Berita
Pertusis pada Anak: Tinjauan Klinis dan Tatalaksana
20 Juni 2024
Ditulis oleh Editorial Primapro

“Latar Belakang Pertusis, atau yang dikenal sebagai batuk rejan, merupakan penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh Bordetella pertussis, suatu bakteri gram negatif yang sangat menular. Informasi tambahan ini membantu tenaga kesehatan memahami konteks klinis pertimbangan manfaat risiko dan penerapan temuan dalam pelayanan anak berbasis bukti yang tersedia secara tepat.””
Latar Belakang
Pertusis, atau yang dikenal sebagai batuk rejan, merupakan penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh Bordetella pertussis, suatu bakteri gram negatif yang sangat menular. Penyakit ini ditandai dengan batuk paroksismal yang khas, sering disertai dengan suara “whoop” pada inspirasi, terutama pada anak yang lebih besar. Meskipun telah tersedia vaksin yang efektif, pertusis masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di negara berkembang, akibat penurunan cakupan imunisasi dan munculnya kekebalan yang menurun seiring waktu. Bayi, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, merupakan kelompok dengan risiko tertinggi mengalami komplikasi berat hingga kematian. (1)
Penularan terjadi melalui droplet dari individu yang terinfeksi, dengan masa inkubasi umumnya berkisar 7–10 hari. Penyakit ini memiliki perjalanan klinis yang khas dalam beberapa fase, yang sering kali menyulitkan diagnosis dini karena gejala awal menyerupai infeksi saluran napas atas biasa. (1)
Etiologi dan Variasi Strain Bordetella
Genus Bordetella terdiri dari beberapa spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, dengan karakteristik klinis yang berbeda. Secara klasifikasi, spesies utama yang relevan secara klinis meliputi:
Bordetella pertussis
Bordetella parapertussis
Bordetella bronchiseptica
Bordetella holmesii
Bordetella pertussis merupakan penyebab utama pertusis klasik dengan manifestasi klinis paling berat. Bakteri ini menghasilkan berbagai faktor virulensi, termasuk toksin pertusis yang berperan dalam mengganggu fungsi sistem imun dan menyebabkan limfositosis khas. Infeksi umumnya memiliki perjalanan penyakit yang terbagi menjadi fase kataral, paroksismal, dan konvalesen. Fase paroksismal ditandai dengan batuk hebat berulang yang dapat menyebabkan apnea, sianosis, dan muntah pascabatuk, terutama pada bayi. Komplikasi seperti pneumonia, kejang, dan ensefalopati lebih sering terjadi pada kelompok usia muda. (1)
Bordetella parapertussis menyebabkan penyakit yang menyerupai pertusis, namun dengan derajat keparahan yang umumnya lebih ringan. Manifestasi klinis sering kali tidak menunjukkan batuk “whoop” yang khas, dan komplikasi jarang terjadi. Namun demikian, infeksi ini tetap relevan secara klinis karena dapat berkontribusi terhadap beban penyakit respiratorik pada anak. (1)
Bordetella bronchiseptica lebih sering ditemukan sebagai patogen pada hewan, tetapi pada manusia dapat menyebabkan infeksi oportunistik, terutama pada individu dengan gangguan imun. Manifestasi dapat berupa infeksi saluran napas bawah dengan perjalanan penyakit yang bervariasi tergantung kondisi host. (1)
Bordetella holmesii merupakan patogen yang lebih jarang, tetapi telah dilaporkan menyebabkan gejala mirip pertusis maupun bakteremia, khususnya pada pasien dengan asplenia atau gangguan imun lainnya. Diagnosis sering kali sulit karena keterbatasan metode deteksi konvensional. (1)
Patogenesis, Faktor Risiko, dan Perjalanan Penyakit
Patogenesis pertusis melibatkan kolonisasi epitel saluran napas oleh bakteri yang kemudian menghasilkan berbagai toksin, seperti pertussis toxin dan adenylate cyclase toxin. Toksin-toksin ini mengganggu mekanisme pertahanan mukosiliar dan memodulasi respons imun, sehingga memungkinkan bakteri bertahan dan berkembang biak di saluran napas. (1)
Faktor risiko utama meliputi usia muda, terutama bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, paparan terhadap individu yang terinfeksi, serta kondisi imunodefisiensi. Selain itu, menurunnya imunitas pada remaja dan dewasa juga berperan sebagai reservoir penularan bagi bayi. (1)
Perjalanan penyakit yang khas terdiri dari tiga fase. Fase kataral menyerupai infeksi saluran napas atas ringan dengan gejala seperti rhinorrhea dan batuk ringan. Fase ini merupakan periode dengan tingkat penularan tertinggi. Fase paroksismal ditandai dengan batuk spasmodik yang intens, sedangkan fase konvalesen ditandai dengan perbaikan bertahap, meskipun batuk dapat menetap selama beberapa minggu. (1)
Pencegahan dan Implikasi Klinis
Pencegahan pertusis terutama dilakukan melalui imunisasi aktif menggunakan vaksin yang mengandung komponen pertusis, baik dalam bentuk DTP maupun kombinasi lainnya. Pencegahan pertusis terutama dilakukan melalui imunisasi aktif menggunakan vaksin yang mengandung komponen pertusis, baik dalam bentuk DTP maupun kombinasi lainnya. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi DTP diberikan secara intramuskular mulai usia 2 bulan, dilanjutkan pada usia 3 dan 4 bulan (atau skema 2, 4, 6 bulan). Booster pertama diberikan pada usia 18 bulan, diikuti booster lanjutan pada usia 5–7 tahun dan 10–18 tahun dalam bentuk vaksin Td atau Tdap. Pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), vaksin DT diberikan pada kelas 1 SD, Td pada kelas 2 dan kelas 5. Pemberian imunisasi sesuai jadwal ini terbukti efektif dalam menurunkan insiden pertusis serta melindungi kelompok usia rentan, terutama bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. (1,2)
Dalam praktik klinis, penting bagi dokter anak untuk mempertahankan kewaspadaan terhadap pertusis, terutama pada bayi dengan batuk persisten atau episode apnea tanpa sebab yang jelas. Diagnosis dini dan tata laksana yang tepat tidak hanya berperan dalam memperbaiki luaran pasien, tetapi juga dalam mengendalikan transmisi di komunitas. (1)
FAQ
Apa hal utama yang perlu dinilai dalam praktik klinis?
Jawaban mengikuti informasi dan sumber yang dijelaskan dalam artikel.
Kapan evaluasi lebih lanjut perlu dipertimbangkan?
Latar Belakang
Pertusis, atau yang dikenal sebagai batuk rejan, merupakan penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh Bordetella pertussis, suatu bakteri gram negatif yang sangat menular. Penyakit ini ditandai dengan batuk paroksismal yang khas, sering disertai dengan suara “whoop” pada inspirasi, terutama pada anak yang lebih besar.
Apa informasi penting yang perlu disampaikan kepada keluarga?
Penularan terjadi melalui droplet dari individu yang terinfeksi, dengan masa inkubasi umumnya berkisar 7–10 hari. Penyakit ini memiliki perjalanan klinis yang khas dalam beberapa fase, yang sering kali menyulitkan diagnosis dini karena gejala awal menyerupai infeksi saluran napas atas biasa.
Bagaimana temuan artikel ini diterapkan dalam pelayanan anak?
Etiologi dan Variasi Strain Bordetella
Genus Bordetella terdiri dari beberapa spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, dengan karakteristik klinis yang berbeda.
Kesimpulan
Kesimpulan dan Penutup
Pertusis tetap menjadi tantangan klinis yang signifikan dalam praktik pediatri, meskipun telah tersedia vaksin yang efektif. Variasi spesies Bordetella dengan karakteristik klinis yang berbeda menuntut pemahaman yang komprehensif dari tenaga kesehatan. Patogenesis yang kompleks, perjalanan penyakit yang khas, serta risiko komplikasi berat pada bayi menegaskan pentingnya deteksi dini dan pencegahan melalui imunisasi. Dalam konteks menurunnya cakupan vaksinasi di beberapa populasi, peran dokter anak tidak hanya terbatas pada diagnosis dan terapi, tetapi juga mencakup edukasi dan advokasi untuk meningkatkan kepercayaan terhadap imunisasi sebagai upaya perlindungan utama terhadap pertusis.
Ikuti akun Instagram @official.primapro untuk mendapatkan update informasi terkait ilmu pediatri klinis, webinar dan seminar SKP, serta dapatkan informasi terkait RME dan supply vaksin di www.primacarehealth.co.id.
Daftar Pustaka
- Lauria AM, Zabbo CP. Pertussis. [Updated 2022 Oct 7]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519008/
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Indonesia 2023. Jakarta: IDAI; 2023.




