Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Edukasi

Apakah Rapid Test Influenza Perlu Dilakukan pada Setiap Kasus Influenza-like Ilness? 

25 September 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Apakah Rapid Test Influenza Perlu Dilakukan pada Setiap Kasus Influenza-like Ilness? 

“Rapid test influenza berguna untuk membantu memastikan diagnosis dan menentukan tata laksana, terutama pada anak yang memerlukan rawat inap, berisiko tinggi mengalami komplikasi, atau memiliki gejala yang meragukan. Hasil tes dapat membantu keputusan terapi antiviral dan isolasi. Pada anak sehat dengan gejala ILI ringan, pemeriksaan ini umumnya tidak menjadi kebutuhan mendesak.”

Setiap musim pancaroba, ruang praktik dokter anak dan unit gawat darurat selalu ramai oleh anak dengan demam mendadak, batuk, dan pilek. Gambaran klinis semacam ini dikenal sebagai influenza-like illness (ILI), dan pertanyaan yang sering muncul adalah, “perlukah setiap anak dengan gejala tersebut menjalani rapid test influenza?” 

Bukti terkini menunjukkan bahwa nilai rapid test paling terasa bukan ketika alat ini dipakai secara massal, melainkan ketika digunakan tepat sasaran pada situasi-situasi tertentu yang berisiko menimbulkan luaran buruk bila diagnosis terlambat atau keliru. Berikut adalah indikasi dari pemakaian rapid test influenza. 

Indikasi Pemakaian Rapid Test Influenza

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa konfirmasi laboratorium tidak wajib untuk menegakkan diagnosis influenza pada pasien rawat jalan dengan gejala khas. (1) Pada anak sehat dengan ILI ringan, dokter dapat mengambil keputusan tata laksana hanya berdasarkan riwayat gejala dan pemeriksaan fisik. Namun, prinsip ini berubah begitu anak masuk kategori berisiko tinggi atau memerlukan rawat inap. Dalam situasi tersebut, kepastian diagnosis menjadi krusial karena akan menentukan langkah selanjutnya, mulai dari pemberian antiviral hingga penempatan ruang isolasi.

Alih-alih menjadi alat skrining rutin untuk seluruh anak dengan ILI, bukti dari berbagai uji klinis menunjukkan bahwa rapid test memberikan manfaat paling nyata pada beberapa titik keputusan klinis berikut.

1. Anak yang Memerlukan Rawat Inap

CDC secara eksplisit merekomendasikan pemeriksaan influenza untuk semua pasien yang dirawat inap dengan kecurigaan infeksi ini. (1) Manfaatnya tidak hanya soal diagnosis, tetapi juga pengendalian infeksi: hasil positif memicu penerapan kewaspadaan isolasi dan kohorting yang tepat, sehingga melindungi pasien lain di bangsal yang sama, terutama mereka yang berstatus imunokompromais, dari penularan silang.

2. Anak dengan Risiko Tinggi Komplikasi

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan terapi antiviral segera, idealnya dalam 48 jam sejak onset gejala, pada anak dengan ILI yang memiliki kondisi komorbid seperti asma, penyakit jantung bawaan, atau gangguan imun, maupun pada anak yang dirawat inap. (2) Dua studi intervensi menunjukkan bahwa rapid test secara konsisten memperbaiki ketepatan keputusan ini: meta-analisis oleh Brigadoi dkk. mendapati peningkatan bermakna pada resep oseltamivir yang tepat setelah implementasi rapid test pada anak, (3) sementara uji acak terkontrol oleh Rao dkk. juga mencatat lonjakan penggunaan antiviral yang sesuai indikasi pada kelompok yang hasilnya diketahui. (4) Pada kelompok berisiko tinggi ini, hasil rapid test dapat mencegah penundaan pemberian obat antivirus maupun pemberian obat yang diberikan tanpa dasar yang jelas.

3. Mengurangi Pemeriksaan Penunjang yang Tidak Perlu

Meta-analisis oleh Schober dkk. yang mencakup 11 uji acak terkontrol menemukan bahwa pemakaian rapid test berkaitan dengan penurunan pemeriksaan penunjang lain yang tidak diperlukan. Pemeriksaan penunjang yang dimaksud mencakupi foto toraks dan kultur darah, yang lebih mahal dan invasif. (5) Begitu penyebab viral telah dikonfirmasi, klinisi cenderung tidak lagi mengejar kemungkinan infeksi bakteri melalui pemeriksaan tambahan yang invasif. Bagi anak, ini berarti lebih sedikit pengambilan darah berulang dan paparan radiasi yang tidak perlu.

4. Situasi Diagnostik yang Ambigu

Pada musim di mana adanya sirkulasi berbagai virus dan bakteri yang menyerang saluran napas, gejala ILI saja sering tidak cukup untuk membedakan influenza dari penyebab lain. Kepastian hasil laboratorium memberi klinisi dasar objektif untuk mengambil keputusan, alih-alih mengandalkan tebakan klinis semata, sehingga risiko keterlambatan tata laksana yang tepat dapat diminimalkan.

5. Kontribusi terhadap Surveilans Kesehatan Masyarakat

Di luar manfaat pada tingkat pasien perorangan, setiap hasil konfirmasi turut memperkaya data surveilans influenza yang digunakan otoritas kesehatan masyarakat untuk memantau aktivitas musiman dan mendeteksi dini lonjakan kasus, sebuah nilai yang relevan bagi kesiapsiagaan sistem kesehatan secara lebih luas.


Kesimpulan

Rapid test influenza dapat memberikan nilai diagnostik yangs angat baik jika dipakai sesuai indikasi, yaitu pada anak yang dirawat inap, anak dengan risiko tinggi komplikasi, dan kasus dengan gejala yang ambigu, di mana hasil rapi test dapat benar-benar mengubah arah tata laksana. Dengan pendekatan ini, rapid test bukan sekadar prosedur rutin yang membebani biaya dan kenyamanan pasien tanpa manfaat yang sepadan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah anak dengan ILI ringan tanpa komorbid tetap perlu dites?

Umumnya tidak. Pada anak sehat dengan gejala ringan, diagnosis klinis sudah cukup untuk menentukan tata laksana suportif, sesuai prinsip yang ditegaskan CDC. (1)

Kapan rapid test influenza paling dianjurkan?

Pada anak yang memerlukan rawat inap, anak dengan kondisi komorbid berisiko tinggi komplikasi, atau ketika gambaran klinis meragukan dan hasil tes akan memengaruhi keputusan terapi antiviral maupun isolasi. (1,2)

Apakah hasil negatif rapid test menyingkirkan infeksi influenza?

Tidak selalu. Sensitivitas rapid antigen test bervariasi, sehingga hasil negatif pada anak dengan gejala klinis kuat dan aktivitas influenza tinggi di komunitas tetap perlu dipertimbangkan secara klinis, sesuai panduan interpretasi CDC. (1)

 

Daftar Pustaka

1. Centers for Disease Control and Prevention. Overview of Influenza Testing Methods [Internet]. Atlanta: CDC; 2025 [dikutip 23 Sep 2026]. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/flu/hcp/testing-methods/index.html

2. Committee on Infectious Diseases, American Academy of Pediatrics. Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2024–2025: Policy Statement. Pediatrics. 2024;154(4):e2024068507.

3. Brigadoi G, Gastaldi A, Moi M, Barbieri E, Rossin S, Biffi A, dkk. Point-of-Care and Rapid Tests for the Etiological Diagnosis of Respiratory Tract Infections in Children: A Systematic Review and Meta-Analysis. Antibiotics (Basel). 2022;11(9):1192.

4. Rao S, Lamb MM, Moss A, Mistry RD, Grice K, Ahmed W, dkk. Effect of Rapid Respiratory Virus Testing on Antibiotic Prescribing Among Children Presenting to the Emergency Department With Acute Respiratory Illness: A Randomized Clinical Trial. JAMA Netw Open. 2021;4(6):e2111836.

5. Schober T, Wong K, DeLisle G, Caya C, Brendish NJ, Clark TW, dkk. Clinical Outcomes of Rapid Respiratory Virus Testing in Emergency Departments: A Systematic Review and Meta-Analysis. JAMA Intern Med. 2024;184(5):528-536.


Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan