Berita
Kini Vaksin Flu Hanya 3 Strain, Apakah Tetap Efektif?

Influenza merupakan penyakit pernapasan yang memiliki potensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak usia dini. Vaksin memerankan peran penting dalam pencegahannya. Memilih vaksin yang tepat perlu dilakukan untuk memastikan efektivitasnya.
Belakangan ini, terjadi perubahan penting dalam rekomendasi vaksin influenza global mulai diimplementasikan, di mana komposisi vaksin influenza kini beralih dari kuadrivalen menjadi trivalen. Perubahan ini mengikuti rekomendasi terbaru dari World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa strain influenza B/Yamagata tidak lagi dimasukkan dalam formulasi vaksin.
Keputusan ini didasarkan pada data surveilans global yang menunjukkan bahwa sejak musim influenza 2017–2018, virus B/Yamagata tidak lagi terdeteksi berkembang secara signifikan pada manusia. Dengan tidak adanya sirkulasi aktif strain tersebut, keberadaannya dalam vaksin dinilai tidak lagi memberikan manfaat tambahan dalam perlindungan populasi. (1)
Penyesuaian Komposisi untuk Meningkatkan Efektivitas
Perubahan komposisi vaksin ini mencerminkan pendekatan berbasis bukti dalam menyesuaikan vaksin dengan virus yang benar-benar beredar di masyarakat. Vaksin influenza trivalen berbasis telur saat ini tetap mencakup dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) dan satu strain influenza B (Victoria lineage), menanggalkan influenza B strain B/Yamagata. (1,2)
Keamanan dan Relevansi Klinis pada Anak
Di Indonesia, para ahli menegaskan bahwa perubahan ini tidak mengurangi keamanan maupun efektivitas vaksin pada anak. Penyesuaian dari vaksin kuadrivalen ke trivalen dilakukan untuk memastikan komposisi vaksin tetap relevan dengan pola sirkulasi virus terkini. (2)
“Komposisi vaksin diperbarui agar lebih sesuai dengan virus yang benar-benar beredar. Vaksin yang cocok dengan virus yang sedang menyebar memiliki efektivitas sekitar 60 persen, sementara yang tidak sesuai hanya sekitar 30 persen,” jelas Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, dilansir dari CNN Indonesia. (2)
Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus utama dalam imunisasi influenza adalah kesesuaian terhadap strain yang beredar, bukan jumlah strain dalam vaksin. Dengan demikian, penghapusan strain B/Yamagata tidak menurunkan efektivitas, melainkan meningkatkan relevansi vaksin terhadap kondisi epidemiologi saat ini. (2)
Kesimpulan dan Penutup
Peralihan dari vaksin influenza kuadrivalen ke trivalen merupakan langkah strategis berbasis data epidemiologi global. Dengan tidak lagi disertakannya strain B/Yamagata yang sudah tidak bersirkulasi, vaksin influenza menjadi lebih terfokus pada strain yang relevan secara klinis. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi program imunisasi, baik dari sisi produksi maupun cakupan, tanpa mengurangi efektivitas perlindungan terhadap influenza.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. Recommendations announced for influenza vaccine composition for the 2025–2026 northern hemisphere influenza season. Tersedia pada: https://www.who.int/news/item/28-02-2025-recommendations-announced-for-influenza-vaccine-composition-for-the-2025-2026-northern-hemisphere-influenza-season
- CNN Indonesia. IDAI pastikan vaksin influenza trivalen aman untuk anak. Tersedia pada: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260424101412-255-1351504/idai-pastikan-vaksin-influenza-trivalen-aman-untuk-anak

