Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Zinc 5 mg untuk Diare Anak: Rekomendasi Baru WHO dan Cara Menyikapinya di Indonesia

22 Oktober 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Zinc 5 mg untuk Diare Anak: Rekomendasi Baru WHO dan Cara Menyikapinya di Indonesia

"WHO kini menyarankan dosis zinc 5 mg untuk diare akut cair dan diare persisten pada anak hingga 10 tahun. Rekomendasi ini bersifat kondisional dengan kepastian bukti rendah. Pedoman nasional yang beredar masih memakai dosis 10 mg dan 20 mg, sedangkan sediaan 5 mg belum tersedia. Dokter perlu memahami cara menerapkannya secara bijak."

 

Selama hampir dua dekade, zinc menjadi pasangan oralit dalam tata laksana diare anak di Indonesia. Dosisnya sudah dihafal banyak tenaga kesehatan: 10 mg per hari untuk bayi di bawah 6 bulan dan 20 mg per hari untuk anak di atasnya, diberikan selama 10 hari berturut-turut. (1,2)

Pada akhir 2024, World Health Organization (WHO) menerbitkan Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age. (3) Pedoman ini memperluas cakupan usia hingga 10 tahun dan memuat satu perubahan yang langsung menyentuh praktik sehari-hari, yaitu dosis zinc yang baru. (3) Artikel ini membahas isi rekomendasi tersebut, posisinya terhadap pedoman nasional, dan pilihan yang realistis bagi dokter di Indonesia.

Apa yang Berubah dalam Rekomendasi WHO?

Peran zinc sendiri tidak berubah. WHO tetap merekomendasikan zinc oral sebagai terapi tambahan pada anak hingga 10 tahun dengan diare akut cair maupun diare persisten. Kedua rekomendasi ini bersifat kuat dengan kepastian bukti sedang. (4)

Yang berubah adalah dosisnya. WHO kini menyarankan dosis zinc oral 5 mg untuk diare akut cair maupun diare persisten. Rekomendasi dosis ini bersifat kondisional dengan kepastian bukti rendah. (4) Untuk durasi, WHO tetap merujuk pada rekomendasi sebelumnya, yaitu 10–14 hari. (4) WHO juga mencatat bahwa formulasi zinc glukonat menunjukkan profil muntah yang lebih baik dibandingkan bentuk zinc lainnya. (4)

Tabel 1. Perbandingan Dosis Zinc untuk Diare Anak

AspekPedoman yang beredar di IndonesiaWHO 2024
Bayi <6 bulan10 mg/hari5 mg/hari
Anak ≥6 bulan20 mg/hari5 mg/hari
Cakupan usiaBalitaAnak hingga 10 tahun
Durasi10 hari10–14 hari
Kekuatan rekomendasi dosis–Kondisional, kepastian bukti rendah

 

Sumber: Buku Saku Lintas Diare, informasi produk BPOM, dan WHO. (1,2,4)


Dari Mana Bukti untuk Dosis 5 mg?

Bukti utamanya berasal dari Zinc Therapeutic Dose Trial (ZTDT), uji klinis acak multisenter oleh Dhingra dan kawan-kawan. (5) Uji ini melibatkan sekitar 4.500 anak usia 6–59 bulan dengan diare akut di India dan Tanzania. Peserta menerima zinc sulfat 5 mg, 10 mg, atau 20 mg per hari selama 14 hari. (5)

Hasilnya, dosis yang lebih rendah memberikan luaran diare yang serupa dengan dosis 20 mg: (5)

•  Proporsi diare yang berlangsung lebih dari 5 hari sebesar 7,2% pada kelompok 5 mg, 7,7% pada kelompok 10 mg, dan 6,5% pada kelompok 20 mg.

•  Rata-rata jumlah tinja diare hampir sama, yaitu 10,8, 10,9, dan 10,7 kali.

•  Muntah dalam 30 menit setelah pemberian terjadi pada 13,7% anak di kelompok 5 mg, 15,6% di kelompok 10 mg, dan 19,3% di kelompok 20 mg.

