Edukasi
Kapan Anak dengan Influenza Perlu Diberikan Obat Antivirus?
17 September 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

“Antivirus influenza direkomendasikan untuk anak yang dirawat inap, mengalami perjalanan penyakit berat atau progresif, atau termasuk kelompok berisiko tinggi komplikasi. Oseltamivir adalah antivirus yang paling umum digunakan, dengan dosis disesuaikan usia dan berat badan, termasuk untuk bayi di bawah 12 bulan. Terapi paling efektif bila dimulai dalam dua hari sejak gejala muncul.”
Sebagian besar anak dengan influenza A pulih tanpa terapi antivirus. Namun, sebagian lain memenuhi kriteria klinis yang membuat pemberian antivirus dianjurkan. CDC menyatakan bahwa terapi antivirus direkomendasikan sesegera mungkin untuk pasien dengan influenza yang dicurigai atau terkonfirmasi, apabila anak dirawat inap, mengalami penyakit berat atau progresif, atau termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami komplikasi. (1) Kriteria ini berlaku terlepas dari subtipe influenza A yang terdeteksi, baik H1N1pdm09 maupun H3N2.
Kapan Antivirus Direkomendasikan pada Anak dengan Influenza A?
Tiga kondisi klinis menjadi dasar keputusan pemberian antivirus menurut CDC. (1)
• Anak dirawat inap karena influenza yang dicurigai atau terkonfirmasi.
• Anak mengalami perjalanan penyakit yang berat atau menunjukkan perburukan progresif, meskipun tidak dirawat inap.
• Anak termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza, sehingga terapi tetap dipertimbangkan walau gejala masih ringan.
Siapa yang Termasuk Kelompok Berisiko Tinggi Komplikasi Influenza?
WHO menempatkan anak kecil sebagai salah satu kelompok yang secara konsisten berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza musiman dibandingkan populasi umum. (2) Kelompok risiko tinggi lain mencakup anak dengan penyakit kronis, seperti gangguan pernapasan, jantung, ginjal, metabolik, atau gangguan imun.
Karena itu, kondisi dasar anak turut menentukan keputusan pemberian antivirus, di samping beratnya gejala saat pemeriksaan.
Mengapa Waktu Pemberian Antivirus Menentukan Hasil Terapi?
Antivirus influenza paling efektif bila diberikan dalam dua hari pertama sejak gejala muncul. (3) Meski demikian, anak yang baru mendapat terapi setelah lewat dari dua hari tetap dapat memperoleh manfaat klinis, terutama bila dirawat inap atau termasuk kelompok berisiko tinggi. (3)
Karena itu, keputusan terapi sebaiknya diambil segera setelah kriteria indikasi terpenuhi, tanpa menunggu jendela waktu tertentu terlampaui. (1)
Oseltamivir: Antivirus Lini Pertama untuk Influenza
Oseltamivir merupakan antivirus lini pertama untuk influenza pada anak, termasuk bayi. Regimen pengobatan standar diberikan selama 5 hari, dengan dosis yang ditentukan berdasarkan usia dan berat badan anak, bukan dosis tunggal untuk semua kelompok umur. (1)
Untuk anak usia 1 tahun ke atas, dosis oseltamivir dua kali sehari ditentukan berdasarkan berat badan: (1)
• Berat badan 15 kg atau kurang: 30 mg, dua kali sehari.
• Berat badan lebih dari 15 sampai 23 kg: 45 mg, dua kali sehari.
• Berat badan lebih dari 23 sampai 40 kg: 60 mg, dua kali sehari.
• Berat badan lebih dari 40 kg: 75 mg, dua kali sehari.
Untuk bayi di bawah 1 tahun, dosis dihitung per kilogram berat badan, yaitu 3 mg/kg/dosis dua kali sehari. (1) Khusus bayi usia 9–11 bulan, AAP merekomendasikan dosis yang sedikit lebih tinggi, yaitu 3,5 mg/kg per dosis dua kali sehari, berdasarkan data farmakokinetik yang menunjukkan kelompok usia ini memerlukan pajanan obat lebih tinggi untuk mencapai target yang setara dengan kelompok usia lain. (1,4)
Pada bayi prematur, dosis dihitung berdasarkan usia pascamenstruasi (usia gestasi ditambah usia kronologis setelah lahir), bukan usia kronologis semata, karena fungsi ginjal yang belum matang dapat memperlambat pembersihan obat dan meningkatkan risiko kadar obat berlebih bila mengikuti dosis bayi cukup bulan: (1)
• Usia pascamenstruasi kurang dari 38 minggu: 1 mg/kg/dosis, dua kali sehari.
• Usia pascamenstruasi 38 sampai 40 minggu: 1,5 mg/kg/dosis, dua kali sehari.
• Usia pascamenstruasi lebih dari 40 minggu: 3 mg/kg/dosis, dua kali sehari.
Durasi pengobatan standar adalah 5 hari untuk kasus tanpa komplikasi. Pada pasien rawat inap yang tetap sakit berat setelah 5 hari terapi, durasi dapat diperpanjang berdasarkan penilaian klinis. (1)
Penyesuaian dosis akibat gangguan fungsi ginjal yang tercantum pada tabel CDC ditujukan untuk pasien dewasa. Tabel tersebut turut disebutkan relevan untuk anak yang sudah memenuhi kriteria dosis dewasa berdasarkan berat badan, yaitu anak dengan berat lebih dari 40 kg, karena dosis pediatrik pada kelompok berat tersebut memang mengikuti dosis dewasa (75 mg dua kali sehari untuk fungsi ginjal normal). Rincian lengkap penyesuaian dosis berdasarkan klirens kreatinin dapat dilihat pada tabel dosis di referensi AAP dan CDC. (1,4)
Antivirus Alternatif Selain Oseltamivir untuk Anak
Selain oseltamivir, CDC mencantumkan tiga antivirus lain yang disetujui FDA untuk influenza, dengan indikasi usia yang berbeda-beda pada anak. (1)
• Zanamivir inhalasi: disetujui untuk pengobatan pada anak usia 7 tahun ke atas, dengan dosis 10 mg (dua inhalasi 5 mg) dua kali sehari selama 5 hari. Obat ini dikontraindikasikan pada anak dengan penyakit saluran napas yang mendasari, seperti asma.
• Peramivir intravena: disetujui untuk anak usia 6 bulan ke atas, dengan dosis tunggal 12 mg/kg (maksimal 600 mg) melalui infus intravena minimal 15 menit.
• Baloxavir oral: disetujui untuk anak usia 5 tahun ke atas yang sehat atau berisiko tinggi komplikasi, dengan dosis tunggal berdasarkan berat badan: kurang dari 20 kg diberikan 2 mg/kg, 20 sampai kurang dari 80 kg diberikan 40 mg, dan 80 kg ke atas diberikan 80 mg. Sediaan suspensi baloxavir saat ini belum tersedia di Amerika Serikat.
Pemilihan antivirus mempertimbangkan usia anak, ada tidaknya kontraindikasi seperti penyakit saluran napas kronis, dan ketersediaan sediaan obat. Rincian dosis lengkap untuk seluruh kelompok usia dan kondisi klinis dapat dilihat pada tabel dosis di referensi AAP dan CDC. (1,4)
Kapan Kemoprofilaksis Influenza Dipertimbangkan pada Anak?
Selain untuk pengobatan, oseltamivir dan zanamivir juga dapat digunakan sebagai kemoprofilaksis, yaitu pemberian antivirus untuk mencegah infeksi pada anak yang terpapar kasus influenza. (1)
CDC merekomendasikan kemoprofilaksis terutama untuk pengendalian wabah di lingkungan institusional, seperti panti perawatan jangka panjang atau rumah sakit, pada penghuni yang terpapar kasus influenza, termasuk mereka yang sudah mendapat vaksinasi influenza. (1) Durasi kemoprofilaksis pada situasi ini minimal 2 minggu dan dilanjutkan hingga 1 minggu setelah kasus terakhir teridentifikasi.
Dosis kemoprofilaksis oseltamivir diberikan sekali sehari, berbeda dari dosis pengobatan yang diberikan dua kali sehari, dengan durasi standar 7 hari sejak paparan terakhir: (1)
• Bayi usia 3 bulan sampai kurang dari 1 tahun: 3 mg/kg/dosis, sekali sehari.
• Berat badan 15 kg atau kurang: 30 mg, sekali sehari.
• Berat badan lebih dari 15 sampai 23 kg: 45 mg, sekali sehari.
• Berat badan lebih dari 23 sampai 40 kg: 60 mg, sekali sehari.
• Berat badan lebih dari 40 kg: 75 mg, sekali sehari.
Pada bayi di bawah 3 bulan, kemoprofilaksis oseltamivir tidak dianjurkan kecuali situasi dinilai kritis, mengingat data pada kelompok usia ini masih terbatas. Peramivir tidak direkomendasikan untuk kemoprofilaksis karena belum tersedia data pendukung. (1)
Apakah Anak Berisiko Tinggi Sudah Mendapat Antivirus Tepat Waktu?
Data surveilans CDC menunjukkan bahwa kesenjangan implementasi masih terjadi. Laporan MMWR terhadap anak dan remaja berisiko tinggi periode 2023–2024 mendokumentasikan bahwa sebagian anak yang memenuhi kriteria antivirus, termasuk yang dirawat inap, tidak mendapatkan terapi tepat waktu. (5)
Laporan tersebut tidak merinci penyebab spesifik di setiap kasus, tetapi menegaskan pentingnya kriteria indikasi yang dipahami dan diterapkan konsisten di layanan klinis.
Kesimpulan
Antivirus pada anak dengan influenza A diberikan berdasarkan kriteria klinis, bukan sekadar hasil tes positif. Rawat inap, penyakit berat atau progresif, dan status risiko tinggi komplikasi menjadi dasar keputusan, dengan oseltamivir sebagai pilihan utama yang dosisnya disesuaikan usia dan berat badan. (1,4) Terapi paling efektif diberikan dalam dua hari pertama gejala, tetapi keterlambatan bukan alasan untuk tidak memberikan antivirus pada anak yang tetap memenuhi kriteria. (3) Data surveilans menunjukkan bahwa penerapan kriteria ini di lapangan masih perlu diperkuat, terutama pada kelompok berisiko tinggi. (5)
FAQ
Apakah semua anak dengan hasil tes influenza A positif perlu antivirus?
Tidak. Antivirus direkomendasikan untuk anak yang dirawat inap, mengalami penyakit berat atau progresif, atau termasuk kelompok berisiko tinggi komplikasi. Anak sehat dengan gejala ringan umumnya tidak memerlukan antivirus. (1)
Apakah antivirus masih bermanfaat jika diberikan lebih dari 48 jam setelah gejala muncul?
Ya. Antivirus paling efektif dalam dua hari pertama, tetapi anak yang baru mendapat terapi setelahnya tetap dapat memperoleh manfaat, terutama bila dirawat inap atau berisiko tinggi. (3)
Berapa dosis oseltamivir untuk bayi di bawah 12 bulan dengan influenza A?
Bayi di bawah 1 tahun mendapat 3 mg/kg per dosis, dua kali sehari, selama 5 hari. Bayi usia 9–11 bulan mendapat dosis sedikit lebih tinggi, yaitu 3,5 mg/kg per dosis, dua kali sehari, sesuai rekomendasi AAP. Bayi prematur memerlukan penyesuaian dosis tersendiri berdasarkan usia pascamenstruasi. (1,4)
Siapa saja yang termasuk kelompok berisiko tinggi komplikasi influenza pada anak?
Kelompok ini mencakup anak kecil secara umum serta anak dengan penyakit kronis, seperti gangguan pernapasan, jantung, ginjal, metabolik, atau gangguan imun. (2)
Mengapa masih ada anak berisiko tinggi yang tidak mendapat antivirus tepat waktu?
Laporan surveilans CDC periode 2023–2024 menemukan bahwa sebagian anak dan remaja berisiko tinggi yang memenuhi kriteria antivirus tidak mendapat terapi tepat waktu, menunjukkan bahwa penerapan kriteria indikasi di lapangan masih perlu diperkuat. (5)
Daftar Pustaka
1. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza Antiviral Medications: Summary for Clinicians [Internet]. Updated 2026 Mar [cited 2026 Sep 15]. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/flu/hcp/antivirals/summary-clinicians.html
2. World Health Organization. Influenza (Seasonal) [Internet]. [cited 2026 Sep 15]. Tersedia dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
3. Centers for Disease Control and Prevention. Treatment of Flu in Children [Internet]. [cited 2026 Sep 15]. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/flu/treatment/children-antiviral.html
4. American Academy of Pediatrics. Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2025–2026: Policy Statement. Pediatrics. 2025;156(6):e2025073620. Tersedia dari: https://publications.aap.org/pediatrics/article/156/6/e2025073620/202845/Recommendations-for-Prevention-and-Control-of
5. Centers for Disease Control and Prevention. Underutilization of Influenza Antiviral Treatment Among Children and Adolescents at Higher Risk for Influenza-Associated Complications — United States, 2023–2024. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2024 Nov. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11576051/




