Berita
Non-Nutritive Sucking: Intervensi ini Berpotensi Kurangi Waktu Rawat Inap Bayi Prematur!

Latar Belakang
Refleks mengisap merupakan refleks fisiologis yang memungkinkan bayi melakukan gerakan mengisap, menelan, dan bernapas secara terkoordinasi. Refleks ini mulai berkembang sejak usia gestasi 15 minggu dan umumnya mencapai kematangan mendekati usia kehamilan 34 minggu Oleh karena itu, bayi prematur yang lahir sebelum usia tersebut seringkali belum memiliki kemampuan mengisap yang optimal. Dalam kondisi ini, pemberian nutrisi dilakukan melalui nasogastric tube (NGT) guna menghindari risiko aspirasi dan ketidakstabilan sistemik yang dapat terjadi akibat koordinasi oromotor yang belum matang. Namun, NGT hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan pentingnya menyusu secara langsung. Transisi ke oral feeding sebaiknya dilakukan sedini mungkin karena keterlambatan dalam proses ini dapat memperpanjang lama rawat inap, meningkatkan risiko gangguan nutrisi, dan berdampak negatif pada perkembangan bayi serta hubungan ibu dan anak. (1,2)
Untuk menyiasatinya, bayi perlu membentuk keterampilannya dalam melakukan refleks mengisap. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mendukung proses ini adalah non-nutritive sucking (NNS), yaitu aktivitas mengisap tanpa asupan nutrisi, seperti mengisap empeng, yang dapat merangsang dan melatih keterampilan oromotor bayi secara aman dan bertahap. Walaupun tak berkontribusi secara nutrisional, NNS memiliki beberapa manfaat seperti self-soothing, yaitu kemampuan untuk menenangkan diri sendiri. Tetapi, ternyata manfaatnya tidak berhenti di situ saja. (1)
Mengapa Non-Nutritive Sucking?
Dasar pemikiran di balik intervensi non-nutritive sucking (NNS) adalah kemampuannya dalam membantu perkembangan pola mengisap yang matang sekaligus meningkatkan proses pencernaan nutrisi enteral pada bayi, khususnya bayi prematur. Beberapa enzim dan hormon pencernaan diketahui terlibat dalam mekanisme ini, antara lain lipase lingual, gastrin, insulin, dan motilin. Para ahli menduga bahwa NNS dapat merangsang sekresi enzim dan hormon tersebut melalui stimulasi saraf vagus di mukosa rongga mulut.(1)
Penggunaan NNS juga dikaitkan dengan peningkatan inisiasi dan durasi hisapan pertama yang efektif, yang pada akhirnya dapat mempercepat kenaikan berat badan serta mengurangi waktu transisi dari pemberian makanan melalui selang (Nasogratric Tube, atau NGT) ke pemberian makan secara oral. Penelitian juga menunjukkan bahwa NNS dapat mempercepat akuisisi pola hisapan yang matang dan membantu meningkatkan keterampilan makan bayi secara keseluruhan.(1)
Kemampuan bayi prematur untuk mengatur keadaan perilaku (behavioral state) juga sangat penting, terutama karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa pemberian kesempatan untuk melakukan NNS selama masa pemberian makan melalui selang dapat berdampak positif terhadap oksigenasi, fungsi gastrointestinal, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. Selain itu, literatur medis juga semakin banyak melaporkan bahwa NNS memiliki efektivitas sebagai strategi pereda nyeri pada bayi, termasuk dalam prosedur-prosedur medis yang menyakitkan.(1)
Bagaimana Menurut Literatur?
Menurut sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan di Cochrane Library yang mengurangi waktu transisi dari pemberian nutrisi melalui NGT ke oral feeding penuh sebanyak 5,51 hari (95% CI: −8,20 hingga −2,82; N = 87). Selain itu, NNS juga mempercepat waktu transisi dari oral feeding awal hingga oral feeding penuh sebanyak 2,15 hari (95% CI: −3,12 hingga −1,17; N = 100).(1)
Tak hanya itu, NNS juga berpotensi mengurangi lama rawat inap, di mana bayi yang diberikan NNS memiliki rata-rata durasi perawatan 4,59 hari dibandingkan kelompok kontrol (95% CI: −8,07 hingga −1,11; N = 501). Namun, meta-analisis tidak menemukan efek signifikan NNS terhadap penambahan berat badan bayi prematur.(1)
Salah satu studi dalam tinjauan ini juga menemukan bahwa kelompok bayi yang menerima NNS menunjukkan waktu transit usus yang lebih singkat selama pemberian nutrisi melalui NGT dengan perbedaan rata-rata sebesar 10,5 jam dibandingkan kelompok kontrol (95% CI: −13,74 hingga −7,26; N = 30). Temuan ini menunjukkan bahwa NNS mungkin berkontribusi pada peningkatan motilitas gastrointestinal.(1)
Seperti studi-studi lainnya, studi ini memiliki beberapa kelemahan. Pertama, beberapa studi tidak melakukan blinding dengan adekuat. Kedua, studi ini belum menjawab protokol NNS yang terbaik yang dapat memaksimalkan keluaran. Di studi ini, protokol NNS yang diteliti bervariasi. Dari segi metode, ada yang menggunakan jari bersarung tangan dan ada yang memakai empeng. Dari segi penentuan waktu pemberian, ada yang sebelum, sesudah, serta sesudah dan sebelum pemberian nutrisi melalui NGT. (1)
Walaupun demikian, tidak ada efek negatif yang dilaporkan dari studi-studi yang ditinjau dari intervensi NNS, sehingga praktik ini tergolong aman pada populasi bayi prematur. Dengan demikian, bisa diaplikasikan tanpa khawatir akan efek samping yang dapat membahayakan bayi. (1)
Kesimpulan
NNS adalah intervensi sederhana yang memainkan peran penting dalam mempercepat pencapaian oral feeding pada bayi prematur. Selain mendukung aspek fisiologis, NNS juga bermanfaat dalam menstimulasi perkembangan neruologis, memperkuat ikatan orang tua–anak, dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang akibat keterlambatan oral feeding. Penerapan NNS berpotensi menjadi salah satu usaha dalam peningkatan keluaran jangka pendek dan jangka panjang bayi prematur.
Daftar Pustaka
- Foster JP, Psaila K, Patterson T. Non-nutritive sucking for increasing physiologic stability and nutrition in preterm infants. Cochrane Database Syst Rev. 2016 Oct 4;10(10):CD001071. doi: 10.1002/14651858.CD001071.pub3. PMID: 27699765; PMCID: PMC6458048.
- Modrell AK, Tadi P. Primitive Reflexes. [Updated 2023 Mar 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554606/

