Berita
Pendekatan Klinis Bising Jantung pada Anak

Latar Belakang
Bising jantung adalah temuan auskultasi yang muncul akibat turbulensi aliran darah yang ditransmisikan melalui dinding toraks. Kondisi ini bisa bersifat fisiologis (innocent) maupun patologis. Sekitar 50% anak dilaporkan pernah mengalami murmur, tetapi kurang dari 1% yang berhubungan dengan penyakit jantung bawaan (PJB) signifikan. Meskipun jumlahnya kecil, PJB tetap penting diperhatikan karena dapat memberikan dampak besar terhadap morbiditas dan mortalitas anak. Oleh karena itu, setiap bising jantung perlu ditelaah lebih lanjut untuk memastikan apakah merupakan tanda proses patologis atau hanya fenomena fisiologis. Berikut ini adalah pendekatan klinis yang dapat digunakan ketika menemukan bising jantung pada anak. (1,2)
Konsep Mekanisme Regurgitasi dan Stenosis dalam Terbentuknya Murmur
Murmur pada dasarnya adalah bunyi akibat aliran darah yang menjadi turbulen. Dua mekanisme utama yang menghasilkan murmur adalah stenosis dan regurgitasi. Pada stenosis, katup yang seharusnya terbuka penuh justru menyempit, sehingga darah harus melewati celah sempit dengan kecepatan tinggi. Aliran cepat inilah yang menimbulkan bunyi khas ejeksi sistolik, biasanya dengan karakter kasar dan dapat terdengar menjalar sesuai arah aliran, misalnya ke leher pada stenosis aorta atau ke punggung pada stenosis pulmonal. Sebaliknya, pada regurgitasi, katup gagal menutup sempurna sehingga darah mengalir balik ke ruang sebelumnya. Aliran balik ini biasanya terjadi sepanjang fase tekanan tinggi—misalnya sepanjang sistol pada regurgitasi mitral atau trikuspid—sehingga menimbulkan murmur pansistolik yang bersifat “blowing”. Pada regurgitasi aorta atau pulmonal, aliran balik terjadi saat diastol, menimbulkan early diastolic murmur dengan suara meluncur (decrescendo). (3)
Konsep ini menjelaskan bahwa murmur muncul ketika ada gradien tekanan abnormal yang memaksa darah mengalir melalui katup yang menyempit (stenosis) atau kembali ke ruang bertekanan lebih rendah (regurgitasi). Lokasi terdengarnya murmur serta fase siklus jantung sangat bergantung pada letak katup yang terkena dan arah aliran darah turbulen. Dengan memahami mekanisme dasar ini, Anda dapat lebih mudah menalar apakah suatu murmur mengarah pada stenosis atau regurgitasi, dan kemudian mengaitkannya dengan diagnosis banding spesifik seperti VSD, ASD, PDA, atau penyakit katup lainnya. (3)
Bising Jantung Patologis vs Non-Patologis
Bising jantung non-patologis atau innocent bisa muncul jika cardiac output meningkat. umumnya memiliki intensitas yang lemah (< grade 3/6), timbul pada fase sistolik awal atau tengah, tanpa gejala klinis penyerta, tidak menjalar ke area lain, serta dapat menghilang ketika anak berdiri atau bertambah usia.(2)
Sebaliknya, murmur patologis menandakan adanya kelainan struktural atau hemodinamik. Karakteristiknya antara lain intensitas ≥ grade 3/6, bersifat holosistolik atau diastolik, terdengar kasar, dapat menjalar ke punggung atau leher, serta sering disertai tanda klinis seperti sianosis, clubbing, hepatomegali, atau bunyi jantung tambahan. (1,2) Pada neonatus, murmur harus diwaspadai karena 37% terbukti memiliki CHD, dan 2,5% di antaranya berupa lesi kritis yang membutuhkan intervensi dini. (2)
Tipe Murmur dan Diagnosis Banding
Klasifikasi murmur didasarkan pada waktu dalam siklus jantung, lokasi maksimal intensitas, serta sifat bunyi.
Murmur Sistolik:
- Ejeksi sistolik (aortic stenosis, pulmonary stenosis, ASD).
- Pansistolik (VSD, regurgitasi mitral atau trikuspid).
Murmur Diastolik:
- Early diastolic (aortic regurgitation, pulmonary regurgitation).
- Mid-diastolic (mitral stenosis, tricuspid stenosis, ASD).
- Late diastolic (severe mitral stenosis).
Murmur Kontinu:
- PDA, fistula arteriovenosa, atau kolateral pada coarctation of aorta (1,2).
Diagnosis banding sangat bergantung pada lokasi ditemukannya bising jantung:
Left upper sternal border: PDA, ASD, pulmonary stenosis, TOF.
Left lower sternal border: VSD, tricuspid regurgitation, hypertrophic cardiomyopathy.
Apex: mitral regurgitation, mitral stenosis.
Right upper sternal border: aortic stenosis, bicuspid aortic valve (1).
Rekomendasi
Pendekatan terhadap murmur harus dimulai dengan anamnesis komprehensif (riwayat keluarga CHD, riwayat infeksi maternal, gejala seperti sesak, gagal tumbuh, sinkop, atau sianosis). Pemeriksaan fisik mencakup auskultasi sistematis, palpasi nadi perifer (mendeteksi coarctation), serta inspeksi tanda gagal jantung atau sindrom genetik yang terkait CHD (1,2).
Pada neonatus, setiap murmur memerlukan evaluasi ketat. Pulse oximetry direkomendasikan pada semua bayi baru lahir, dengan sensitivitas tinggi mendeteksi critical CHD (2). Bila murmur menetap atau disertai temuan abnormal, buat rujukan segera ke kardiologi pediatrik. (2)
Pada anak di atas usia 1 bulan, bising usus innocent dapat dipantau melalui pemeriksaan serial tanpa investigasi tambahan. Indikasi rujukan mencakup murmur diastolik, holosistolik, murmur grade ≥3/6, murmur dengan radiasi ke leher/punggung, atau bila terdapat tanda penyakit jantung. ECG dan foto toraks tidak direkomendasikan sebagai evaluasi rutin karena keterbatasan akurasi dan cost-effectiveness. Ekokardiografi hanya diindikasikan bila ada kecurigaan murmur patologis dengan gejala klinis penyerta. Teknologi yang sedang berkembang seperti phonocardiography dan artificial intelligence menawarkan akurasi yang menjanjikan dalam membedakan murmur innocent dan patologis, tetapi penggunaannya masih terbatas. (2)
Kesimpulan dan Penutup
Bising jantung pada anak adalah temuan klinis yang sering dijumpai. Walaupun sebagian besar bersifat non-patologis dan tidak membutuhkan intervensi, bising jantung juga dapat menjadi tanda awal penyakit jantung bawaan atau didapat yang serius. Dokter anak harus mampu membedakan murmur fisiologis dari patologis dengan mengintegrasikan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Pada neonatus, setiap murmur memerlukan evaluasi ketat dan rujukan cepat bila dicurigai patologis. Pada anak yang lebih besar, evaluasi serial cukup bila murmur sesuai dengan karakteristik innocent dan tanpa gejala klinis. Penerapan algoritma workup yang tepat, edukasi kepada keluarga, serta koordinasi dengan layanan kardiologi pediatrik akan memastikan diagnosis dini dan tatalaksana optimal. Dengan demikian, morbiditas dan mortalitas akibat PJB maupun penyakit jantung lainnya di anak dapat diturunkan.
Referensi
- Ford B, Lara S, Park J. Heart murmurs in children: Evaluation and management. Am Fam Physician. 2022;105(3):250-61.
- Huq A, Rahman A. Cardiac murmurs in children. Aust J Gen Pract. 2024;53(7):453-62.
- Dornbush S, Turnquest AE. Physiology, Heart Sounds. [Updated 2023 Jul 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541010/
- Thomas SL, Heaton J, Makaryus AN. Physiology, Cardiovascular Murmurs. [Updated 2023 Jul 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525958/

