Dot Grid

Berita

Peran Dokter Spesialis Anak dalam Mencegah Filicide oleh Orang Tua

Peran Dokter Spesialis Anak dalam Mencegah Filicide oleh Orang Tua

Latar Belakang

Filisida didefinisikan sebagai pembunuhan anak oleh orang tuanya sendiri. Infanticide merupakan pembunuhan anak di bawah usia satu tahun, sedangkan neonaticide terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan. Epidemiologi menunjukkan bahwa ibu merupakan pelaku terbanyak dalam kasus pembunuhan anak usia dini, dengan risiko tertinggi pada tahun pertama kehidupan. Fenomena ini terjadi lintas budaya dan negara, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia, dan sering kali berkaitan dengan gangguan kesehatan mental ibu, tekanan sosial-ekonomi, serta isolasi sosial. (1)

Dokter spesialis anak memiliki peran sentral bukan hanya dalam aspek medis, tetapi juga dalam menjaga kesejahteraan anak secara menyeluruh. Sebagai garda terdepan, mereka harus peka terhadap tanda-tanda yang mengindikasikan risiko kekerasan atau kelalaian, termasuk memburuknya kondisi mental orang tua. Dalam konteks budaya Indonesia, di mana ibu sering menjadi pengasuh utama, deteriorasi kesehatan mental ibu dapat menjadi faktor risiko signifikan terhadap terjadinya neglect maupun tindakan ekstrem seperti filisida.


Motif FIlisida

Maternal filisida umumnya memiliki lima motif utama: altruistik, psikotik akut, fatal maltreatment, unwanted child, serta spouse revenge. Pada filisida altruistik, ibu membunuh anak karena meyakini hal itu demi “kepentingan anak”, biasanya terkait ide bunuh diri. Filisida psikotik akut muncul tanpa motif rasional, sering kali karena halusinasi perintah. Fatal maltreatment terjadi akibat pola kekerasan kumulatif yang tidak dimaksudkan untuk membunuh. Unwanted child filisida berakar pada persepsi anak sebagai hambatan. Sedangkan spouse revenge, yang paling jarang, terjadi untuk melukai pasangan secara emosional. (2)

Di Indonesia, kasus filisida sering kali terkait dengan postpartum depression atau psychosis, tekanan ekonomi, serta stigma sosial. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa pengalaman ibu dengan trauma masa kecil, pola attachment hostile-helpless, serta rendahnya kapasitas reflective functioning dapat memperbesar risiko terjadinya filisida. (3)


​Red Flags Kesehatan Mental

Beberapa tanda peringatan (red flags) yang perlu diwaspadai dokter anak saat berinteraksi dengan orang tua meliputi: depresi postpartum, anhedonia, insomnia berat, pikiran obsesif tentang kematian anak, ide bunuh diri yang disertai keinginan “mengajak” anak, serta perilaku psikotik seperti waham mengenai keselamatan anak. Penelitian menemukan bahwa hingga 41% ibu dengan depresi berat memiliki pikiran untuk menyakiti anaknya, dibandingkan hanya 7% pada ibu sehat (2). Selain itu, riwayat kekerasan domestik, isolasi sosial, dan pengalaman masa kecil yang traumatis dapat memperburuk risiko. (3)


Rekomendasi: Peran Dokter Anak dalam Pencegahan

Dokter spesialis anak dapat berperan pada tiga level: deteksi dini, konseling awal, dan alur rujukan.

Pertama, deteksi dini dilakukan melalui skrining kesehatan mental ibu, terutama pada periode postpartum. Alat sederhana seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale dapat digunakan untuk menilai risiko depresi atau ide bunuh diri. (2)

Kedua, konseling awal. Bila red flags ditemukan, dokter anak dapat melakukan pendekatan empatik, menormalkan stres caregiving, serta membuka percakapan tentang beban emosional ibu. Teknik seperti problem-solving skills training atau psychoeducation terbukti efektif membantu ibu dengan masalah ringan hingga sedang. (1)

Ketiga, alur rujukan dan proteksi anak. Apabila ditemukan tanda bahaya (ide filicidal, waham, depresi berat), dokter anak harus segera merujuk ibu ke psikiater. Di Indonesia, sistem perlindungan anak melalui dinas sosial dan komisi perlindungan anak juga perlu diaktifkan. Dalam kasus dengan risiko langsung terhadap keselamatan anak, dokter anak berhak melibatkan aparat hukum atau layanan perlindungan anak. Hal ini sejalan dengan prinsip mandatory reporting yang berlaku di banyak negara. (2)

Intervensi berbasis keluarga sangat dianjurkan. Model two-generation pediatric care menekankan bahwa intervensi pada orang tua akan berimbas positif pada anak. Studi menunjukkan bahwa terapi depresi ibu dapat memperbaiki fungsi emosional dan sosial anak, serta meningkatkan kualitas interaksi ibu-anak. (1)


Kesimpulan dan Penutup

Filisida merupakan fenomena kompleks dengan latar belakang psikiatri, sosial, dan budaya.  Karena faktor psikososial yang kompleks, Ibu merupakan kelompok paling rentan sebagai pelaku, khususnya pada tahun pertama kehidupan anak. Dokter spesialis anak di Indonesia memegang peran strategis sebagai lini pertama untuk mengenali red flags kesehatan mental ibu, melakukan konseling awal, serta memastikan rujukan tepat waktu ke psikiatri. Selain itu, mereka harus berkoordinasi dengan sistem perlindungan anak agar anak tetap aman. Dengan meningkatkan kepekaan terhadap faktor risiko dan memperkuat keterampilan komunikasi serta konseling, dokter anak dapat berkontribusi signifikan dalam mencegah tragedi filisida dan melindungi generasi masa depan bangsa.


Referensi

  1. Rotberg B, Wittenberg J, Orkin J, et al. Caring about caregivers: the role of paediatricians in supporting the mental health of parents of children with high caregiving needs. Arch Dis Child. 2020;0:1–3. doi:10.1136/archdischild-2019-318729.
  2. Friedman SH, Resnick PJ. Child murder by mothers: patterns and prevention. World Psychiatry. 2007;6(3):137–141.
  3. Barone L, Carone N. Childhood abuse and neglect experiences, Hostile-Helpless attachment, and reflective functioning in mentally ill filicidal mothers. Attach Hum Dev. 2020;22(5):1–22. doi:10.1080/14616734.2020.1738510.




















alam Mencegah Filisida oleh Orang Tua

Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan