Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Vaksin untuk Mencegah Infeksi Pernapasan pada Anak: dari Influenza hingga Pneumokokus

Vaksin untuk Mencegah Infeksi Pernapasan pada Anak: dari Influenza hingga Pneumokokus

"IDAI merekomendasikan tiga vaksin yang secara spesifik menyasar patogen penyebab infeksi saluran pernapasan pada anak: vaksin influenza, vaksin pneumokokus (PCV), dan vaksin Hib, ditambah vaksin DTP dan MR/MMR yang mencegah komplikasi pernapasan akibat pertusis dan campak, dengan jadwal mengikuti Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI 2024."

Pendahuluan

Infeksi saluran pernapasan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun. (1) Meskipun mayoritas kematian akibat pneumonia pada anak terjadi di negara berkembang, beban penyakit ini tetap besar di negara maju, disertai biaya layanan kesehatan yang signifikan. (1) Etiologi infeksi saluran pernapasan pada anak bervariasi menurut usia dan mencakup patogen virus maupun bakteri, termasuk Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b yang kejadiannya meningkat pada anak usia 2-5 tahun. (1) Vaksinasi merupakan salah satu strategi pencegahan utama untuk menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun 2024 merekomendasikan sejumlah vaksin yang secara langsung maupun tidak langsung berperan dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan pada anak, mulai dari vaksin influenza hingga vaksin pneumokokus. (2)

Mengapa Infeksi Saluran Pernapasan Menjadi Perhatian Utama pada Anak?

Secara global, diperkirakan terdapat 120 juta kasus pneumonia pada anak setiap tahun, dengan angka kematian yang dapat mencapai 1,3 juta jiwa. (1) Anak usia di bawah 2 tahun di negara berkembang menyumbang hampir 80% dari total kematian akibat pneumonia pada anak. (1) Di negara maju, prognosis pneumonia relatif lebih baik, namun beban penyakitnya tetap besar dengan sekitar 2,5 juta kasus per tahun, dan sekitar sepertiga hingga separuh di antaranya memerlukan rawat inap. (1)

Etiologi infeksi saluran pernapasan pada anak bervariasi menurut kelompok usia. Pada neonatus, patogen bakteri yang berasal dari jalan lahir seperti streptokokus grup B, Klebsiella, Escherichia coli, dan Listeria monocytogenes menjadi risiko utama. (1) Pada bayi dan balita usia 30 hari hingga 2 tahun, virus merupakan penyebab tersering infeksi saluran pernapasan, dan pola ini berlanjut pada anak usia 2-5 tahun, meski pada kelompok usia ini juga terjadi peningkatan kasus yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b. (1) Pada anak usia 5-13 tahun, Mycoplasma pneumoniae sering ditemukan, meskipun S. pneumoniae tetap menjadi organisme tersering yang teridentifikasi. (1) Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap berisiko lebih tinggi terhadap patogen yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksin. (1)

Vaksin Apa Saja yang Dapat Mencegah Infeksi Pernapasan pada Anak?

Berdasarkan Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI 2024, terdapat tiga vaksin yang secara spesifik ditujukan untuk mencegah patogen penyebab infeksi saluran pernapasan pada anak, yaitu vaksin influenza, vaksin pneumokokus (PCV), dan vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib). (2) Selain itu, vaksin DTP dan MR/MMR turut berperan mencegah komplikasi pernapasan yang dapat timbul akibat pertusis dan campak. (2)

Vaksin Influenza

Vaksin influenza disuntikkan secara intramuskular mulai usia 6 bulan. (2) Untuk seri pertama pada anak usia 6 bulan hingga 8 tahun, vaksin diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 4 minggu, sedangkan anak usia 9 tahun ke atas cukup mendapat 1 dosis. (2) Vaksinasi kemudian diulang setiap tahun menggunakan vaksin influenza yang tersedia saat itu. (2) Studi surveilans pascapandemi pada anak bergejala turut mencatat bahwa virus influenza berkontribusi terhadap beban rawat inap anak dengan demam, memperkuat pentingnya vaksinasi influenza pada populasi anak. (3)

Vaksin Pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV disuntikkan secara intramuskular pada usia 2, 4, dan 6 bulan, dengan booster pada usia 12-15 bulan. (2) Jika belum diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV dapat diberikan 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan, ditambah booster pada usia 12-15 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. (2) Untuk anak yang belum mendapat PCV pada usia 1-2 tahun, vaksin diberikan 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan, sedangkan pada usia 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan atau PCV13/PCV15 diberikan 1 kali. (2) Program imunisasi nasional Indonesia menggunakan PCV13 dengan jadwal usia 2, 3, dan 12 bulan. (2)

Pentingnya vaksinasi PCV berkaitan dengan peran Streptococcus pneumoniae sebagai penyebab bakteri tersering pneumonia pada anak, terutama pada kelompok usia 2-5 tahun. (1) Data epidemiologi juga menunjukkan bahwa pengenalan vaksin pneumokokus telah menurunkan risiko pneumonia secara signifikan di Amerika Serikat. (1)

Vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe b)

Vaksin Hib diberikan secara intramuskular dalam bentuk kombinasi vaksin pentavalen atau heksavalen bersama DTPw/DTPa, pada usia 2, 4, 6 bulan atau 2, 3, 4 bulan, dengan booster pada usia 18 bulan. (2) Vaksinasi ini penting karena Haemophilus influenzae tipe b turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus pneumonia bakteri pada anak usia 2-5 tahun. (1)

Bagaimana Peran Vaksin DTP dan MR/MMR dalam Mencegah Komplikasi Pernapasan?

Vaksin DTP. Vaksin DTPw atau DTPa dapat mulai diberikan pada usia 6 minggu, dengan jadwal usia 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan. (2) Booster pertama diberikan pada usia 18 bulan, dilanjutkan booster berikutnya pada usia 5-7 tahun dan 10-18 tahun menggunakan Td/Tdap. (2) Vaksin ini mencegah pertusis, salah satu penyebab infeksi saluran pernapasan pada anak yang dapat menimbulkan komplikasi berat bila tidak dicegah.

Vaksin MR/MMR. Vaksin MR diberikan secara subkutan mulai usia 9 bulan, dosis kedua pada usia 15-18 bulan, dan dosis ketiga pada usia 5-7 tahun. (2) Bila anak belum mendapat MR hingga usia 12 bulan, vaksin MR/MMR tetap dapat diberikan, dengan dosis kedua berjarak 6 bulan dan dosis ketiga pada usia 5-7 tahun. (2) Campak dapat menimbulkan komplikasi pernapasan berat pada anak, sehingga vaksinasi ini turut berperan dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan.

Mengapa Anak yang Sudah Diimunisasi Masih Bisa Mengalami Infeksi Pernapasan?

Meski telah mendapat vaksinasi lengkap, anak tetap berisiko mengalami infeksi saluran pernapasan akibat patogen virus yang belum memiliki vaksin dalam program imunisasi rutin di Indonesia. Sebuah studi surveilans pascapandemi pada anak bergejala di Ghana menemukan bahwa dari 303 anak yang diperiksa, virus pernapasan terdeteksi pada 33,0% sampel, dengan human metapneumovirus (HMPV) sebagai virus tersering (12,0%), diikuti respiratory syncytial virus/RSV (8,9%), dan adenovirus manusia (6,6%). (3) Studi tersebut juga menemukan bahwa anak usia kurang dari 6 bulan memiliki risiko lebih tinggi terdeteksi RSV dibandingkan anak usia 37-60 bulan. (3) Hingga saat ini, RSV dan HMPV belum termasuk dalam Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI 2024. (2)

Pada infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus, tata laksana bersifat suportif dan simtomatik, seperti pemberian oksigen tambahan untuk hipoksia, antipiretik untuk demam, serta cairan untuk mengatasi dehidrasi; antibiotik tidak diindikasikan pada kasus ini. (1)


Tabel 1. Ringkasan jadwal vaksin terkait pencegahan infeksi pernapasan pada anak (IDAI 2024) (2)

Vaksin

Jadwal Dasar

Booster / Pengulangan

Influenza

Mulai usia 6 bulan; usia 6 bulan–8 tahun: 2 dosis interval 4 minggu; usia ≥9 tahun: 1 dosis

Diulang 1 dosis setiap tahun

PCV (pneumokokus)

Usia 2, 4, dan 6 bulan

Booster usia 12–15 bulan

Hib

Usia 2, 4, 6 bulan atau 2, 3, 4 bulan (kombinasi dengan DTP)

Booster usia 18 bulan

DTP

Mulai usia 6 minggu; usia 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan

Booster usia 18 bulan, 5–7 tahun, dan 10–18 tahun (Td/Tdap)

MR/MMR

Mulai usia 9 bulan

Dosis kedua usia 15–18 bulan; dosis ketiga usia 5–7 tahun


FAQ

Apakah anak yang sudah rutin imunisasi masih bisa terkena pneumonia?

Anak yang telah mendapat imunisasi lengkap tetap dapat mengalami pneumonia karena penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus yang belum tercakup dalam program vaksinasi rutin. (1) Sebaliknya, anak yang belum diimunisasi berisiko lebih tinggi terhadap patogen yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksin, seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b. (1)

Kapan sebaiknya vaksin influenza mulai diberikan pada anak?

Vaksin influenza dapat mulai diberikan sejak anak berusia 6 bulan. (2) Untuk anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali menerima vaksin ini, diperlukan 2 dosis dengan interval 4 minggu, sebelum dilanjutkan dengan pengulangan setiap tahun. (2)

Apakah tersedia vaksin untuk RSV pada anak di Indonesia?

Berdasarkan Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI 2024, belum tersedia vaksin RSV dalam program imunisasi rutin anak di Indonesia. (2) RSV merupakan salah satu virus pernapasan dengan prevalensi cukup tinggi pada anak, dan bayi usia kurang dari 6 bulan menunjukkan risiko deteksi RSV yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. (3)

Kapan anak dengan infeksi pernapasan perlu dirawat inap di rumah sakit?

Neonatus dan bayi berusia kurang dari 90 hari, serta anak dengan kondisi imunokompromais atau penyakit kronis seperti anemia sel sabit dan fibrosis kistik, sebaiknya dirawat inap untuk penanganan infeksi pernapasan. (1) Perawatan juga umumnya diperlukan pada anak dengan distres pernapasan disertai saturasi oksigen rendah. (1)

Kesimpulan

Vaksinasi tetap menjadi strategi utama dalam menurunkan beban infeksi saluran pernapasan pada anak. Vaksin influenza, PCV, dan Hib secara langsung menyasar patogen pernapasan tersering, sementara vaksin DTP dan MR/MMR berperan mencegah komplikasi pernapasan akibat pertusis dan campak. Dokter dan tenaga kesehatan perlu memastikan kepatuhan jadwal imunisasi sesuai rekomendasi IDAI 2024, sekaligus tetap waspada terhadap patogen virus pernapasan yang belum tercakup dalam program vaksinasi rutin, seperti RSV dan HMPV, dengan tata laksana suportif yang tepat pada kasus-kasus tersebut.

Daftar Pustaka

1. Ebeledike C, Ahmad T. Pediatric Pneumonia. [Updated 2023 Jan 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536940/

2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun. Jakarta: IDAI; 2024. Available from: https://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/jadwal-imunisasi-anak-usia-0-18-tahun

3. Adu-Gyamfi C, Asamoah JA, Frimpong JO, Larbi R, Ansah RO, Aryeetey SNA, Gorman R, Acheampong HK, Nyarko-Afriyie E, Hayford M, Tetteh HD, Boampong K, Barnor V, Brenya PK, Ayensu F, Ayisi-Boateng NK, El-Duah P, Drosten C, Phillips RO, Sylverken AA, Owusu M. Prevalence of common respiratory viruses in children: insights from post-pandemic surveillance. BMC Infect Dis. 2025 Jul 1;25(1):824.


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan