Berita
Webinar PrimaPro Bahas Penanganan Penyakit Jantung pada Anak dari Fasilitas Primer hingga RS Rujukan

Senin, 17 November 2025—PrimaPro menyelenggarakan webinar bertajuk “Sehatkan Jantung Anak Indonesia: dari Puskesmas Sampai Rumah Sakit Rujukan” yang menghadirkan dr. Rizky Adriansyah, Sp.A, Subsp. Kardio(K) sebagai narasumber dan Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K) sebagai moderator. Acara ini membahas tantangan penyakit jantung pada anak di Indonesia serta strategi penanganannya secara komprehensif mulai dari layanan dasar hingga pusat rujukan.
Dalam pembukaannya, dr. Rizky menekankan bahwa kesehatan anak merupakan investasi besar menuju Indonesia Emas 2045. Penyakit jantung pada anak, baik bawaan maupun didapat, masih menjadi masalah signifikan yang sering terlambat terdiagnosis. Kondisi ini disebut sebagai fenomena “Tetralogy Terlambat,” yaitu terlambat disadari, terlambat dideteksi, terlambat dirujuk, dan terlambat diobati.
Data yang dipaparkan menunjukkan insidens penyakit jantung bawaan (PJB) mencapai 1 dari 100 kelahiran hidup. Dengan angka kelahiran Indonesia, diperkirakan 50.000 bayi lahir dengan PJB setiap tahun, dan sekitar 25%-nya merupakan PJB kritis. Namun, 80% kasus datang terlambat ke rumah sakit rujukan. Sementara itu, penyakit jantung didapat seperti Penyakit Jantung Reumatik (PJR), obesitas, dan hipertensi pada remaja juga menunjukkan tren meningkat.
Webinar kemudian mengulas gejala penting yang harus dikenali sejak dini. Pada bayi, tanda bahaya meliputi mudah lelah saat menyusu, napas cepat, keringat berlebih, berat badan sulit naik, sianosis, dan infeksi saluran napas berulang. Pada anak yang lebih besar dan remaja, gejala seperti sesak saat beraktivitas, nyeri dada, palpitasi, sinkop, hipertensi, serta riwayat infeksi tenggorokan berulang perlu dicermati sebagai indikator potensi penyakit jantung.
Materi juga menyoroti faktor risiko sejak masa janin, termasuk diabetes maternal, konsumsi obat tertentu, defisiensi folat, serta infeksi rubella. Setelah lahir, faktor gaya hidup seperti konsumsi gula berlebih, aktivitas fisik rendah, serta kebiasaan makan tidak sehat memperbesar risiko penyakit jantung pada anak dan remaja.
Salah satu fokus utama webinar adalah peran penting Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Sebagai garda terdepan, FKTP berperan dalam edukasi keluarga, skrining ibu hamil, skrining saturasi oksigen bayi, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini murmur atau tanda gagal jantung. Fasilitas primer menjadi titik penting dalam menentukan rujukan cepat dan tepat, termasuk menggunakan telekonsultasi sebagai alat kolaborasi dengan dokter spesialis.
Webinar kemudian menjelaskan alur pelayanan jantung anak dari FKTP ke rumah sakit level dasar, madya, hingga paripurna. Setiap level memiliki tanggung jawab berbeda, mulai dari skrining oksimeter dan stabilisasi awal, pemeriksaan penunjang seperti EKG dan ekokardiografi, hingga intervensi lanjutan termasuk kateterisasi atau tindakan bedah jantung.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai kriteria rujukan FKTP, seperti sesak berat, sianosis sentral, bayi yang sulit minum, murmur signifikan, berat badan tidak naik, hingga riwayat sinkop atau palpitasi.
Dalam sesi akhir, pembicara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, organisasi profesi, pendidikan, komunitas, hingga pembuat kebijakan. Program skrining jantung (INPOST), pelatihan ekokardiografi dasar (PNET), serta tele-echocardiography melalui aplikasi digital seperti PrimaPro menjadi inovasi kunci untuk meningkatkan deteksi dini dan kualitas pelayanan. Pada bagian ini, dr. Rizky menjelaskan bahwa PrimaPro memainkan peran strategis dalam ekosistem pelayanan jantung anak di Indonesia, terutama sebagai platform tele-interpretasi ekokardiografi, koordinasi rujukan, edukasi klinis, dan pendokumentasian jangka panjang. Dengan memanfaatkan PrimaPro, FKTP dan rumah sakit daerah dapat mengidentifikasi PJB lebih cepat, merencanakan rujukan lebih tepat, serta mempercepat akses ke intervensi yang menyelamatkan jiwa.
Webinar ditutup dengan pesan kuat: “Sehatkan Jantung Anak Indonesia, Selamatkan Penerus Bangsa.” Visi tersebut menegaskan bahwa setiap anak, termasuk yang memiliki kelainan jantung, berhak mendapatkan kesempatan tumbuh optimal menuju Indonesia Emas 2045.
Follow @official.primapro di Instagram untuk jadwal webinar berikutnya!