Dalam tinjauan bukti WHO, dosis 5 mg dibandingkan 20 mg menurunkan risiko muntah sebesar 29% (risk ratio [RR] 0,71; 95% confidence interval [CI] 0,59–0,86). (4) Pertimbangan inilah yang paling menentukan. WHO menyatakan bahwa rekomendasi dosis didorong oleh berkurangnya muntah dan tidak adanya inferioritas pada luaran diare. (4)

WHO juga mengakui masalah di lapangan. Dosis 20 mg dinilai sulit diterapkan, dan upaya pemerintah selama ini belum menghasilkan peningkatan cakupan maupun penerimaan yang diharapkan. (4) Muntah dapat mengganggu pemberian oralit, ASI, dan makanan, menurunkan kepatuhan, serta memicu kunjungan ulang. (4)

Mengapa Rekomendasinya Kondisional?

Rekomendasi dosis 5 mg berstatus kondisional karena kepastian buktinya rendah. (4) Ada beberapa keterbatasan yang dapat menjelaskan hal ini.

Pertama, perbandingan langsung antardosis hanya berasal dari sedikit uji klinis. Dari 38 uji klinis primer dalam tinjauan WHO, hanya satu yang membandingkan dosis rendah dengan dosis tinggi. (4) Kedua, sebagian besar uji klinis dilakukan pada balita. Hanya empat studi yang melibatkan anak usia 5 hingga 10 tahun. (4) ZTDT sendiri hanya melibatkan anak usia 6–59 bulan. (5) Artinya, penerapan dosis 5 mg pada bayi di bawah 6 bulan dan anak usia sekolah sebagian besar merupakan ekstrapolasi.

Ketiga, hasil ZTDT tidak seragam antarlokasi. Penurunan muntah lebih besar pada anak di India dibandingkan di Tanzania. (5) Variasi ini wajar dipertimbangkan sebelum hasilnya diterapkan pada populasi lain, termasuk Indonesia.

Bagaimana Membaca Rekomendasi Kondisional?

Rekomendasi WHO disusun dengan pendekatan Grading of Recommendations Assessment, Development and Evaluation (GRADE). Dalam kerangka GRADE, rekomendasi kuat berarti sebagian besar pasien yang mendapat informasi lengkap akan memilih tindakan yang direkomendasikan. (6)

Rekomendasi kondisional, yang dulu disebut rekomendasi lemah, memiliki makna berbeda. Pilihan pasien dapat bervariasi sesuai nilai dan preferensinya, sehingga klinisi perlu memastikan tata laksana sejalan dengan nilai dan preferensi tersebut. (6)

Bagi praktik, rekomendasi kondisional bukan berarti rekomendasi yang meragukan. Rekomendasi ini menunjukkan bahwa manfaat dosis 5 mg kemungkinan lebih besar daripada kerugiannya, tetapi keputusan akhirnya perlu mempertimbangkan konteks. Konteks tersebut mencakup ketersediaan sediaan, kebiasaan di fasilitas kesehatan, kemampuan orang tua mengukur dosis, dan seberapa sering muntah menjadi masalah pada pasien.

Apakah Pedoman Nasional Sudah Diperbarui?

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi Kementerian Kesehatan yang mengadopsi dosis 5 mg. Rujukan yang beredar masih menggunakan dosis lama. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare menyebut 10 mg untuk bayi di bawah 6 bulan dan 20 mg untuk anak di atas 6 bulan, selama 10 hari. (1) Informasi produk tablet zink dispersibel yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mencantumkan 10 mg untuk bayi 2–6 bulan dan 20 mg untuk anak 6 bulan hingga 5 tahun. (2)

Perbedaan ini tidak berarti salah satunya keliru. Pedoman nasional umumnya memerlukan waktu untuk mengadaptasi pedoman WHO, termasuk menyesuaikan sediaan, logistik, pelatihan, dan materi edukasi. Bila ada pembaruan dari Kemenkes atau organisasi profesi, dokter perlu memeriksanya kembali.

Ikuti WHO Sekarang atau Tunggu Pedoman Nasional?

Pilihan ini sangat bergantung pada tempat dan cara dokter bekerja.

