Edukasi
Komplikasi Influenza pada Anak: Mana yang Paling Perlu Diwaspadai?
25 September 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

“Sebagian besar anak dengan influenza sembuh tanpa komplikasi berat. Namun, otitis media akut adalah komplikasi tersering, sementara pneumonia dan ensefalopati terkait influenza adalah yang paling berisiko menyebabkan perawatan intensif atau kematian. Artikel ini merangkum data terbaru untuk membantu dokter menilai kapan kewaspadaan perlu ditingkatkan.”
Gejala awal influenza pada anak biasanya tampak ringan: demam, batuk, pilek. Namun, beberapa kasus dapat berkembang menjadi komplikasi yang jauh lebih serius dalam hitungan hari. Membedakan mana yang perlu direspons cepat dan mana yang cukup dipantau menjadi bagian penting dari penilaian klinis pasien anak dengan influenza, terutama saat volume kunjungan pasien influenza sedang tinggi.
Seberapa Sering Anak dengan Influenza Mengalami Komplikasi?
Angka komplikasi pada anak dengan influenza beragam dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Menurut sebuah studi retrospektif yang memantau 1.046 anak usia 0-14 tahun dengan influenza pada tahun 2022-2025, 12,3% anak memerlukan rawat inap dan 6,1% mengalami komplikasi. Perawatan intensif hanya terjadi pada 0,8% dari seluruh kasus, dan tidak ada kematian yang tercatat sepanjang periode studi tersebut. (1)
Sementara itu, pada studi di Yunani yang mengikuti 976 anak dengan influenza terkonfirmasi, 22,8% memerlukan rawat inap. (2) Dari kelompok ini, hampir separuh (48%) mengalami komplikasi, jauh lebih tinggi dibandingkan 16,7% pada pasien rawat jalan. (2)
Pneumonia: Komplikasi yang Perlu Dipantau Ketat
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menekankan bahwa pneumonia merupakan salah satu komplikasi utama yang dapat terjadi pada anak dengan influenza, bersama dengan dehidrasi, perburukan penyakit kronis seperti asma atau penyakit jantung, gangguan fungsi otak, gangguan sinus, dan infeksi telinga. (3) Data yang diambil pada musim influenza tahun 2023-2024 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 70% anak usia 0-17 tahun yang dirawat inap karena influenza memiliki setidaknya satu kondisi kesehatan kronis yang mendasari, seperti asma, penyakit neurologis, obesitas, atau penyakit kardiovaskular. (3)
Pneumonia akibat influenza dapat terjadi secara primer akibat virus itu sendiri, atau sekunder akibat infeksi bakteri yang menyusul kerusakan epitel saluran napas. Demam yang tidak membaik disertai napas cepat atau distres napas pada anak dengan influenza sebaiknya memicu penilaian ulang ke arah pneumonia, bukan diasumsikan sebagai perjalanan alami penyakit yang akan sembuh sendiri.
Ensefalopati Terkait Influenza: Jarang Terjadi, tapi Bisa Fatal
Ensefalopati terkait influenza (influenza-associated encephalopathy, IAE) tergolong jarang, tetapi menjadi salah satu komplikasi yang paling ditakuti karena potensi kerusakan neurologis permanen. Sebuah studi multisenter di Prancis pada 2024 melaporkan gejala neurologis pada 10,3% anak yang dirawat inap karena influenza, sebagian besar berupa kejang demam. (4) Dari kelompok ini, 93% kembali ke kondisi neurologis awal saat pulang, dan bentuk paling berat seperti ensefalopati nekrotikans akut jarang terjadi. (4)
Angka kejadian IAE bervariasi cukup lebar antarwilayah. Surveilans nasional di Italia periode 2017-2019 mencatat insidensi 7 kasus per juta anak per musim. (4) Di Thailand, komplikasi neurologis ditemukan pada 7,6% rawat inap influenza pediatrik, sedangkan di Tiongkok angkanya mencapai 16%, dengan prognosis yang berkaitan erat dengan skor Glasgow Coma Scale (GCS) saat masuk rumah sakit dan pemberian oseltamivir sejak dini. (4) Demam tinggi, leukositosis, dan riwayat epilepsi teridentifikasi sebagai faktor risiko munculnya komplikasi neurologis ini pada penelitian lain. (4)
Meski jarang secara statistik, IAE tetap relevan secara klinis karena kasus fatal memang pernah dilaporkan. Studi di Yunani mencatat dua anak dengan komorbiditas yang harus dirawat di ruang intensif akibat influenza, satu di antaranya meninggal karena ensefalopati nekrotikans akut. (2)
Kelompok Anak dengan Risiko Komplikasi Lebih Tinggi
American Academy of Pediatrics (AAP) menempatkan anak usia di bawah 5 tahun, khususnya di bawah 2 tahun, sebagai kelompok dengan risiko komplikasi tertinggi. (5) Anak dengan kondisi kesehatan kronis, termasuk obesitas, juga masuk kelompok ini. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dikutip AAP menemukan bahwa obesitas meningkatkan peluang rawat inap pada anak dengan influenza, dan pada anak yang sudah dirawat inap, obesitas dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk, termasuk kebutuhan perawatan intensif dan kematian. (5)
Kelompok anak yang perlu mendapat perhatian klinis lebih besar saat terinfeksi influenza:
- Anak usia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun
- Anak dengan obesitas
- Anak dengan penyakit neurologis yang sudah ada sebelumnya
- Anak dengan penyakit kardiovaskular kronis
- Anak dengan asma atau penyakit paru kronis lain
Peran Vaksinasi dalam Menurunkan Risiko Komplikasi
Data yang dikutip AAP menunjukkan anak yang divaksinasi influenza memiliki risiko rawat inap akibat influenza atau komplikasinya 68% lebih rendah dibandingkan anak yang tidak divaksinasi. (5) Angka ini menjadi salah satu dasar rekomendasi vaksinasi influenza tahunan bagi anak, khususnya pada kelompok berisiko tinggi yang sudah disebutkan sebelumnya.
