Berita
Stunting dan Karies: Dua Kondisi yang Saling Berhubungan Erat
5 Juni 2025
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan mulut. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa hubungan stunting dan karies gigi berhubungan dengan erat, dan hubungan ini tak hanya bersifat satu arah, melainkan saling mempengaruhi secara bi-direksional. (1–3)
Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung sejak masa prenatal hingga tahun-tahun awal kehidupan, menyebabkan gangguan perkembangan organ dan jaringan, termasuk jaringan mulut. Salah satu konsekuensi fisiologis stunting adalah perubahan pada kelenjar saliva yang mengurangi produksi dan kualitas saliva. Saliva berperan penting dalam melindungi mulut dari infeksi dengan membersihkan plak, menetralkan asam, dan mengandung mineral yang membantu remineralisasi enamel gigi. Penurunan aliran saliva (hipofungsi saliva) dan perubahan komposisi kimianya pada anak stunting membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan dan karies. (3)
Selain gangguan saliva, malnutrisi juga memengaruhi proses pembentukan enamel gigi pada masa pertumbuhan. Asupan nutrisi yang suboptimal menjadikan enamel cenderung lebih tipis dan rapuh. Kondisi ini mempermudah penetrasi asam yang dihasilkan oleh bakteri plak, sehingga meningkatkan risiko demineralisasi dan pembentukan karies. Selain itu, keterlambatan perkembangan motorik halus yang sering menyertai anak stunting berdampak pada kemampuan mereka dalam melakukan kebersihan mulut secara mandiri. Anak-anak ini sering mengalami kesulitan dalam menyikat gigi dengan teknik yang benar, sehingga kebersihan oral mereka kurang optimal dan plak mudah menumpuk. (1)
Studi di Sukajadi, Bandung, menunjukkan bahwa mayoritas anak stunting memiliki praktik kebersihan oral yang buruk, seperti menyikat gigi hanya sekali sehari, durasi menyikat gigi kurang dari dua menit, dan penggunaan teknik menyikat horizontal yang kurang efektif. Kebiasaan pemberian susu botol atau ASI menggunakan botol pada malam hari juga cukup tinggi, yang memperpanjang paparan gula pada gigi saat aliran saliva menurun pada malam hari, sehingga risiko karies meningkat signifikan. Secara epidemiologis, anak-anak stunting ini mengalami peningkatan jumlah karies dalam kurun waktu 1–3 tahun, meskipun peningkatannya umumnya tergolong rendah, angka ini tetap menunjukkan masalah kesehatan oral yang perlu perhatian serius. (1)
Seiring dengan hal tersebut, karies gigi yang tidak diobati, khususnya early childhood caries (ECC), juga dapat memperburuk kondisi stunting pada anak. Karies yang berat menyebabkan nyeri mulut yang mengganggu aktivitas makan, mengakibatkan asupan kalori dan nutrisi yang tidak mencukupi. Selain itu, nyeri ini dapat mengganggu tidur dan memicu stres kronik yang berdampak negatif pada hormon pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Infeksi kronis akibat karies juga menimbulkan peradangan sistemik yang menghambat penyerapan nutrisi dan mengalihkan energi tubuh untuk melawan infeksi, sehingga memperparah malnutrisi kronis dan stunting. (2)
Studi longitudinal menunjukkan bahwa anak dengan karies berat memiliki risiko hampir dua kali lipat untuk mengalami penurunan status tinggi badan dalam jangka waktu satu tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa karies bukan hanya konsekuensi dari malnutrisi, melainkan juga faktor penyebab yang dapat memperparah kondisi gizi anak. Dengan demikian, karies dan stunting membentuk siklus negatif yang sulit diputus apabila tidak dilakukan intervensi yang komprehensif dan simultan. (2)
Faktor lingkungan dan sosial juga turut memperkuat hubungan ini. Rendahnya pengetahuan dan pengawasan orang tua dalam menjaga kebersihan oral anak berkontribusi pada tingginya prevalensi karies pada anak stunting. Selain itu, keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan gigi dan perawatan preventif, serta pola makan yang tinggi gula dan kurang bergizi, menjadi faktor risiko tambahan yang memperburuk kondisi kedua masalah ini. Oleh karena itu, edukasi orang tua dan komunitas mengenai pentingnya praktik kebersihan oral yang baik dan gizi seimbang sangat penting untuk mendukung kesehatan mulut dan tumbuh kembang anak secara optimal. (1-3)
Menjaga kebersihan oral secara efektif sejak dini menjadi kunci utama pencegahan karies dan dampaknya pada pertumbuhan anak. Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, menghindari konsumsi gula berlebih, serta rutin melakukan pemeriksaan gigi harus dibiasakan dan diawasi oleh orang tua. Intervensi promosi kesehatan yang melibatkan edukasi kepada keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan oral yang baik, sekaligus memperbaiki status gizi anak, sehingga mengurangi risiko stunting dan karies secara bersamaan. (1)
Secara keseluruhan, hubungan bi-direksional antara stunting dan karies menuntut pendekatan holistik dalam penanganan stunting dan pemeliharaan kebersihan mulut. Program intervensi gizi harus disertai dengan penanganan dan edukasi kesehatan oral untuk memutus siklus yang menyebabkan kedua kondisi ini untuk terjadi secara bersamaan. Dukungan yang melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan kondisi anak yang sehat secara menyeluruh.
Referensi
- Putri TN, Indriyanti R, Setiawan AS. A descriptive study on oral hygiene practice and caries increment in children with growth stunting. Front Oral Health. 2023;4:1236228. doi:10.3389/froh.2023.1236228
- Aulia RN, Indriyanti R, Setiawan AS. The bi-directional relationship between growth stunting and early childhood caries: a rapid review. Front Public Health. 2023;11:1234893. doi:10.3389/fpubh.2023.1234893
- Sadida ZJ, Indriyanti R, Setiawan AS. Does growth stunting correlate with oral health in children?: a systematic review. Eur J Dent. 2022;16(1):32–40. doi:10.1055/s-0041-1731887