Di fasilitas yang menjalankan program, seperti puskesmas dengan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), logistik dan pencatatan mengikuti pedoman nasional. Dalam situasi ini, wajar untuk tetap memakai dosis nasional sambil menunggu pembaruan resmi. Dosis 20 mg tetap merupakan dosis yang efektif. Pada ZTDT, luaran diarenya setara dengan dosis yang lebih rendah. (5)

Di praktik mandiri atau klinik, dokter memiliki ruang lebih besar untuk menimbang bukti terbaru. Karena rekomendasinya kondisional, penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. Keputusan sebaiknya didokumentasikan dengan jelas dan disertai instruksi dosis yang mudah dipahami orang tua. Kebijakan internal fasilitas juga perlu diperhatikan.

Bolehkah Dosis Diturunkan Hanya bila Anak Mual atau Muntah?

Pendekatan ini masuk akal sebagai jalan tengah, meskipun belum diuji secara khusus dalam uji klinis. Muntah adalah alasan utama WHO menurunkan dosis, sementara efek terhadap diare relatif sama pada dosis 5, 10, dan 20 mg. (4,5) Menurunkan dosis pada anak yang muntah setelah pemberian zinc sejalan dengan logika tersebut.

Sebagai pembanding, Buku Saku Lintas Diare memberikan solusi lain. Bila anak muntah sekitar 30 menit setelah minum zinc, zinc diberikan lagi dalam potongan lebih kecil beberapa kali sampai satu dosis penuh tercapai. (1) Strategi ini mempertahankan dosis total, sedangkan strategi menurunkan dosis mengurangi paparan zinc itu sendiri.

Kelemahan pendekatan reaktif adalah anak tetap harus mengalami muntah terlebih dahulu. Muntah pertama dapat mengganggu pemberian oralit dan menurunkan kepercayaan orang tua terhadap pengobatan. (4)

Bagaimana Memberikan 5 mg bila Sediaannya Belum Ada?

Sediaan zinc 5 mg dalam satu dosis siap pakai belum tersedia di Indonesia. Menurut ringkasan formulasi yang beredar, zinc tersedia sebagai tetes 10 mg/mL, sirup 10 mg/5 mL dan 20 mg/5 mL, serbuk 10 mg, dan tablet dispersibel 20 mg. (7) Kesesuaian sediaan dengan daftar ini perlu dicek kembali di apotek atau fasilitas setempat.

Dari sediaan tersebut, dosis 5 mg secara aritmetika dapat diperoleh dengan cara berikut:

Tabel 2. Konversi Volume untuk Dosis Zinc 5 mg

SediaanVolume atau bagian untuk 5 mg
Tetes 10 mg/mL0,5 mL
Sirup 10 mg/5 mL2,5 mL
Sirup 20 mg/5 mL1,25 mL
Tablet dispersibel 20 mg¼ tablet

 

Perhitungan ini merupakan konversi dosis, bukan anjuran dari label produk. Label produk masih mencantumkan dosis 10 mg dan 20 mg. (2) Konversi ini juga membawa beberapa risiko praktis:

•  Volume kecil sulit diukur. Volume 1,25 mL atau 0,5 mL memerlukan spuit oral atau pipet berskala, bukan sendok makan atau sendok teh.

•  Membagi tablet menjadi empat tidak presisi. Sirup atau tetes umumnya lebih mudah diukur dengan tepat.

•  Risiko salah dosis meningkat bila instruksi tidak jelas, terutama karena orang tua mungkin sudah terbiasa dengan dosis lama.

•  Kepatuhan durasi tetap penting. Pemberian dilanjutkan 10–14 hari meskipun diare sudah berhenti. (1,4)

Bila memilih dosis 5 mg, tuliskan dosis dalam mg dan mL, berikan alat ukur yang sesuai, dan minta orang tua mengulang cara pemberiannya.

Zinc hanyalah satu bagian dari tata laksana diare. Pertimbangan penggunaan obat lain dibahas pada artikel apakah anak boleh diberikan obat antidiare. Untuk kasus diare yang terjadi bersamaan pada banyak anak, lihat juga muntah dan diare massal di sekolah.

