Dot Grid

Berita

Peran Suplementasi Zat Besi pada Neonatus dengan Berat Badan Lahir Rendah

Peran Suplementasi Zat Besi pada Neonatus dengan Berat Badan Lahir Rendah

Latar Belakang

Zat besi merupakan mikronutrien esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebutuhan ini meningkat secara signifikan pada masa awal kehidupan untuk mendukung eritropoiesis, perkembangan neurologis, serta sistem imun. Defisiensi zat besi, terutama pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dapat menyebabkan anemia yang berkontribusi terhadap gangguan tumbuh kembang jangka panjang, termasuk hambatan kognitif, gangguan perilaku, serta peningkatan morbiditas akibat infeksi. (1)

Bayi yang lahir dengan berat <2500 gram memiliki cadangan zat besi yang lebih rendah dibanding bayi cukup bulan. Hal ini disebabkan oleh terganggunya akumulasi zat besi yang biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Faktor risiko lainnya termasuk pertumbuhan intrauterin terhambat, diabetes gestasional, serta kebiasaan merokok atau obesitas maternal. Selain itu, kebutuhan zat besi postnatal pada bayi preterm meningkat untuk mendukung pertumbuhan cepat dan eritropoiesis dini, menyebabkan mereka lebih rentan terhadap defisiensi. (2)


Peran Zat Besi dan Bukti Ilmiah pada Bayi BBLR

Zat besi memiliki peran dalam beberapa sistem organ, namun fungsi yang paling kritis adalah pada sistem hematologi dan neurologi. Dalam tinjauan sistematis terbaru, suplementasi zat besi enteral pada bayi BBLR terbukti meningkatkan kadar hemoglobin dan ferritin serta menurunkan insidensi anemia defisiensi besi tanpa meningkatkan risiko overload zat besi. (2)

Manapurath dkk. melaporkan bahwa suplementasi zat besi meningkatkan hemoglobin (mean difference 4.79 g/L) dan menurunkan risiko anemia (RR 0.25; 95% CI 0.10–0.62) pada bayi prematur atau BBLR yang diberikan ASI. Selain itu, terdapat peningkatan panjang badan sebesar 0.69 cm yang secara statistik signifikan, meskipun tidak ditemukan perbedaan bermakna pada berat badan, lingkar kepala, atau perkembangan kognitif dan perilaku. (1)

Mayoritas studi memberikan suplementasi zat besi dalam dosis 2–4 mg/kg/hari. Pemberian ini dianggap aman, tanpa peningkatan kejadian necrotizing enterocolitis, sepsis, atau intoleransi saluran cerna. Namun, bukti untuk manfaat jangka panjang terhadap perkembangan neurologis dan fungsional masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lanjutan. (1,2)


Rekomendasi Terkini WHO dan Bukti Praktis

WHO dalam pedoman tahun 2022 menyarankan suplementasi zat besi enteral untuk semua bayi prematur atau BBLR yang mendapat ASI dan tidak menerima zat besi dari sumber lain, sebagai rekomendasi kuat dengan tingkat kepastian bukti sedang. (3)

McCarthy dkk. (2) dalam tinjauan sistematis mereka juga menyimpulkan bahwa suplementasi jangka panjang (>8 minggu) pada bayi BBLR memberikan manfaat dalam meningkatkan status zat besi dan menurunkan prevalensi anemia, dengan efek samping minimal. Oleh karena itu, meskipun belum tersedia dosis ideal yang seragam, pedoman saat ini mendukung pemberian 2–3 mg/kg/hari dimulai pada usia 2–6 minggu hingga usia 6–12 bulan, sesuai kondisi klinis masing-masing bayi. (2)


Kesimpulan

Bayi BBLR memiliki risiko tinggi untuk mengalami defisiensi zat besi karena cadangan yang rendah dan kebutuhan yang meningkat. Suplementasi zat besi terbukti aman dan efektif dalam meningkatkan status hematologi serta mengurangi anemia. Rekomendasi WHO dan hasil tinjauan sistematis mendukung pemberian zat besi pada bayi BBLR, terutama yang mendapat ASI eksklusif. Dokter anak di Indonesia diharapkan memberikan perhatian khusus terhadap status zat besi bayi BBLR dan mempertimbangkan suplementasi zat besi secara rutin sebagai bagian dari praktik klinis yang berbasis bukti.


Daftar Pustaka

  1. Manapurath RM, Pathak BG, Sinha B, et al. Enteral Iron Supplementation in Preterm or Low Birth Weight Infants: A Systematic Review and Meta-analysis. Pediatrics. 2022;150(S1):e2022057092I. https://doi.org/10.1542/peds.2022-057092I
  2. McCarthy EK, Kenny LC, Hourihane JO, et al. Iron supplementation in low birth weight infants: a systematic review of the evidence. Am J Clin Nutr. 2019;109(Suppl_7):918S-925S. https://doi.org/10.1093/ajcn/nuz051
  3. World Health Organization. WHO recommendations on care of the preterm or low birth weight infant. Geneva: WHO; 2022. Licence: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan