Dot Grid

Berita

Hipokalsemia pada Anak dan Bayi

Hipokalsemia pada Anak dan Bayi

Definisi 

Kalsium merupakan mineral esensial bagi tubuh, berperan penting dalam konduksi neuromuskular, mineralisasi tulang, dan sekresi enzim. (1) Dari total simpanan kalsium tubuh, sekitar 99% berada di rangka tulang dan hanya 1% berada dalam sirkulasi serum; dari kalsium serum tersebut, kurang lebih separuhnya berada dalam bentuk terionisasi, sedangkan sekitar 80% dari sisanya terikat pada albumin. (1) Batasan hipokalsemia berbeda menurut usia: pada anak, hipokalsemia didefinisikan sebagai kadar kalsium serum total kurang dari 2,1 mmol/L (8,5 mg/dL), sedangkan pada neonatus cukup bulan, batasan yang digunakan adalah kadar kalsium serum total kurang dari 2 mmol/L (8 mg/dL) atau fraksi terionisasi kurang dari 1,1 mmol/L (4,4 mg/dL), dengan definisi pada neonatus yang turut mempertimbangkan usia gestasi dan usia pascanatal. (1)


Epidemiologi dan Makna Klinis

Hipokalsemia relatif sering dijumpai secara laboratoris, terutama pada populasi neonatus, dan pada kelompok ini seringkali bersifat asimtomatik sehingga tata laksananya masih menjadi perdebatan klinis. (1) Meskipun demikian, signifikansi klinis hipokalsemia tidak boleh diremehkan, mengingat anak dengan hipokalsemia yang dirawat di unit perawatan intensif anak (PICU) memiliki angka mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan anak dengan kadar kalsium normal. (1) Sebagai ilustrasi klinis, hipokalsemia simtomatik pada anak dapat muncul dalam konteks defisiensi vitamin D, misalnya pada anak yang diberikan ASI eksklusif tanpa suplementasi vitamin D dan kemudian beralih ke susu sapi tanpa fortifikasi yang adekuat, dengan manifestasi berupa kelemahan otot, mudah lelah, gangguan berjalan, hingga deformitas tungkai. (1)


Manifestasi Klinis dan Tanda Pemeriksaan

Karena kalsium berperan sentral dalam kontraksi otot dan propagasi impuls saraf, defisiensinya dapat menimbulkan spektrum manifestasi mulai dari kebas atau kesemutan perioral, kejang, kardiomiopati, pemanjangan interval QT, hingga gagal jantung kongestif. (2) Pemanjangan interval QT merupakan komplikasi yang perlu diwaspadai karena berpotensi mencetuskan aritmia fatal. (2) Salah satu penyebab hipokalsemia yang relevan secara klinis pada tindakan bedah adalah komplikasi tiroidektomi, akibat reseksi tidak sengaja pada kelenjar paratiroid yang berfungsi memproduksi hormon paratiroid (PTH) sebagai regulator utama kadar kalsium tubuh. (2)


Chvostek Sign

Chvostek sign merupakan tanda pemeriksaan fisik klasik yang pertama kali diamati oleh Dr. Chvostek pada akhir tahun 1800-an, berupa kedutan otot wajah ipsilateral akibat stimulasi mekanis pada nervus fasialis, yang secara tradisional dikaitkan dengan hipokalsemia. (2) Meskipun hubungan ini telah lama diterima dalam praktik klinis, bukti ilmiah yang mendukungnya sesungguhnya terbatas; sebuah studi berbasis populasi bahkan tidak menemukan korelasi antara Chvostek sign dan hipokalsemia, dan sebaliknya menemukan bahwa setiap peningkatan kalsium sebesar 1 mg/dL justru berasosiasi dengan peningkatan 4% kemungkinan Chvostek sign positif, sehingga hiperkalsemia justru berkorelasi lebih kuat dengan tetani fasialis dibandingkan hipokalsemia. Penelitian lain menunjukkan bahwa Chvostek sign positif dapat dijumpai pada 25% individu sehat, sementara 29% individu dengan hipokalsemia justru tidak menunjukkan tanda ini, sehingga nilai diagnostiknya terbatas meskipun tetap dapat menjadi pertimbangan tambahan bila tetani muncul saat stimulasi nervus fasialis dilakukan. Pada anak, Chvostek sign juga pernah dilaporkan pada kondisi campak, difteri, demam skarlatina, pertusis, riketsia, maupun miksedema. (2)


Kesimpulan dan Penutup

Hipokalsemia pada anak dan bayi merupakan kelainan elektrolit dengan batasan diagnostik yang bergantung pada usia, dapat bersifat asimtomatik terutama pada neonatus, namun tetap berpotensi meningkatkan mortalitas terutama pada anak dengan kondisi kritis. (1) Pemahaman terhadap patofisiologi kalsium, manifestasi klinis, serta keterbatasan nilai diagnostik tanda pemeriksaan fisik seperti Chvostek sign penting dimiliki dokter anak agar evaluasi hipokalsemia tidak semata bertumpu pada satu tanda klinis, melainkan tetap mengutamakan konfirmasi laboratorium serta penelusuran etiologi yang mendasarinya. (1,2)


Referensi

  1. Bharill S, Wu M. Hypocalcemia and Hypercalcemia in Children. Pediatr Rev. 2023 Sep 1;44(9):533-536. doi: 10.1542/pir.2022-005578. PMID: 37653129; PMCID: PMC11144013.
  2. Omerovic S, Das JM. Chvostek Sign. [Updated 2023 May 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542326/






Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan