Edukasi
Gejala Influenza A pada Anak: Tanda Klinis dan Red Flag yang Perlu Diwaspadai
17 September 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

“Gejala Influenza A pada anak muncul 1–4 hari setelah infeksi, meliputi demam mendadak, batuk kering, nyeri kepala, nyeri otot, dan malaise berat; umumnya berlangsung selama 1 minggu. Tata laksana ditentukan oleh tanda bahaya yang menyertainya, mulai dari distres napas dan dehidrasi hingga gejala neurologis seperti kejang dan penurunan kesadaran.”
Sebagian besar anak yang terinfeksi virus influenza pulih dalam waktu sekitar satu minggu. (1) Walaupun demikian, beban penyakit yang diakibatkannya tetap besar. Hasil analisis dari data yang diambil secara global memperkirakan bahwa dari 109,5 juta episode infeksi virus influenza pada anak di bawah 5 tahun pada 2018, sekitar 10 juta di antaranya berkembang menjadi infeksi saluran napas bawah akut, dengan sekitar 870.000 kasus rawat inap dan sekitar 35.000 kematian. (2) Memilukannya, WHO mencatat bahwa 99% kematian akibat influenza terjadi pada anak di bawah 5 tahun. (1)
Di wilayah tropis, influenza dapat terjadi sepanjang tahun, dengan pola peningkatan kasus yang cenderung lebih tidak teratur dibandingkan wilayah empat musim. (1) Karena itu, dokter di daerah tropis perlu tetap waspada terhadap influenza sepanjang tahun. Salah satu keterampilan klinis yang penting adalah mampu mengenali kasus influenza sekaligus mengidentifikasi gejala red flags yang menandakan penyakit lebih berat dan membutuhkan tata laksana yang lebih intensif, bukan hanya terapi suportif.
Apa Saja Gejala Influenza A pada Anak?
Profil gejala influenza musiman yang dijelaskan WHO mencakup demam dengan onset mendadak, batuk yang biasanya kering, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, malaise berat, nyeri tenggorokan, serta pilek. (1)
- Demam mendadak. Onset yang tiba-tiba menjadi salah satu penanda klinis yang paling menonjol dibandingkan infeksi saluran napas atas lain. (1)
- Batuk kering. Batuk merupakan gejala respiratorik utama dan pada sebagian pasien bertahan dua minggu atau lebih. (1)
- Nyeri kepala serta nyeri otot dan sendi. Keluhan ini sering membuat anak tampak jauh lebih lemah daripada yang diperkirakan dari temuan pemeriksaan fisik saluran napasnya.
- Malaise berat. WHO secara khusus menggambarkan malaise pada influenza sebagai kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bukan sekadar lemas ringan. (1)
- Nyeri tenggorokan dan pilek. Keduanya melengkapi gambaran klinis, meskipun tidak spesifik untuk influenza. (1)
Durasi perjalanan penyakit yang bermanifestasi pada pasien juga membantu dapat mebantu mengerucutkan diagnosis pada influenza. Gejala influenza mulai muncul 1–4 hari setelah infeksi dan umumnya berlangsung sekitar satu minggu. (1) Biasanya, batuk masih menetap pada minggu kedua, sesuai dengan perjalanan penyakit yang dijelaskan WHO. (1)
Apakah Gejala Influenza A Berbeda dari Influenza B?
Tipe virus influenza, dan bahkan sejumlah besar virus lainnya yang dapat menyebabkan gejala batuk pilek tidak dapat ditentukan dari gejala semata. Penegakan influenza A sebagai diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium, bukan penilaian pola gejala. Maka dari tiu, diperlukan tes laboratorium seperti rapid test untuk bisa membedakan influenza dari virus respiratorik lain dengan gejala yang serupa. (3) Di beberapa kasus, mengetahui jenis virus yang menyebabkan penyakit yang dialami, serta dikombinasikan dengan pengetahuan terkait kondisi klinis pasien dapat membantu dokter untuk memberikan tata laksana yang tepat guna dan menghindari polifarmasi.
Tanda Bahaya Influenza pada Anak yang Memerlukan Penanganan Segera
CDC mendaftarkan sejumlah tanda kegawatan pada anak, dan menyatakan bahwa orang dengan tanda-tanda tersebut harus segera memperoleh pertolongan medis.:
- Napas cepat atau kesulitan bernapas
- Bibir atau wajah yang tampak kebiruan
- Iga yang tertarik ke dalam pada setiap tarikan napas
- Nyeri dada
- Nyeri otot yang berat sampai anak menolak berjalan
- Dehidrasi, ditandai tidak buang air kecil selama 8 jam, mulut kering, dan tidak keluar air mata saat menangis (4)
Tiga tanda pertama menggambarkan kerja napas yang meningkat dan oksigenasi yang terganggu, sehingga perlu perhatian segera. Anak dengan dua tanda terakhir juga tidak boleh disepelekan: Anak yang tidak mau berjalan perlu dicurigai mengalami nyeri otot, sedangkan anak yang tidak berkemih selama delapan jam perlu dicurigai mengalami dehidrasi; keduanya sama-sama membutuhkan penilaian segera, meskipun demamnya tidak tinggi.
Gejala Neurologis: Ensefalopati Terkait Influenza pada Anak
Salah satu komplikasi berat akibat infeksi influenza adalah influenza-associated encephalopathy (IAE), yang kerap ditandai oleh kejang, penurunan kesadaran, dan perubahan perilaku. Laporan surveilans terhadap musim influenza 2024–25 di Amerika Serikat menemukan adanya 109 kasus IAE dari 192 kasus suspek, di mana 37 dari semua kasus mengalami acute necrotizing encephalopathy (ANE). Sebanyak 74% memerlukan perawatan intensif dan 19% meninggal.
Anak Mana yang Berisiko Mengalami Komplikasi Berat?
CDC menempatkan anak berusia di bawah 5 tahun, terutama yang berusia di bawah 2 tahun, sebagai kelompok dengan risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius terkait influenza, bersama orang dengan kondisi kronis seperti asma atau diabetes. (4) Kelompok inilah yang membutuhkan ambang kewaspadaan paling rendah dan pemantauan paling ketat.
Riwayat sehat tidak berfungsi sebagai jaminan. Pada seri kasus IAE, lebih dari separuh anak yang terdampak tidak memiliki kondisi medis sebelumnya. (5) Faktor risiko berguna untuk menentukan prioritas, tidak untuk menyingkirkan kemungkinan perburukan pada anak tanpa komorbiditas.
Kapan Anak dengan Gejala Influenza Perlu Diperiksa?
AAP merekomendasikan pemeriksaan influenza pada anak dengan tanda dan gejala influenza apabila hasilnya akan mengubah tata laksana, misalnya untuk memutuskan pemberian antivirus, menghindari pemberian antibiotik yang tidak diperlukan, atau membedakan influenza dari virus respiratorik lain dengan gejala serupa. (3)
Terapi dan Pencegahan
AAP merekomendasikan terapi antivirus untuk anak yang dirawat inap dengan influenza yang dicurigai atau terkonfirmasi. Untuk pencegahan, AAP merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan pada semua anak mulai usia 6 bulan yang tidak memiliki kontraindikasi. (3) Rekomendasi tersebut disusun dalam konteks praktik di Amerika Serikat, sehingga penerapannya di Indonesia tetap perlu diselaraskan dengan jadwal dan rekomendasi nasional.
Bagian edukasi orang tua sebaiknya tidak berhenti pada penjelasan gejala. Daftar tanda bahaya CDC beserta gejala neurologis lebih berguna jika disampaikan sebagai kriteria kembali ke fasilitas kesehatan, lengkap dengan patokan yang konkret seperti tidak berkemih selama delapan jam.
Kesimpulan
Gejala Influenza A pada anak berupa demam mendadak, batuk kering, nyeri kepala, nyeri otot, malaise berat, nyeri tenggorokan, dan pilek, dengan onset 1–4 hari dan durasi sekitar satu minggu. (1) Gejala tersebut tidak membedakan influenza A dari influenza B maupun dari virus respiratorik lain, sehingga konfirmasi laboratorium diperlukan bila hasilnya akan mengubah tata laksana. (3)
FAQ
Berapa lama gejala influenza pada anak berlangsung?
Gejala umumnya muncul 1–4 hari setelah infeksi dan berlangsung sekitar satu minggu. Batuk merupakan pengecualian yang sering terjadi dan dapat bertahan dua minggu atau lebih. (1)
Apakah gejala influenza A berbeda dari influenza B?
Gejala Influenza A dan B tidak bisa dibedakan secara klinis. Pemeriksaan laboratorium diperlukan apabila hasilnya akan mengubah keputusan klinis, termasuk untuk membedakan influenza dari virus respiratorik lain dengan gejala serupa. (3)
Kapan anak dengan influenza harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan?
Saat muncul napas cepat atau sulit bernapas, bibir atau wajah kebiruan, retraksi iga, nyeri dada, nyeri otot berat sampai anak menolak berjalan, atau tanda dehidrasi berupa tidak berkemih selama 8 jam, mulut kering, dan tidak ada air mata saat menangis. CDC menyatakan tanda-tanda tersebut memerlukan pertolongan medis segera. (4)
Apakah anak sehat tanpa penyakit kronis tetap berisiko mengalami influenza berat?
Ya. Anak di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius meskipun tidak memiliki penyakit kronis. (4) Pada seri kasus ensefalopati terkait influenza, 55% dari anak yang mengalami penyakit tersebut dalam keadaan sehat sebelum mendapatkannya. (5)
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Influenza (seasonal) [Internet]. 2025 Feb 28 [cited 2026 Sep 15]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
- Wang X, Li Y, O'Brien KL, Madhi SA, Widdowson MA, Byass P, et al. Global burden of respiratory infections associated with seasonal influenza in children under 5 years in 2018: a systematic review and modelling study. Lancet Glob Health. 2020;8(4):e497–e510.
- American Academy of Pediatrics, Committee on Infectious Diseases. Recommendations for prevention and control of influenza in children, 2025–2026: policy statement. Pediatrics. 2025;156(6):e2025073620. doi:10.1542/peds.2025-073620
- Centers for Disease Control and Prevention. Signs and symptoms of flu [Internet]. 2025 Jul [cited 2026 Sep 15]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/signs-symptoms/index.html
- Fazal A, Harker EJ, Neelam V, et al. Pediatric influenza-associated encephalopathy and acute necrotizing encephalopathy — United States, 2024–25 influenza season. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2025;74(36):556–64. doi:10.15585/mmwr.mm7436a1




