Berita
Infafeed: Inovasi Noninvasif untuk Mengukur Volume ASI Bayi Baru Lahir

Tim peneliti di Monash Medical Center baru saja mengembangkan Infafeed, sebuah prototipe alat noninvasif yang mampu mengukur volume susu yang diminum bayi baru lahir hanya dengan menganalisis suara menelan.
Dalam studi percontohan yang melibatkan 24 neonatus, Infafeed menunjukkan korelasi kuat antara karakteristik akustik suara menelan dengan volume susu per telan, terutama pada rentang frekuensi 400–600 Hz (r = 0,94) dan total kekuatan sinyal (r = 0,85). [1]
Cara Kerja Infafeed
Infafeed menggunakan dua mikrofon: satu ditempatkan di leher bayi untuk merekam suara menelan, dan satu lagi untuk menangkap serta mengurangi kebisingan latar. Data suara kemudian dianalisis menggunakan power spectral density untuk membedakan periode menelan dan tidak menelan. Model regresi linier digunakan untuk mengestimasi total volume susu.
Prototipe ini diuji pada bayi yang menerima ASI perah atau susu formula melalui botol maupun spuit. Hasilnya, estimasi volume susu memiliki mean absolute error 6,44 mL. [2]
Potensi Manfaat Klinis
Infafeed dibuat untuk menjadi alat bantu objektif dalam menilai kecukupan asupan ASI, khususnya pada bayi dengan pertambahan berat badan yang kurang optimal, bayi berisiko dehidrasi, atau bayi prematur yang sedang bertransisi dari pemberian ASI melalui botol di perawatan intensif menuju direct breastfeeding. [1]
Tak hanya itu, Infafeed juga dapat mencegah pemberhentian ASI eksklusif yang tidak sesuai indikasi. Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan pada tahun 2021 melaporkan bahwa sekitar 50% ibu menyusui menghentikan pemberian ASI eksklusif ke pada bayinya dan beralih ke susu formula karena persepsi bahwa produksi ASI mereka tidak mencukupi. Fenomena ini dikenal sebagai perceived insufficient milk supply (PIMS).[1,2]
Dalam situasi ini, Infafeed dapat membantu mengurangi penggunaan susu formula yang tidak perlu dengan menyediakan umpan balik kuantitatif secara real-time, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam melanjutkan eksklusif. [1,3]
Keterbatasan Studi
Meski menjanjikan, studi ini memiliki beberapa keterbatasan. Ukuran sampel masih kecil, hanya 20 rekaman yang dianalisis. Penelitian juga belum melibatkan menyusu langsung, sehingga validasi pada kondisi alami masih diperlukan. Selain itu, prototipe saat ini memiliki ukuran yang cukup besar sehingga tidak terlalu mudah untuk dipakai, sehingga masih memerlukan pengawasan manual. Pengembangan desain yang lebih kecil dan fleksibel menjadi target berikutnya. [1]
Gambar 1. Contoh pemasangan Infafeed [1]
Langkah Selanjutnya
Tim peneliti berencana melakukan uji coba dengan jumlah subjek lebih besar dan mengembangkan versi wearable yang ringan, mudah digunakan, dan dapat dipakai baik di rumah maupun klinik. Jika terbukti akurat pada skala lebih luas, Infafeed berpotensi menjadi terobosan dalam mendukung keberhasilan menyusui, meningkatkan cakupan ASI eksklusif, dan memantau status gizi bayi secara lebih akurat.[1]
Referensi
- Boyd RS, Grooby ES, Bhuiyan H, Anaya DV, Rad HN, Malhotra A, et al. Infafeed Monitor Pilot Study: Measuring Ingested Milk Volumes in Neonates. Newborn. 2025;4(1):19-24. doi:10.5005/jp-journals-11002-0121.
- Huang Y, Liu Y, Yu XY, Zeng TY. The rates and factors of perceived insufficient milk supply: A systematic review. Matern Child Nutr. 2022;18(1):e13255. doi:10.1111/mcn.13255
- Monash University. Engineer-mum turns breastmilk worries into smart device for parents. 2025. https://www.monash.edu/news/articles/engineer-mum-turns-breastmilk-worries-into-smart-device-for-parents

