Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Obat Radang Tenggorokan: Pilihan Obat Sesuai Penyebab dan Gejalanya

4 September 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Obat Radang Tenggorokan: Pilihan Obat Sesuai Penyebab dan Gejalanya

“Pemilihan obat radang tenggorokan bergantung pada penyebabnya. Faringitis viral cukup ditangani secara simptomatik tanpa antibiotik, sedangkan faringitis bakterial akibat Streptococcus grup A memerlukan antibiotik seperti penisilin atau amoksisilin setelah dikonfirmasi melalui skor klinis seperti Centor atau McIsaac.”


Radang Tenggorokan Paling Sering Disebabkan oleh Virus, Bukan Bakteri


Sebagian besar kasus radang tenggorokan atau faringitis disebabkan oleh virus saluran napas, meskipun penyebab bakterial tetap penting dikenali karena berisiko menimbulkan komplikasi. Virus saluran napas merupakan penyebab tersering faringitis, namun etiologi bakterial, khususnya Streptococcus grup A (Group A Streptococcus/GAS), tetap bermakna secara klinis karena risiko komplikasi seperti demam rematik dan glomerulonefritis. Gambaran klinis antara faringitis viral dan bakterial sering tumpang tindih sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik, dan diperlukan pendekatan diagnostik yang tepat, termasuk penggunaan alat bantu klinis seperti skor Centor, sebelum memutuskan pemeriksaan penunjang dan terapi. (1)


Secara umum, faringitis termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu infeksi yang melibatkan tenggorokan, hidung, dan paru dengan durasi gejala yang umumnya tidak melebihi 14 hari. (2) Klasifikasi ini penting secara klinis karena menegaskan bahwa sebagian besar kasus bersifat akut dan self-limiting, sehingga tata laksana awal lebih diarahkan pada identifikasi penyebab sebelum menentukan jenis obat yang diberikan.


Cara Membedakan Faringitis Viral dan Bakterial Sebelum Menentukan Obat


Skor klinis seperti Centor dan modifikasinya, yaitu skor McIsaac, digunakan untuk memperkirakan kemungkinan faringitis disebabkan oleh Streptococcus grup A sehingga dokter dapat memutuskan perlu-tidaknya pemeriksaan penunjang sebelum meresepkan antibiotik. Pendekatan berbasis skor ini penting karena gejala klinis semata tidak cukup akurat untuk membedakan penyebab viral maupun bakterial pada faringitis akut. Setiap kriteria Centor bernilai 1 poin, dan pasien dengan skor 3 atau lebih dipertimbangkan untuk menjalani pemeriksaan penunjang seperti rapid antigen detection test (RADT) sebelum antibiotik diresepkan. (1)


Tabel 1. Kriteria Centor

Kriteria CentorPoin
Eksudat tonsil1
Limfadenopati servikal anterior yang nyeri tekan1
Demam1
Tidak ada batuk1

Skor McIsaac merupakan modifikasi skor Centor yang menambahkan faktor usia pasien: satu poin ditambahkan untuk usia 3–14 tahun dan satu poin dikurangkan untuk usia 45 tahun ke atas, sementara usia 15–44 tahun tidak mengubah skor Centor yang sudah dihitung. (1)


Tabel 2. Modifikasi Skor McIsaac

Modifikasi Skor McIsaac (Skor Centor + Usia)Poin
Total skor Centor (4 kriteria di atas)0 – 4
Usia 3–14 tahun+1
Usia 15–44 tahun0
Usia ≥45 tahun−1

Di Indonesia, penggunaan skor McIsaac pada anak telah diuji melalui studi validasi yang membandingkannya dengan hasil rapid antigen detection test (RADT). Studi tersebut menemukan bahwa titik potong skor McIsaac ≥4 memberikan sensitivitas 84,62% dan spesifisitas 68,67% untuk mengidentifikasi faringitis akibat Streptococcus grup A pada anak, dengan nilai duga negatif mencapai 96,61%; sementara pada skor 5, spesifisitas meningkat menjadi 98,8% dengan nilai duga positif 83,33%. (3) Temuan ini menunjukkan bahwa skor di bawah titik potong dapat digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan faringitis bakterial dengan cukup meyakinkan, sementara skor yang tinggi memperkuat indikasi pemeriksaan konfirmasi atau pertimbangan terapi antibiotik empirik.


Obat Radang Tenggorokan Berdasarkan Penyebab


Faringitis Viral: Tidak Memerlukan Antibiotik

Faringitis akibat virus tidak boleh diobati dengan antibiotik. (4) Pasien dengan gejala klinis yang jelas mengarah pada infeksi virus bahkan tidak memerlukan pemeriksaan Streptococcus grup A, karena pemberian antibiotik pada kasus ini tidak memberikan manfaat klinis dan hanya meningkatkan risiko efek samping serta resistensi antibiotik. (4) Tata laksana faringitis viral bersifat simptomatik, ditujukan untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan hingga infeksi mereda dengan sendirinya.


Faringitis Bakterial (Streptococcus Grup A)

Antibiotik diperlukan apabila faringitis dikonfirmasi disebabkan oleh Streptococcus grup A. Penisilin atau amoksisilin merupakan antibiotik pilihan utama untuk mengobati faringitis akibat Streptococcus grup A. (4) Pemilihan antibiotik yang tepat penting tidak hanya untuk mempercepat perbaikan gejala, tetapi juga untuk mencegah komplikasi supuratif maupun non-supuratif yang dapat timbul apabila infeksi Streptococcus grup A tidak tertangani secara adekuat.


Obat untuk Meredakan Gejala Nyeri dan Peradangan Tenggorokan


Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) sebagai Analgesik Simptomatik


OAINS merupakan pilihan analgesik yang umum digunakan secara bebas untuk meredakan nyeri dan demam yang menyertai infeksi saluran napas akut, termasuk radang tenggorokan. (5) Sebuah tinjauan sistematis terhadap 34 uji klinis acak pada anak dan dewasa dengan infeksi saluran napas akut menemukan bukti berkualitas tinggi bahwa OAINS efektif menurunkan demam, sementara efeknya terhadap batuk masih belum pasti; sebagian besar studi yang dianalisis menunjukkan bahwa OAINS secara signifikan meredakan nyeri tenggorok. (5)


Meski demikian, penggunaan OAINS tetap perlu mempertimbangkan konteks klinis pasien secara individual. Tinjauan Cochrane mencatat bahwa OAINS berpotensi memengaruhi fungsi neutrofil, yang secara teoretis dikhawatirkan dapat memperpanjang perjalanan infeksi saluran napas akut atau meningkatkan risiko komplikasi supuratif seperti abses peritonsil, meskipun manfaat OAINS untuk meredakan gejala radang tenggorokan secara spesifik belum pernah ditinjau secara sistematis sebelumnya. (6) Oleh karena itu, OAINS tetap menjadi pilihan analgesik simptomatik yang bermanfaat, namun idealnya digunakan dengan mempertimbangkan durasi terapi dan kondisi klinis pasien.


Kortikosteroid sebagai Terapi Tambahan pada Kasus Tertentu


Kortikosteroid dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan (adjunct) pada pasien dewasa dengan tanda tonsilitis, faringitis, atau nyeri tenggorok yang membutuhkan perbaikan gejala lebih cepat, baik di layanan gawat darurat maupun primer. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali tahun 2024 mengevaluasi efektivitas kortikosteroid sebagai terapi tambahan terhadap tata laksana standar pada pasien dewasa dengan faringitis, tonsilitis, atau nyeri tenggorok, dengan luaran yang dinilai meliputi waktu awal perbaikan nyeri, waktu resolusi nyeri sempurna, penurunan nyeri absolut pada 24 dan 48 jam, serta kebutuhan antibiotik tambahan. (7) Tinjauan ini menggunakan lima uji acak terkendali sebagai dasar analisis, sehingga penggunaan kortikosteroid pada radang tenggorokan sebaiknya tetap dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada kasus tertentu, bukan sebagai terapi rutin untuk seluruh pasien dengan radang tenggorokan.


Kesimpulan


Pemilihan obat radang tenggorokan harus didasarkan pada penyebab yang mendasarinya. Faringitis viral cukup ditangani secara simptomatik tanpa antibiotik, sementara faringitis bakterial akibat Streptococcus grup A memerlukan antibiotik lini pertama seperti penisilin atau amoksisilin setelah dikonfirmasi, idealnya dengan bantuan skor klinis seperti Centor atau McIsaac yang telah tervalidasi pula pada populasi anak Indonesia. OAINS dapat digunakan sebagai analgesik simptomatik pada kedua penyebab, sementara kortikosteroid dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada kasus tertentu yang membutuhkan perbaikan gejala lebih cepat. Pendekatan berbasis penyebab ini penting untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional sekaligus memberikan tata laksana simptomatik yang tepat bagi pasien.


FAQ


Apakah radang tenggorokan akibat virus tetap memerlukan antibiotik?

Tidak. Faringitis viral tidak boleh diobati dengan antibiotik karena tidak memberikan manfaat klinis pada infeksi virus. Pasien dengan gejala klinis yang jelas mengarah pada infeksi virus bahkan tidak memerlukan pemeriksaan Streptococcus grup A sebelum tata laksana simptomatik dimulai. (4)


Untuk apa skor Centor atau McIsaac digunakan dalam menentukan obat radang tenggorokan?

Skor Centor dan McIsaac digunakan sebagai alat bantu untuk memperkirakan kemungkinan faringitis disebabkan oleh Streptococcus grup A, sehingga dokter dapat menentukan perlu-tidaknya pemeriksaan penunjang sebelum memutuskan pemberian antibiotik. (1) Di Indonesia, skor McIsaac telah divalidasi pada populasi anak dengan titik potong ≥4 yang menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik untuk mengidentifikasi faringitis bakterial. (3)


Apakah OAINS aman digunakan sebagai obat pereda nyeri tenggorokan?

OAINS umumnya efektif meredakan nyeri tenggorok berdasarkan bukti dari berbagai uji klinis acak. (5) Namun, penggunaannya tetap perlu mempertimbangkan potensi efek pada fungsi neutrofil yang secara teoretis dapat memengaruhi perjalanan infeksi saluran napas akut, sehingga sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan klinis pasien dan tidak berkepanjangan tanpa evaluasi. (6)


Apakah kortikosteroid perlu diberikan pada semua pasien dengan radang tenggorokan?

Tidak. Kortikosteroid dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada pasien tertentu dengan faringitis, tonsilitis, atau nyeri tenggorok yang membutuhkan perbaikan gejala lebih cepat, bukan sebagai terapi rutin untuk seluruh pasien. (7)


Apakah radang tenggorokan termasuk dalam kategori ISPA?

Ya. Faringitis termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu infeksi yang melibatkan tenggorokan, hidung, dan paru dengan durasi gejala yang umumnya tidak melebihi 14 hari. (2)


Daftar Pustaka


1. Acute Pharyngitis. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; updated 6 Oktober 2024. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559007/

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diagnosis Faringitis. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan [Internet]. Tersedia dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3607/diagnosis-faringitis

3. Damayanti E, Iriani Y, Yuwono Y. Ketepatan Skoring McIsaac untuk Mengidentifikasi Faringitis Group A Streptococcus pada Anak. Sari Pediatri [Internet]. Tersedia dari: https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/223

4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Clinical Guidance for Group A Streptococcal Pharyngitis [Internet]. Updated 18 November 2025. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/group-a-strep/hcp/clinical-guidance/strep-throat.html

5. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs in acute viral respiratory tract infections: An updated systematic review [Internet]. PMC. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8881905/

6. Venekamp RP, et al. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) for acute sore throat. Cochrane Database Syst Rev [Internet]. 2020. Tersedia dari: https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD013709/full

7. Efficacy of Corticosteroids for Sore Throat Management in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Trials [Internet]. PMC. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11421831/


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan