Dot Grid

Berita

Perkembangan Vaksin Tuberkulosis pada Anak

Perkembangan Vaksin Tuberkulosis pada Anak

Latar Belakang

Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) telah digunakan selama lebih dari satu abad sebagai satu-satunya vaksin yang tersedia untuk mencegah tuberkulosis (TBC). Vaksin ini terbukti efektif menurunkan angka kejadian TBC berat seperti meningitis dan milier pada anak, serta mengurangi mortalitas anak secara keseluruhan hingga dua kali lipat pada tahun pertama kehidupan. Setiap tahunnya, lebih dari 200 juta dosis vaksin BCG diberikan di seluruh dunia.(1)

Meski demikian, efektivitas BCG terhadap TBC paru pada remaja dan dewasa sangat bervariasi, berkisar antara 0% hingga 80%, tergantung pada faktor geografis, paparan mikobakteri lingkungan, dan kondisi imunologis individu. BCG juga memiliki keterbatasan dalam memberikan perlindungan jangka panjang serta menimbulkan risiko pada anak dengan defisiensi imun, seperti pada pasien HIV. Tantangan-tantangan ini diperparah dengan meningkatnya kasus TBC resisten obat (MDR-TB), serta keterbatasan logistik seperti pasokan vaksin dan heterogenitas strain BCG yang digunakan secara global. Oleh karena itu, untuk mendukung target eliminasi TBC global dan nasional pada 2030, diperlukan vaksin-vaksin baru yang lebih efektif dan aman.


Latar Belakang Vaksin BCG dan Keterbatasannya

BCG merupakan vaksin hidup yang dilemahkan dan bekerja dengan cara menginduksi respons imun seluler, terutama melalui aktivasi sel T CD4+ yang menghasilkan sitokin seperti interferon-gamma (IFN-γ), tumor necrosis factor (TNF), dan interleukin-2 (IL-2). Respons ini efektif dalam melindungi terhadap penyebaran hematogen ke otak dan organ lainnya, sehingga mampu mencegah TBC berat pada bayi dan balita. Namun, proteksi terhadap TBC paru, yang menjadi bentuk paling umum dan menular, berkurang seiring waktu dan tidak konsisten pada remaja dan dewasa.(1) Hal ini menjadikan BCG tidak cukup untuk menghentikan transmisi komunitas secara efektif.


Vaksin Subunit dan Kandidat M72/AS01E

Pengembangan vaksin TBC generasi baru difokuskan pada dua pendekatan utama: vaksin subunit dan vaksin whole-cell. Vaksin subunit menggunakan antigen spesifik dari Mycobacterium tuberculosis (Mtb), biasanya dalam bentuk protein fusi rekombinan, yang dikombinasikan dengan adjuvan untuk meningkatkan imunogenisitas.Keuntungan utama vaksin ini adalah keamanan yang lebih tinggi karena tidak menggunakan mikobakteri hidup, serta proses produksi yang lebih terstandarisasi. (1)


Salah satu kandidat paling menjanjikan adalah vaksin M72/AS01E, yang terdiri dari dua protein fusi Mtb (Mtb32A dan Mtb39A) dengan adjuvan AS01E. Dalam uji klinik fase 2b di tiga negara Afrika, vaksin ini menunjukkan efikasi sebesar 49,7% (95% CI: 2,1–74,2) dalam mencegah TBC aktif pada dewasa muda IGRA-positif tanpa infeksi HIV, dengan efek imun protektif yang bertahan hingga 3 tahun.(2) Vaksin ini juga terbukti aman dan mampu meningkatkan kadar antibodi spesifik M72 serta aktivasi sel T CD4+.(2)


Saat ini, Indonesia terlibat dalam uji klinik global fase 3 vaksin M72/AS01E. Penelitian ini melibatkan 2.500 partisipan dari Indonesia sebagai bagian dari total 20.000 subjek dari tujuh negara. Uji klinik ini bertujuan mengevaluasi efikasi profilaksis, keamanan, dan imunogenisitas vaksin pada individu usia remaja usia 15–44 tahun. Vaksin diberikan dua kali melalui rute intramuskular dengan jarak satu bulan. Tujuan utama studi adalah mengevaluasi efikasi vaksin dalam mencegah TBC paru yang terkonfirmasi laboratorium pada individu IGRA-positif tanpa HIV. (3) Efikasi dan keamanannya belum diteliti pada anak di bawah 15 tahun dan penyandang HIV, tetapi jika hasil penelitian fase III menjanjikan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penelitian pada populasi-populasi tersebut ke depannya.


Whole-Cell Vaccine

Selain subunit, vaksin whole-cell juga sedang dikembangkan sebagai alternatif atau pengganti BCG. Kandidat seperti MTBVAC dan VPM1002 merupakan modifikasi dari strain Mtb dan BCG, masing-masing. MTBVAC adalah strain Mtb yang dilemahkan secara genetik dengan menghapus gen virulensi seperti phoP dan fadD26, yang mempertahankan lebih banyak epitop imunogenik dibandingkan BCG. Vaksin ini menunjukkan profil keamanan baik pada uji fase awal pada bayi dan menimbulkan respons imun yang lebih kuat dibandingkan BCG konvensional. (1)


Vaksin VPM1002 merupakan rekombinan BCG yang ditingkatkan dengan ekspresi listeriolysin dari Listeria monocytogenes, yang meningkatkan aktivasi sel T CD8+ melalui presentasi antigen sitosolik. Vaksin ini telah melalui uji fase 2 dan kini sedang dalam fase 3 untuk mengevaluasi efikasi pada bayi, termasuk yang terpapar HIV.(1)


Kesimpulan

Vaksin BCG telah memainkan peran penting dalam melindungi anak dari bentuk berat TBC selama satu abad terakhir. Namun, dengan tantangan epidemiologi modern seperti resistensi obat dan kebutuhan perlindungan pada kelompok usia remaja dan dewasa muda, pendekatan vaksinasi berbasis BCG tidak lagi memadai. Pengembangan vaksin baru seperti M72/AS01E dan whole-cell vaccine memberikan harapan besar dalam upaya mengendalikan dan akhirnya mengeliminasi TBC di Indonesia dan dunia.

Dukungan dari komunitas medis, termasuk dokter anak, sangat penting untuk mendeteksi dini kasus TBC, menginformasikan orang tua tentang vaksinasi yang tersedia, serta meningkatkan semangat dan dorongan untuk dilakukannya upaya-upaya dalam menciptakan vaksin-vaksin baru yang diperlukan untuk mengejar eliminasi TB secepatnya.


Daftar Pustaka

  1. Cranmer LM, Cotton MF, Day CL, Nemes E. What’s Old and New in Tuberculosis Vaccines for Children. J Pediatric Infect Dis Soc. 2022;11(S3):S110–6. https://doi.org/10.1093/jpids/piac078
  2. Tait DR, Hatherill M, Van Der Meeren O, et al. Final Analysis of a Trial of M72/AS01E Vaccine to Prevent Tuberculosis. N Engl J Med. 2019;381(25):2429–39. doi:10.1056/NEJMoa1909953
  3. Kementerian Kesehatan RI. Uji Klinik Global Vaksin TBC M72 Masuki Tahap Kunci: Indonesia Libatkan 2.095 Partisipan. 2024. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/uji-klinik-global-vaksin-tbc-m72-masuki-tahap-kunci-indonesia-libatkan-2-095-partisipan





Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan