Edukasi
Kegunaan Vaksin HPV: Manfaat Klinis di Luar Pencegahan Kanker Serviks

Human papillomavirus (HPV) merupakan agen infeksius yang berkaitan erat dengan berbagai keganasan pada area anogenital dan orofaring, dengan kanker serviks sebagai manifestasi klinis yang paling banyak diteliti. Meskipun edukasi mengenai vaksin HPV kerap berfokus pada pencegahan kanker serviks semata, dokter anak memiliki peran strategis dalam mengomunikasikan spektrum manfaat vaksin ini secara lebih komprehensif kepada orang tua, mengingat jendela vaksinasi yang optimal justru berada pada usia anak dan pra-remaja.
Beban Penyakit Akibat HPV dan Target Eliminasi Global
Tipe HPV risiko tinggi, terutama HPV-16 dan HPV-18, bertanggung jawab atas sekitar 76% kasus kanker serviks di seluruh dunia. (1) World Health Organization (WHO) menetapkan target cakupan vaksinasi HPV sebesar 90% pada anak perempuan dan laki-laki sebelum usia 15 tahun pada tahun 2030 sebagai bagian dari strategi eliminasi global kanker serviks. (1)
Bagaimana Vaksin HPV Bekerja
Secara imunologis, vaksin HPV bekerja dengan menginduksi respons antibodi neutralisasi terhadap protein kapsid L1 virus like particle, sehingga mencegah infeksi persisten yang menjadi prasyarat terjadinya transformasi sel neoplastik pada epitel yang terinfeksi. (2)
Manfaat Vaksin HPV di Luar Kanker Serviks
Di luar kanker serviks, vaksin HPV nonavalen memberikan proteksi terhadap beberapa keganasan lain yang insidensinya dilaporkan terus meningkat dan seluruhnya berkaitan dengan infeksi HPV tipe onkogenik. (3) HPV-16 dan HPV-18 diperkirakan menyebabkan sekitar 70% kanker serviks, dengan tambahan 10-20% disebabkan oleh tujuh tipe onkogenik lain yang turut tercakup dalam vaksin nonavalen. (4) Kanker-kanker berikut umumnya belum memiliki program skrining populasi yang mapan, sehingga vaksinasi HPV universal berperan besar sebagai strategi pencegahan primer:
• Kanker vulva dan vagina
• Kanker penis
• Kanker anus
• Kanker orofaring
• Kutil kelamin (kondiloma akuminata), disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11 pada sekitar 90% kasus (4)
Perlindungan pada Anak Laki-Laki dan Peran Herd Immunity
Perluasan sasaran vaksinasi pada anak laki-laki, yang mulai diintegrasikan secara bertahap dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Indonesia, turut berkontribusi terhadap pembentukan imunitas kelompok (herd immunity), yang secara tidak langsung mempercepat penurunan insidensi kanker serviks pada populasi perempuan yang belum divaksinasi. (5)
Usia Optimal dan Efektivitas Vaksinasi HPV
Efektivitas vaksin HPV sangat bergantung pada usia pemberian. Tinjauan sistematis melaporkan efektivitas tertinggi, yaitu 74-93%, pada kelompok usia 9-14 tahun, dengan efektivitas yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia saat vaksinasi pertama diberikan. (6) Temuan ini konsisten dengan prinsip bahwa vaksinasi paling efektif diberikan sebelum paparan HPV melalui kontak seksual, sehingga usia sekolah dasar hingga awal remaja merupakan jendela imunisasi yang optimal. (2) Studi kohort populasi jangka panjang di Skotlandia turut mengonfirmasi bahwa proteksi vaksin terhadap lesi prakanker serviks tetap bertahan lebih dari 12 tahun pascavaksinasi, dengan manfaat terbesar diamati pada kelompok yang divaksinasi pada usia 12-13 tahun, tanpa satu pun kasus kanker serviks yang tercatat pada kelompok tersebut selama periode pemantauan. (7)
Peran Dokter Anak dalam Edukasi Vaksinasi HPV
Bagi dokter anak, pemahaman menyeluruh mengenai spektrum manfaat vaksin HPV menjadi landasan penting dalam memberikan edukasi kepada orang tua, tidak hanya sebagai pencegahan kanker serviks, tetapi juga sebagai strategi pencegahan primer terhadap berbagai keganasan anogenital dan orofaring pada kedua jenis kelamin, sekaligus pencegahan kutil kelamin yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Dengan mengedepankan bukti ilmiah yang kuat mengenai efektivitas dan keamanan vaksin, dokter anak dapat berperan aktif dalam mendukung optimalisasi cakupan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah, sejalan dengan target eliminasi kanker serviks yang dicanangkan WHO pada tahun 2030. (1)
FAQ
Apakah vaksin HPV hanya diberikan pada anak perempuan?
Tidak. Program vaksinasi HPV di Indonesia kini secara bertahap turut menyasar anak laki-laki, mengingat perannya sebagai pembawa (carrier) HPV dan kontribusinya terhadap pembentukan imunitas kelompok. (5)
Pada usia berapa vaksin HPV idealnya diberikan?
Vaksinasi paling efektif diberikan pada usia 9-14 tahun, sebelum kemungkinan paparan HPV melalui kontak seksual, dengan efektivitas yang dilaporkan mencapai 74-93% pada rentang usia tersebut. (2, 6)
Berapa dosis vaksin HPV yang dibutuhkan pada anak usia sekolah?
Anak yang menerima dosis pertama pada usia 10-13 tahun cukup membutuhkan 2 dosis, sedangkan pemberian pada usia 16-18 tahun membutuhkan 3 dosis untuk mencapai kadar antibodi protektif yang setara. (2)
Apakah vaksin HPV hanya mencegah kanker serviks?
Tidak. Vaksin HPV nonavalen juga memberikan proteksi terhadap kanker vulva, vagina, penis, anus, dan orofaring, serta kutil kelamin, karena seluruhnya berkaitan dengan infeksi HPV tipe onkogenik. (3, 4)
Mengapa vaksinasi pada usia dini lebih dianjurkan dibandingkan usia dewasa?
Vaksinasi pada usia dini menghasilkan respons imun yang lebih kuat dan diberikan sebelum kemungkinan paparan HPV, sehingga efektivitasnya lebih tinggi dibandingkan vaksinasi pada usia dewasa yang mungkin sudah terpapar virus. (6)
Daftar Pustaka
1. World Health Organization. Cervical cancer [Internet]. Geneva: WHO; 2025 [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang vaksin HPV [Internet]. Jakarta: IDAI [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv
3. Centers for Disease Control and Prevention. Preventing HPV-associated cancers [Internet]. Atlanta: CDC; 2024 [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.cdc.gov/cancer/hpv/preventing-hpv-associated-cancers.html
4. National Cancer Institute. Human papillomavirus (HPV) vaccine fact sheet [Internet]. Bethesda: NCI; 2026 [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
5. Media Indonesia. Update vaksin HPV 2026: jadwal, harga mandiri, dan program gratis Kemenkes [Internet]. 2026 [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://mediaindonesia.com/kesehatan/860784/update-vaksin-hpv-2026-jadwal-harga-mandiri-dan-program-gratis-kemenkes
6. Rostami Varnousfaderani M, Khoshnazar Z, Zeratie H, Hosseini Koukamari P. Optimizing HPV vaccine effectiveness: impact of vaccination age and dose schedule on immunogenicity and cervical cancer prevention. Front Public Health. 2025;13:1544220.
7. Palmer TJ, et al. Sustained impact of bivalent HPV immunisation on CIN incidence over two rounds of cervical screening. Int J Cancer. 2025. DOI: 10.1002/ijc.70183.