Kesimpulan
Dua tanda bahaya yang paling layak memicu kewaspadaan pada anak dengan influenza adalah gejala respiratorik yang memburuk, mengarah ke pneumonia, dan gejala neurologis seperti kejang atau penurunan kesadaran, mengarah ke ensefalopati terkait influenza. OMA dan miositis memang lebih sering ditemukan, tetapi jauh lebih jarang mengancam jiwa dibandingkan keduanya. Usia di bawah 5 tahun dan komorbiditas seperti obesitas atau penyakit kronis lain tetap menjadi penanda risiko yang layak menurunkan ambang kecurigaan klinis, sementara status vaksinasi tetap relevan ditanyakan karena berkaitan langsung dengan besarnya risiko rawat inap.
FAQ
Apakah otitis media akut termasuk komplikasi influenza yang berbahaya?
Otitis media akut adalah komplikasi influenza yang paling sering ditemukan, dengan angka kejadian sekitar 12,1% pada anak yang dirawat inap. (2) Meski begitu, komplikasi ini umumnya tidak mengancam jiwa dibandingkan pneumonia atau ensefalopati terkait influenza.
Berapa besar risiko anak dengan influenza mengalami ensefalopati?
Risikonya bervariasi antarwilayah, mulai dari sekitar 7,6% pada rawat inap influenza pediatrik di Thailand hingga 16% di Tiongkok. (4) Sebagian besar kasus bersifat ringan berupa kejang demam, dengan 93% anak kembali ke kondisi neurologis awal saat pulang. (4)
Apakah anak dengan obesitas lebih berisiko mengalami komplikasi influenza berat?
Ya. Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko rawat inap akibat influenza, dan pada anak yang sudah dirawat inap, obesitas juga dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk, termasuk kebutuhan perawatan intensif. (5)
Apakah vaksinasi influenza benar-benar menurunkan risiko komplikasi pada anak?
Data menunjukkan anak yang divaksinasi influenza memiliki risiko rawat inap akibat influenza atau komplikasinya 68% lebih rendah dibandingkan anak yang tidak divaksinasi. (5)
Apa tanda yang menunjukkan influenza pada anak sudah berkembang menjadi pneumonia?
Sumber yang tersedia menyebutkan pneumonia sebagai salah satu komplikasi utama influenza pada anak, tanpa merinci kriteria diagnostik spesifik. (3) Penilaian klinis langsung tetap diperlukan bila dijumpai perburukan pola napas pada anak dengan influenza.
Daftar Pustaka
- Dondi A, Guida F, Trombetta L, De Peppo Cocco M, Piccirilli G, Andreozzi L, et al. Burden and Clinical Characteristics of Influenza and Its Complications in Children Across Multiple Epidemic Seasons. Viruses. 2025 Nov 30. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC12737516/
- Karakonstantis S, et al. Characteristics of children with influenza admitted to a pediatric hospital in Greece during the 2022/2023 and 2023/2024 seasons. 2025. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40764767/
- Centers for Disease Control and Prevention. Caregivers of Infants and Young Children: Flu and Children at Higher Risk [Internet]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/highrisk/infantcare.html
- Influenza-Related Encephalopathy in Children: Epidemiology and Literature Review from a Tertiary Hospital in Northern Italy (Winter 2023-2024). Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12196207/
- American Academy of Pediatrics. Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2023-2024: Technical Report. Pediatrics. 2023 Oct 1. Available from: https://doi.org/10.1542/peds.2023-063773




