Berita
Air Quality Index (AQI): Cara Membaca dan Menginterpretasikan Data Kualitas Udara

"Air Quality Index (AQI) merupakan skala 0 hingga 500 yang menggambarkan tingkat pencemaran udara beserta risiko kesehatannya. Nilai AQI di atas 100 menandakan kualitas udara mulai tidak sehat, dimulai dari kelompok rentan. Memahami kategori dan warna AQI membantu dokter memberikan edukasi pencegahan yang tepat bagi pasien berisiko tinggi."
Pendahuluan
Paparan polusi udara merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di berbagai belahan dunia. (1-3) Untuk mengomunikasikan risiko kesehatan akibat kualitas udara ambien, dikembangkan Air Quality Index (AQI), yaitu indeks yang digunakan otoritas lingkungan untuk melaporkan kondisi udara harian kepada masyarakat, termasuk tenaga kesehatan. Bagi dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia, kemampuan membaca dan menginterpretasikan nilai AQI menjadi relevan karena kondisi udara di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, kerap berada pada kategori tidak sehat sehingga berpotensi memperberat kondisi pasien dengan penyakit pernapasan maupun kardiovaskular. (4)
Secara ringkas, interpretasi AQI dilakukan dengan melihat nilai numerik pada skala 0 hingga 500 yang dikelompokkan ke dalam enam kategori warna; semakin tinggi nilai AQI, semakin besar tingkat pencemaran dan risiko kesehatan yang menyertainya. (1) Artikel ini membahas cara membaca kategori AQI, polutan yang diukur, kelompok yang memerlukan perhatian klinis khusus, kondisi kualitas udara di Indonesia, serta implikasi praktisnya dalam edukasi pasien.
Apa Itu Air Quality Index (AQI)?
AQI adalah indeks yang dikembangkan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat untuk mengomunikasikan kualitas udara ambien dan risiko kesehatannya kepada publik. (1) Metodologi ini telah diadopsi dan dimodifikasi oleh berbagai negara di dunia sebagai alat standar untuk menilai tingkat pencemaran udara, meskipun kriteria spesifiknya dapat berbeda antarnegara. (2) Prinsip dasarnya, semakin tinggi nilai AQI, semakin besar tingkat pencemaran udara dan semakin besar pula tingkat kekhawatiran kesehatan yang ditimbulkannya. (1)
Nilai AQI sebesar 100 pada umumnya berkorelasi dengan konsentrasi ambien yang setara dengan baku mutu udara nasional jangka pendek untuk perlindungan kesehatan masyarakat. (1) Oleh karena itu, nilai AQI pada atau di bawah 100 secara umum dianggap memuaskan, sedangkan nilai di atas 100 menunjukkan kondisi udara yang mulai tidak sehat, dimulai dari kelompok sensitif tertentu sebelum akhirnya berdampak pada masyarakat umum apabila nilainya terus meningkat. (1)
Bagaimana Cara Membaca dan Menginterpretasikan Nilai AQI?
Interpretasi AQI dilakukan dengan mencocokkan nilai numerik yang dilaporkan terhadap enam kategori standar berikut, yang masing-masing memiliki warna dan tingkat kekhawatiran kesehatan tersendiri. (1, 3)
• Hijau (Good), nilai 0–50: kualitas udara memuaskan dan risiko pencemaran sangat kecil; tidak diperlukan tindakan pencegahan khusus. (1, 3)
• Kuning (Moderate), nilai 51–100: kualitas udara masih dapat diterima, namun individu yang sangat sensitif terhadap polusi disarankan membatasi aktivitas fisik luar ruangan yang berkepanjangan. (1, 3)
• Oranye (Unhealthy for Sensitive Groups), nilai 101–150: anak-anak, lansia, individu hamil, dan penderita penyakit pernapasan seperti asma disarankan membatasi aktivitas fisik luar ruangan yang berkepanjangan, sementara masyarakat umum cenderung tidak terdampak. (1, 3)
• Merah (Unhealthy), nilai 151–200: sebagian masyarakat umum dapat mengalami efek kesehatan, sedangkan kelompok sensitif dianjurkan menghindari aktivitas fisik luar ruangan. (1, 3)
• Ungu (Very Unhealthy), nilai 201–300: risiko efek kesehatan meningkat bagi semua orang; kelompok sensitif dianjurkan menghindari seluruh aktivitas fisik luar ruangan. (1, 3)
• Marun (Hazardous), nilai di atas 300: peringatan darurat kesehatan karena seluruh populasi lebih berisiko terdampak; semua orang dianjurkan menghindari aktivitas fisik luar ruangan. (1, 3)

Gambar 1. Representasi warna skala AQI (5)
Prinsip interpretasi klinis yang perlu dipahami dokter adalah bahwa efek kesehatan pada nilai AQI di atas 100 muncul secara bertahap: kelompok sensitif terdampak lebih dahulu, kemudian masyarakat umum ketika nilai AQI semakin meningkat. (1)
Polutan Apa Saja yang Diukur dalam Perhitungan AQI?
AQI dihitung berdasarkan lima polutan udara utama yang diatur oleh standar kualitas udara nasional, yaitu ozon permukaan tanah, partikel polutan (particulate matter, termasuk PM2.5 dan PM10), karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. (1) Kelima polutan ini, terutama partikel polutan dan ozon, dapat menimbulkan iritasi saluran napas yang berat, gangguan jantung dan sirkulasi, serta efek kesehatan negatif lainnya. (2)
Mengapa Interpretasi AQI Penting bagi Dokter dan Tenaga Kesehatan?
Polusi udara dapat berdampak pada siapa saja, tetapi memberikan risiko yang lebih besar pada kelompok tertentu, termasuk anak-anak dan remaja, individu dengan asma maupun penyakit paru lainnya, lansia di atas 65 tahun, individu dengan diabetes atau penyakit kardiovaskular, serta individu yang sedang hamil. (3) Bahkan individu dewasa yang sehat namun beraktivitas atau bekerja di luar ruangan tetap dapat mengalami dampak kesehatan akibat paparan udara tercemar. (3) Dengan memahami kategori AQI, dokter dapat memberikan edukasi antisipatif kepada pasien berisiko tinggi sebelum gejala klinis muncul atau memburuk.
Kondisi Kualitas Udara di Indonesia: Contoh Kasus Jakarta
Di Indonesia, kondisi kualitas udara di kota-kota besar kerap berada pada kategori tidak sehat. Sebagai gambaran, data pemantauan mencatat AQI Jakarta sempat berada pada angka 154 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 59,5 mikrogram per meter kubik, menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk ketujuh di Indonesia pada saat pencatatan tersebut. (4) Kondisi ini tercatat sekitar 11,9 kali di atas pedoman tahunan WHO, sehingga masyarakat, termasuk pasien berisiko tinggi, dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. (4)
Nilai AQI 154 tergolong kategori Merah (Unhealthy) berdasarkan skala AQI, yang berarti sebagian masyarakat umum dapat mengalami efek kesehatan, sementara kelompok sensitif berisiko mengalami efek yang lebih berat. (1, 3) Bagi dokter yang menangani pasien dengan penyakit pernapasan kronis atau kardiovaskular di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta, informasi AQI harian dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyesuaikan rencana aktivitas maupun edukasi pasien.
Implikasi Praktis: Edukasi Pasien Saat AQI Menunjukkan Kondisi Tidak Sehat
• Jangan berasumsi bahwa kondisi sehat membuat seseorang kebal terhadap dampak polusi udara; setiap orang tetap perlu waspada terhadap gejala yang muncul pada hari dengan polusi tinggi. (3)
• Pasien anak, lansia, individu hamil, atau dengan penyakit kronis termasuk kelompok berisiko lebih tinggi dan memerlukan edukasi tambahan mengenai langkah perlindungan diri. (3)
• Pada hari dengan kategori oranye atau lebih buruk, pasien dianjurkan menyesuaikan aktivitas harian dengan menghindari aktivitas luar ruangan yang berkepanjangan, terutama di area dengan lalu lintas padat. (3)
• Pada kategori ungu atau marun, pasien dianjurkan sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan. (3)
Informasi AQI dapat diakses masyarakat maupun tenaga kesehatan melalui laporan cuaca harian, situs pemantauan kualitas udara, maupun aplikasi cuaca, sehingga dapat digunakan sebagai dasar edukasi pencegahan yang bersifat mendekati waktu nyata. (3)
FAQ
Berapa nilai AQI yang dianggap tidak sehat bagi kelompok sensitif?
Nilai AQI 101–150 sudah tergolong kategori Unhealthy for Sensitive Groups, yang berarti kelompok seperti anak-anak, lansia, individu hamil, dan penderita penyakit pernapasan seperti asma sebaiknya membatasi aktivitas fisik luar ruangan yang berkepanjangan. (1, 3) Pada kategori ini, masyarakat umum yang sehat pada umumnya belum mengalami dampak kesehatan yang signifikan. (1)
Siapa saja kelompok yang paling berisiko terdampak polusi udara?
Kelompok yang paling berisiko meliputi anak-anak dan remaja, lansia di atas 65 tahun, individu dengan asma atau penyakit paru lainnya, individu dengan diabetes atau penyakit kardiovaskular, serta individu yang sedang hamil. (3) Individu dewasa sehat yang banyak beraktivitas atau bekerja di luar ruangan turut berisiko mengalami dampak kesehatan akibat paparan polusi udara. (3)
Polutan apa yang paling berkontribusi terhadap nilai AQI yang tinggi di Jakarta?
Berdasarkan data kualitas udara Jakarta, PM2.5 atau partikel polutan halus tercatat sebagai polutan dominan yang mendorong tingginya nilai AQI. (4) Partikel ini tergolong dalam kelompok particulate matter, salah satu dari lima polutan utama yang diukur dalam perhitungan AQI. (1)
Apakah nilai AQI di bawah 100 berarti udara sepenuhnya aman bagi seluruh pasien?
Nilai AQI di bawah 100 secara umum dianggap memuaskan, tetapi pada kategori Moderate (51–100), individu yang sangat sensitif terhadap polusi tetap disarankan membatasi aktivitas fisik luar ruangan yang berkepanjangan. (1, 3) Dengan demikian, nilai di bawah 100 belum tentu bebas risiko sepenuhnya bagi seluruh pasien, terutama yang memiliki kondisi pernapasan atau kardiovaskular yang mendasarinya.
Kesimpulan
Interpretasi AQI yang tepat memungkinkan dokter dan tenaga kesehatan memberikan edukasi pencegahan yang proporsional sesuai tingkat risiko pasien, mulai dari kelompok sensitif hingga masyarakat umum. (1, 3) Mengingat kualitas udara di sejumlah kota besar Indonesia, termasuk Jakarta, kerap berada pada kategori tidak sehat, pemantauan AQI harian sebaiknya menjadi bagian dari komunikasi klinis rutin, khususnya bagi pasien dengan penyakit pernapasan kronis, kardiovaskular, anak-anak, lansia, dan individu hamil. (3, 4)
Daftar Pustaka
1. AirNow.gov. AQI Basics [Internet]. U.S. Environmental Protection Agency. Tersedia dari: https://www.airnow.gov/aqi/aqi-basics/
2. EBSCO Information Services. Air Quality Index (AQI). Research Starters: Environmental Sciences [Internet]. Tersedia dari: https://www.ebsco.com/research-starters/environmental-sciences/air-quality-index-aqi
3. American Lung Association. Air Quality Index [Internet]. Tersedia dari: https://www.lung.org/clean-air/outdoors/air-quality-index
4. Jakarta Globe. Jakarta Air Pollution Worsens as PM2.5 Hits 11.9 Times WHO Guideline [Internet]. Tersedia dari: https://jakartaglobe.id/news/jakarta-air-pollution-worsens-as-pm25-hits-119-times-who-guideline
5. Rosen Z. Let's Discuss AQI [Internet]. CEAMS Blog, Colorado State University; 2020 Jul 9. Tersedia dari: https://csu-ceams.com/blog/lets-discuss-aqi/