Kelebihan dan Kekurangan Mengikuti Dosis 5 mg

Tabel 3. Pertimbangan Penerapan Dosis Zinc 5 mg

KelebihanKekurangan
Risiko muntah lebih rendah (RR 0,71 dibandingkan 20 mg) (4)Kepastian bukti rendah dan rekomendasinya kondisional (4)
Luaran diare setara dengan dosis 20 mg pada balita (5)Data untuk bayi <6 bulan dan anak 5–10 tahun terbatas (4,5)
Berpotensi meningkatkan kepatuhan dan kelancaran pemberian oralit (4)Belum ada sediaan 5 mg siap pakai di Indonesia
Satu dosis untuk semua usia hingga 10 tahun (4)Perlu pengukuran volume kecil, sehingga risiko salah dosis meningkat
Sejalan dengan pedoman global terbaru (3)Belum sejalan dengan pedoman nasional dan label produk (1,2)

 

Kesimpulan

WHO kini menyarankan zinc 5 mg untuk diare akut cair dan diare persisten pada anak hingga 10 tahun, terutama karena dosis ini lebih jarang menimbulkan muntah dengan efek terhadap diare yang setara. (4,5) Namun, rekomendasi dosisnya bersifat kondisional dengan kepastian bukti rendah. (4)

Di Indonesia, pedoman yang beredar masih memakai dosis 10 mg dan 20 mg, dan sediaan 5 mg belum tersedia. (1,2) Dalam program seperti MTBS, mengikuti dosis nasional tetap merupakan pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Di luar program, dosis 5 mg dapat dipertimbangkan, terutama pada anak yang muntah, dengan konversi dari sirup atau tetes dan instruksi yang sangat jelas. Hal yang tidak boleh berubah adalah zinc tetap diberikan bersama oralit dan dilanjutkan sampai masa terapinya selesai.

FAQ

Berapa dosis zinc untuk diare anak menurut WHO terbaru?

WHO menyarankan zinc oral 5 mg per hari untuk anak hingga 10 tahun dengan diare akut cair atau diare persisten, dengan durasi 10–14 hari. (4)

Apakah dosis zinc 20 mg masih boleh diberikan?

Dosis 20 mg masih tercantum dalam pedoman yang beredar di Indonesia dan dalam label produk. (1,2) Dalam uji klinis, dosis ini memberikan luaran diare yang setara dengan dosis yang lebih rendah, meskipun lebih sering menimbulkan muntah. (5)

Mengapa WHO menurunkan dosis zinc menjadi 5 mg?

Dosis 5 mg menurunkan risiko muntah dibandingkan 20 mg, sementara efeknya terhadap diare tidak lebih rendah. WHO juga menilai dosis 20 mg sulit diterapkan di lapangan. (4)

Bagaimana cara memberikan zinc 5 mg bila hanya tersedia sirup 10 mg/5 mL?

Secara perhitungan, 5 mg setara dengan 2,5 mL sirup 10 mg/5 mL. Gunakan spuit oral atau pipet berskala agar volumenya tepat. (7)

Daftar Pustaka

1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku petugas kesehatan: lintas diare. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2011.

2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Tablet zink dispersibel: informasi produk [Internet]. Jakarta: BPOM; [cited 2026 Oct 20]. Available from: https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/obat_baru/Tab%20Zink%20Disp.pdf

3. World Health Organization. Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age [Internet]. Geneva: WHO; 2024 Dec 31 [cited 2026 Oct 20]. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240103412

4. World Health Organization. Evidence and recommendations. In: Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age [Internet]. Geneva: WHO; 2024 [cited 2026 Oct 20]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK611550/

5. Dhingra U, Kisenge R, Sudfeld CR, et al. Lower-dose zinc for childhood diarrhea: a randomized, multicenter trial. N Engl J Med. 2020;383(13):1231–41. doi:10.1056/NEJMoa1915905

6. Guyatt GH, Oxman AD, Kunz R, Falck-Ytter Y, Vist GE, Liberati A, et al. Going from evidence to recommendations. BMJ. 2008;336(7652):1049–51. doi:10.1136/bmj.39493.646875.AE

7. Alomedika. Formulasi zinc [Internet]. Jakarta: Alomedika; 2025 Jul 3 [cited 2026 Oct 20]. Available from: https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-cerna/antispasmodik-dan-antidiare/zinc/formulasi


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan