Edukasi
Red Flags pada Pasien dengan ISPA: Kapan Perlu Dirujuk?
31 Agustus 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

"Red flag ISPA pada anak meliputi napas cepat atau sesak, sianosis, retraksi dinding dada, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, dan demam tinggi tak terkontrol. Rujukan segera diperlukan bila tanda ini muncul, terutama pada bayi di bawah 90 hari atau anak dengan penyakit penyerta kronis."
Red Flags pada Pasien dengan ISPA: Kapan Perlu Dirujuk?
Ringkasan: Red flag ISPA pada anak meliputi napas cepat atau sesak, sianosis, retraksi dinding dada, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, dan demam tinggi tak terkontrol. Rujukan segera diperlukan bila tanda ini muncul, terutama pada bayi di bawah 90 hari atau anak dengan penyakit penyerta kronis.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan kelompok penyakit yang memengaruhi paru dan saluran napas, mencakup kondisi ringan seperti common cold hingga infeksi berat yang berpotensi mengancam nyawa. (1) Sebagian besar kasus ISPA pada anak bersifat self-limiting dan dapat ditangani rawat jalan, namun sejumlah pasien menunjukkan red flag ISPA yang mengindikasikan perburukan klinis dan memerlukan rujukan segera ke fasilitas dengan kapasitas penanganan lebih tinggi. Mengenali red flag ISPA sejak dini penting bagi dokter dan tenaga kesehatan primer agar keputusan rujukan dapat diambil tepat waktu, sebelum komplikasi berkembang.
Apa yang Membedakan ISPA Ringan dari ISPA yang Memerlukan Kewaspadaan?
Gejala ISPA dapat memengaruhi saluran napas atas maupun bawah, mulai dari hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan, hingga batuk yang dapat berkembang menjadi infeksi paru serius seperti pneumonia. (1) Pada anak, pneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global untuk usia di bawah 5 tahun. (2) Oleh karena itu, setiap anak dengan ISPA perlu dinilai bukan hanya berdasarkan gejala respiratori, tetapi juga tanda sistemik yang menunjukkan perburukan kondisi.
Red Flag ISPA yang Menunjukkan Perlunya Rujukan Segera
Tanda bahaya berikut, bila ditemukan pada anak dengan ISPA, menandakan perlunya evaluasi dan rujukan emergensi: (1)
Napas cepat atau tampak kesulitan bernapas
Bibir atau wajah kebiruan (sianosis)
Retraksi dinding dada pada setiap tarikan napas
Nyeri dada
Nyeri otot berat, misalnya anak menolak berjalan
Tanda dehidrasi, seperti tidak berkemih selama 8 jam, mulut kering, atau tidak keluar air mata saat menangis
Penurunan kesadaran atau tidak responsif saat terjaga
Kejang
Demam di atas 40°C yang tidak terkontrol dengan antipiretik
Pada bayi di bawah 12 minggu, demam berapa pun (≥38°C) merupakan tanda bahaya
Demam atau batuk yang sempat membaik namun kembali muncul atau memberat
Selain tanda tersebut, pemeriksaan fisik yang mengarah pada distres napas, seperti takipnea, napas cuping hidung, retraksi dinding dada bawah, atau hipoksia saat bernapas udara ruangan, menjadi indikator penting perburukan pada anak dengan kecurigaan pneumonia. Pada bayi, red flag dapat tampil berbeda, misalnya ketidakmampuan menyusu atau minum, merintih (grunting), atau apnea. Perlu diingat bahwa tidak ada satu temuan pemeriksaan fisik tunggal yang secara akurat dapat mendiagnosis pneumonia; kombinasi demam, takipnea, ronki fokal, dan penurunan suara napas justru meningkatkan kecurigaan ke arah pneumonia pada pencitraan toraks. (2)
Kelompok Anak dengan Risiko Tinggi yang Memerlukan Perhatian Lebih
Beberapa kelompok anak dengan ISPA memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan dan perlu diwaspadai lebih ketat, yaitu anak berusia di bawah 2 tahun serta anak dengan kondisi penyerta seperti penyakit paru kronis, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal kronis, sistem imun yang lemah, atau disabilitas. (1) Pada kasus pneumonia, neonatus dan bayi di bawah 90 hari, anak dengan gangguan imun, serta anak dengan penyakit kronis seperti anemia sel sabit atau fibrosis kistik umumnya memerlukan perawatan rawat inap. (2)
Kapan Pasien ISPA Perlu Dirujuk ke Fasilitas dengan Kapasitas Lebih Tinggi?
Rujukan atau rawat inap diindikasikan pada anak dengan distres napas disertai oksigenasi rendah, efusi parapneumonia, faktor sosial yang menghambat akses layanan kesehatan, kegagalan terapi rawat jalan, atau kecurigaan tuberkulosis. Anak dengan distres napas berat dapat memerlukan terapi oksigen tambahan hingga ventilasi mekanik. Pada anak dengan pneumonia bakterial tanpa komplikasi yang tidak menunjukkan perbaikan dalam 72 jam setelah terapi, perlu dilakukan evaluasi ulang untuk menyingkirkan komplikasi seperti pneumotoraks, empiema, atau efusi pleura. Sebelum memulangkan pasien, instruksi pulang yang jelas mengenai tanda bahaya yang harus diwaspadai orang tua, disertai rencana kontrol ke dokter anak, menjadi bagian penting dari tata laksana. (2)
FAQ
Apakah semua anak dengan demam pada ISPA perlu dirujuk?
Tidak. Demam merupakan gejala umum pada ISPA dan sebagian besar dapat ditangani rawat jalan. Rujukan diperlukan bila demam disertai red flag lain, seperti demam tinggi tak terkontrol, demam pada bayi di bawah 12 minggu, atau demam yang sempat membaik lalu kembali memberat. (1)
Bagaimana membedakan retraksi dinding dada yang mengarah pada red flag?
Retraksi dinding dada yang muncul pada setiap tarikan napas menunjukkan distres napas signifikan dan merupakan red flag yang memerlukan evaluasi segera. (1) Pada penilaian klinis pneumonia, retraksi dinding dada bawah termasuk salah satu tanda distres napas yang perlu diperiksa bersama takipnea, napas cuping hidung, dan hipoksia. (2)
Apa yang perlu dievaluasi bila kondisi anak dengan pneumonia tidak membaik setelah terapi awal?
Anak dengan pneumonia bakterial tanpa komplikasi yang belum membaik dalam 72 jam sejak terapi dimulai perlu dievaluasi ulang untuk kemungkinan komplikasi seperti pneumotoraks, empiema, atau efusi pleura. (2)
Kesimpulan
Pengenalan red flag ISPA secara cepat dan tepat menjadi kunci dalam menentukan kapan pasien anak memerlukan rujukan. Kombinasi antara pengamatan tanda bahaya sistemik, penilaian distres napas, dan penggunaan alat bantu triase seperti PAT dapat membantu dokter dan tenaga kesehatan primer mengambil keputusan klinis lebih cepat, terutama pada anak berusia di bawah 2 tahun, bayi di bawah 90 hari, atau anak dengan penyakit penyerta. Edukasi kepada orang tua mengenai tanda bahaya yang harus diwaspadai di rumah, disertai instruksi kontrol yang jelas, tetap menjadi bagian penting dari tata laksana ISPA pada anak untuk mencegah keterlambatan rujukan.
Daftar Pustaka
Centers for Disease Control and Prevention. About Respiratory Illnesses [Internet]. Atlanta: CDC; 2025 [cited 2026 Aug 31]. Available from: https://www.cdc.gov/respiratory-viruses/about/index.html
Ebeledike C, Ahmad T. Pediatric Pneumonia. [Updated 2023 Jan 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536940/
Tørisen TAG, Glanville JM, Loaiza AF, Bidonde J. Emergency pediatric patients and use of the pediatric assessment triangle tool (PAT): a scoping review. BMC Emerg Med. 2024 Sep 4;24(1):158. doi: 10.1186/s12873-024-01068-w. PMID: 39227775; PMCID: PMC11373272.




