari antihistamin dan obat flu kombinasi pada anak kecil. Efektivitasnya tidak terbukti, dan FDA melarang penggunaannya pada anak di bawah 2 tahun. (1,2,3)
  3. Tanyakan obat bebas yang sudah dikonsumsi. Langkah ini membantu mencegah duplikasi zat aktif dan overdosis yang tidak disengaja. (3)
  4. Fokus pada tata laksana influenza yang berbasis bukti, termasuk menilai apakah pasien termasuk kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi influenza dan apakah oseltamivir memang diperlukan.

Kesimpulan

Belum ada bukti langsung bahwa antihistamin bermanfaat untuk influenza. Bukti dari common cold menunjukkan manfaat yang kecil dan hanya pada 1–2 hari pertama pengobatan pada orang dewasa, tanpa bukti efektivitas pada anak. (1) Obat flu kombinasi mungkin sedikit membantu orang dewasa dan anak yang lebih besar, tetapi tidak terbukti pada anak kecil. (2) Pada anak di bawah 2 tahun, produk batuk dan pilek yang mengandung antihistamin tidak boleh diberikan. (3)

FAQ

Apakah antihistamin dapat mempercepat kesembuhan influenza?

Tidak ada bukti langsung yang mendukungnya. Pada common cold, antihistamin hanya memperbaiki gejala secara ringan pada hari pertama atau kedua, dan efeknya tidak bertahan hingga hari ke-3 sampai ke-10. (1)

Bolehkah obat flu kombinasi diberikan pada anak?

Tidak untuk anak di bawah 2 tahun. Label produk anak juga menyebut obat ini tidak digunakan pada anak di bawah 4 tahun. (3) Pada anak kecil, efektivitas obat kombinasi tidak terbukti. (2)

Apa perbedaan antihistamin sedatif dan nonsedatif pada common cold?

Efek perbaikan ringan pada hidung berair dan bersin terlihat pada antihistamin sedatif, tetapi tidak bermakna secara klinis. Sedasi lebih sering dilaporkan pada antihistamin sedatif, walaupun perbedaannya tidak bermakna secara statistik. (1)

Bagaimana jika pasien influenza juga memiliki rinitis alergi?

Kondisi ini berada di luar cakupan bukti dalam artikel ini. Tinjauan Cochrane mengeluarkan peserta dengan rinitis alergi, asma, atau eksim, sehingga hasilnya tidak dapat diterapkan langsung pada kelompok tersebut. (1)

Daftar Pustaka

  1. De Sutter AIM, Saraswat A, van Driel ML. Antihistamines for the common cold. Cochrane Database Syst Rev. 2015;(11):CD009345. doi:10.1002/14651858.CD009345.pub2
  2. De Sutter AI, Eriksson L, van Driel ML. Oral antihistamine-decongestant-analgesic combinations for the common cold. Cochrane Database Syst Rev. 2022;1(1):CD004976.
  3. U.S. Food and Drug Administration. Use caution when giving cough and cold products to kids [Internet]. Silver Spring: FDA; [tanggal pembaruan perlu dilengkapi] [dikutip 2026 Okt 12]. Tersedia dari: https://www.fda.gov/drugs/special-features/use-caution-when-giving-cough-and-cold-products-kids


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan