Berita
Webinar PrimaPro Bahas Peran Dokter Anak dalam Mengatasi Puting Lecet pada Ibu Menyusui

Kamis, 13 November 2025 – PrimaPro kembali menyelenggarakan webinar edukatif bertajuk “Puting Lecet pada Ibu Menyusui: Implikasi bagi Tumbuh Kembang Bayi dan Peran Dokter Anak dalam Menanganinya.” Webinar ini menghadirkan dr. Naomi Esthernita, Sp.A(K), sebagai narasumber dan dipandu oleh dr. Yuni Astria, Sp.A sebagai moderator. Acara ini membahas penyebab puting lecet, dampaknya terhadap proses menyusui, hingga peran strategis dokter anak dalam memberikan intervensi yang tepat.
Sebagai pembuka, dr. Naomi, yang saat ini menjabat sebagai ketua Satgas ASI IDAI, menekankan bahwa menyusui merupakan fondasi penting bagi kesehatan ibu dan bayi. Mengutip data WHO, menyusui menurunkan risiko kematian bayi hingga 13%, sementara pada ibu, menyusui selama 12 bulan terbukti menurunkan risiko kanker payudara hingga 26%. Fakta-fakta ini memperlihatkan bahwa proses menyusui yang optimal tidak hanya berdampak pada nutrisi, tetapi juga kelangsungan hidup dan kesehatan jangka panjang. Namun, berbagai hambatan dapat mengganggu kelancaran menyusui, dan puting lecet menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami.
Dalam pemaparan materi, dr. Naomi menjelaskan bahwa puting lecet terjadi pada 20–80% ibu menyusui, menjadikannya salah satu keluhan tersering di minggu-minggu awal pascapersalinan. Penyebab utama puting lecet berkaitan dengan posisi dan pelekatan menyusui yang kurang tepat. Melalui rangkaian slide, dr. Naomi menampilkan perbedaan visual antara pelekatan baik dan buruk, serta bagaimana tanda-tanda kecil seperti posisi mulut bayi, sudut bibir, hingga sejauh mana areola masuk ke mulut bayi dapat menentukan kenyamanan ibu saat menyusui.
Masalah puting lecet tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga dapat menghambat efektivitas menyusu dan menurunkan asupan nutrisi bayi. Nyeri yang berulang dapat membuat ibu enggan menyusui atau memperpendek durasi menyusu, sehingga memengaruhi kenaikan berat badan bayi. Pada beberapa kasus, puting lecet yang tidak diatasi dapat berkembang menjadi infeksi seperti mastitis atau abses.
Webinar ini juga menekankan pentingnya refleks menyusu bayi—rooting, sucking, dan swallowing—yang perlu didukung melalui edukasi kepada orang tua mengenai posisi menyusui yang benar. Dr. Naomi menekankan bahwa menyusui adalah proses belajar bersama antara ibu dan bayi. Karena itu, bimbingan yang tepat sejak awal sangat berperan dalam mencegah puting lecet.
Dalam sesi tatalaksana klinis, narasumber menjabarkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dokter anak dalam menangani puting lecet. Penanganan awal meliputi evaluasi posisi dan pelekatan, memastikan rawat gabung 24 jam, serta menjaga agar ibu tetap memberikan ASI selama nyeri masih dapat ditoleransi. Jika terdapat luka berat atau tanda infeksi, intervensi medis tambahan mungkin diperlukan.
Selain penanganan klinis, peran dokter anak dalam menyampaikan edukasi sangat ditekankan. Konseling menyusui disarankan diberikan sejak masa antenatal, berlanjut hingga periode pascapersalinan, bahkan sampai usia bayi lebih dari 6 bulan. Mengacu pada WHO dan pedoman Baby Friendly Hospital Initiative (BFHI), fasilitas kesehatan dianjurkan menyediakan edukasi yang konsisten tentang manfaat menyusui, manajemen laktasi, serta dukungan berkelanjutan melalui follow-up.
Materi ditutup dengan pesan bahwa dukungan tenaga kesehatan, khususnya dokter anak, berperan penting dalam memastikan ibu mampu menyusui secara nyaman dan efektif. Puting lecet adalah masalah umum yang dapat diatasi bila dideteksi dan ditangani dengan tepat. Webinar ini menjadi langkah penting bagi PrimaPro dalam memperkuat edukasi dan praktik klinis seputar kesehatan ibu dan bayi.
Jangan lewatkan webinar berikutnya dan follow @official.primapro di Instagram untuk info lengkap dan jadwal terbaru!

