Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Skema Dosis Vaksin HPV dan Panduan Interval Berdasarkan Usia

14 Agustus 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Skema Dosis Vaksin HPV dan Panduan Interval Berdasarkan Usia

Sejak akhir 2022, rekomendasi mengenai jumlah dan jarak dosis vaksin human papillomavirus (HPV) mengalami perubahan signifikan menyusul terbitnya WHO Position Paper yang mengesahkan skema dosis tunggal sebagai alternatif skema 2 dosis. Perubahan ini turut diadopsi oleh program imunisasi nasional Indonesia sejak 2025, sehingga penting bagi dokter anak untuk memperbarui pemahaman mengenai jadwal dan interval vaksinasi HPV terkini sebelum memberikan edukasi kepada orang tua.

Rekomendasi WHO: Skema Dosis Tunggal

Pada Desember 2022, WHO memperbarui rekomendasi jadwal vaksinasi HPV melalui position paper yang merekomendasikan skema 1 atau 2 dosis untuk kelompok sasaran utama, yaitu anak perempuan usia 9-14 tahun, serta perempuan muda usia 15-20 tahun. Perempuan yang memulai vaksinasi di atas usia 21 tahun tetap direkomendasikan menerima 2 dosis dengan interval minimal 6 bulan. (1) Rekomendasi ini didasarkan pada bukti imunogenisitas yang menunjukkan bahwa satu dosis vaksin HPV menghasilkan respons antibodi yang tinggi dan bertahan lama, dengan tingkat proteksi yang sebanding terhadap infeksi HPV persisten dibandingkan skema multidosis. (2) Individu dengan kondisi imunokompromais, termasuk yang hidup dengan HIV, tetap direkomendasikan menerima minimal 2 dosis, idealnya 3 dosis. (1)

Skema Dosis Tunggal dalam Program BIAS Indonesia

Mengacu pada kebijakan WHO SAGE dan komitmen eliminasi kanker leher rahim sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/2176/2023, Kementerian Kesehatan RI resmi mengubah jumlah dosis imunisasi HPV dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dari 2 dosis menjadi 1 dosis, berlaku sejak tahun 2025. (3) Skema dosis tunggal ini konsisten dengan rekomendasi WHO untuk kelompok sasaran usia 9-14 tahun dan 15-20 tahun, sedangkan perempuan yang memulai vaksinasi di atas usia 21 tahun tetap membutuhkan 2 dosis dengan interval 6 bulan. (4) Pada tahun 2026, sasaran BIAS turut diperluas kepada anak laki-laki usia 11 tahun (kelas 5 SD), yang juga menerima skema dosis tunggal. (3)

Kapan Skema Multi-Dosis Masih Diperlukan?

Meskipun skema dosis tunggal kini menjadi pilihan utama pada program nasional, skema 2 atau 3 dosis tetap relevan pada situasi berikut:

• Perempuan yang baru memulai vaksinasi HPV di atas usia 21 tahun, yang membutuhkan 2 dosis dengan interval minimal 6 bulan (1, 4)

• Individu dengan kondisi imunokompromais atau HIV, yang membutuhkan minimal 2 dosis, idealnya 3 dosis (1)

• Vaksinasi mandiri di luar program BIAS yang mengikuti label produk vaksin, yang pada sebagian produk masih mencantumkan skema 2 dosis untuk usia 9-14 tahun dan 3 dosis untuk usia 15 tahun ke atas (5)

Interval Minimum Bila Menggunakan Skema Multi-Dosis

Bagi pasien yang menjalani skema 2 atau 3 dosis, interval berikut perlu diperhatikan agar setiap dosis dianggap sah:

• Dosis 1 ke dosis 2 (skema 3 dosis): minimal 4 minggu

• Dosis 2 ke dosis 3 (skema 3 dosis): minimal 12 minggu

• Dosis 1 ke dosis 3 (skema 3 dosis): minimal 5 bulan kalender

• Dosis 1 ke dosis 2 (skema 2 dosis usia 9-14 tahun): minimal 5 bulan (6)

Apabila dosis kedua pada skema 2 dosis diberikan kurang dari 5 bulan setelah dosis pertama, dosis tersebut tidak dihitung sah dan dosis ketiga tetap diperlukan, dengan jarak minimal 12 minggu dari dosis kedua serta minimal 5 bulan dari dosis pertama. (6)

Bagaimana Jika Jadwal Vaksinasi Terlewat?

Baik pada skema dosis tunggal maupun multidosis, keterlambatan jadwal tidak mengharuskan pengulangan rangkaian vaksinasi dari awal. (6) Pada program BIAS Indonesia, anak yang terlewat pada periode kelas 5 SD dapat mengikuti imunisasi kejar pada kelas 6 SD atau jenjang SMP. (3) Pada skema multidosis, dosis yang tertunda cukup dilanjutkan sesegera mungkin dengan tetap memperhatikan interval minimum antar dosis yang berlaku. (6)

FAQ

Apakah vaksin HPV sekarang hanya membutuhkan 1 dosis?

Untuk kelompok sasaran utama program nasional, yaitu anak usia sekolah dasar, program BIAS Kemenkes kini menerapkan skema 1 dosis sejak 2025. Namun, skema 2 atau 3 dosis tetap berlaku untuk kelompok tertentu, seperti individu imunokompromais atau perempuan yang memulai vaksinasi di atas usia 21 tahun. (1, 3)

Apakah skema dosis tunggal sama efektifnya dengan skema 2 dosis?

Berdasarkan bukti imunogenisitas, satu dosis vaksin HPV menghasilkan respons antibodi yang tinggi dan bertahan lama, sehingga WHO menyatakan efikasi dan durabilitas proteksinya sebanding dengan skema 2 dosis. (2)

Bagaimana jika anak sudah terlanjur menerima dosis pertama sebelum kebijakan dosis tunggal diberlakukan?

Dosis yang sudah diterima tetap dihitung sah. Apabila anak berada dalam kelompok yang memerlukan dosis tambahan, seperti kondisi imunokompromais, dosis berikutnya dapat dilanjutkan sesuai interval minimum yang berlaku tanpa perlu mengulang dari awal. (6)

Kapan imunisasi kejar HPV tersedia jika anak terlewat pada kelas 5 SD?

Imunisasi kejar tersedia pada kelas 6 SD maupun jenjang SMP bagi anak yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya. (3)

Apakah perempuan dewasa di atas 21 tahun masih membutuhkan lebih dari 1 dosis?

Ya. WHO dan Kemenkes RI merekomendasikan 2 dosis dengan interval minimal 6 bulan bagi perempuan yang memulai vaksinasi HPV di atas usia 21 tahun. (1, 4)

Daftar Pustaka

1. World Health Organization. WHO updates recommendations on HPV vaccination schedule [Internet]. Geneva: WHO; 2022 [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.who.int/news/item/20-12-2022-WHO-updates-recommendations-on-HPV-vaccination-schedule

2. World Health Organization. Human papillomavirus vaccines: WHO position paper, December 2022. Wkly Epidemiol Rec. 2022;97(50):645-672. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/who-wer9750-645-672

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/agenda-kegiatan/bulan-imunisasi-anak-sekolah-bias

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin HPV, mencegah kanker leher rahim dan mewujudkan generasi sehat [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/vaksin-hpv-mencegah-kanker-leher-rahim-dan-mewujudkan-generasi-sehat

5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang vaksin HPV [Internet]. Jakarta: IDAI [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv

6. Immunize.org (Immunization Action Coalition). Ask the experts: HPV (human papillomavirus) - scheduling and administration [Internet]. Saint Paul: Immunize.org; 2024 [cited 2026 Aug 13]. Available from: https://www.immunize.org/ask-experts/topic/hpv/sche

Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan