Update Klinis
Herpes Zoster Bukan Sekadar Ruam, Bisa Tingkatkan Risiko Metabolik dan Kardiovaskular
21 September 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

"Herpes zoster terjadi akibat reaktivasi virus varicella-zoster dan dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan serta komplikasi sistemik. Risiko meningkat pada usia lanjut dan pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit ginjal. Vaksinasi recombinant zoster vaccine (RZV) berperan penting dalam mencegah herpes zoster dan komplikasinya, terutama pada kelompok berisiko tinggi."
Penyakit herpes zoster merupakan manifestasi dari reaktivasi virus varicella-zoster (VZV). Setelah menginfeksi seseorang dan menyebabkan penyakit varicella, yang kerap dikenal sebagai cacar air, virus varicella-zoster akan bersembunyi di ganglion radiks dorsalis atau ganglion saraf kranial, menunggu waktu yang tepat ketika pertahanan tubuh sedang lengah untuk reaktivasi. (1) Reaktivasi terjadi ketika imunitas seluler yang spesifik-VZV mengalami penurunan, sehingga virus dapat bereplikasi kembali dan bermigrasi di sepanjang saraf menuju area kulit, menghasilkan inflamasi dan lepuh.(2)
Secara global, herpes zoster menyerang jutaan individu setiap tahunnya dan insidennya terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi; di Amerika Serikat saja, lebih dari satu juta kasus baru dilaporkan setiap tahun. (3) Herpes zoster dikenal sebagai penyakit yang umumnya menimbulkan nyeri hebat dan sukar mereda. Rasa nyeri ini disebut sebagai neuralgia pasca herpes, yang dapat menetap selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, dan dapat menyebabkan gangguan tidur, ansietas, dan depresi yang menurunkan produktivitas serta kualitas hidup.(4,5) Beban tersebut semestinya sudah cukup untuk mendesak upaya pencegahan herpes zoster. Namun, ternyata dampak herpes zoster tidak berhenti sampai di situ. Walaupun jarang terjadi, penyakit ini terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan memperburuk kondisi penyakit penyerta seperti diabetes dan penyakit ginjal. Begitu juga sebaliknya, penyakit penyerta dapat meningkatkan risiko dan tingkat keparahan herpes zoster.(3,6-10) Artikel ini akan mengulas bagaimana hubungan dua arah antara herpes zoster dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular tersebut terjadi, beserta strategi pencegahannya.
Hubungan Dua Arah dengan Penyakit Metabolik dan Kardiovaskular
Bukti epidemiologis menunjukkan adanya hubungan dua arah antara herpes zoster dan gangguan metabolik. Diabetes melitus terbukti meningkatkan risiko herpes zoster, sebagaimana ditunjukkan oleh tinjauan sistematis dan meta-analisis yang mendapatkan risiko herpes zoster lebih tinggi pada individu dengan DM dibandingkan populasi umum.(6) Mekanisme yang mendasari diduga berkaitan dengan imunitas yang terganggu, contohnya karena berkurangnya aktivasi sel protektif bawaan, produksi sitokin pro-inflamasi yang meningkat, dan penurunan produksi interleukin yang mengontrol imun.(11,12) Studi berbasis populasi yang dilakukan oleh Muñoz-Quiles et al menunjukkan bahwa pasien DM tidak hanya lebih rentan terhadap herpes zoster, tetapi juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi pascainfeksi.(7) Keterkaitan erat antara herpes zoster dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular tak hanya berhenti sampai situ. Herpes zoster yang dirawat inap dikaitkan dengan peningkatan kejadian kardiovaskular seperti stroke dan infark miokard.(8,9)
Studi retrospective case–control di Korea memperlihatkan adanya peningkatan risiko stroke dan penyakit jantung iskemik pascainfeksi herpes zoster, yang diduga terjadi melalui mekanisme vaskulopati VZV, inflamasi vaskular, disfungsi endotel, dan produksi antibodi autoimun protrombotik.(8,9) Menurut tinjauan dari Wu et al, individu yang mengalami herpes zoster, termasuk herpes zoster oftalmikus, memiliki risiko kejadian serebrovaskular 1,3 hingga 4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan yang tidak terinfeksi, dimana risiko lebih tinggi di minggu pertama pascainfeksi.(9) Tak hanya itu, meta-analisis yang dirangkum dalam tinjauan tersebut turut mendapatkan peningkatan risiko stroke/Transient Ischemic Attack (TIA) sebesar 30-36% serta risiko infark miokard sebesar 18% pascainfeksi herpes zoster.(9) Hubungan sistemik ini juga meluas ke fungsi ginjal; penelitian kohort pada pasien penyakit ginjal kronik menunjukkan bahwa kejadian herpes zoster dikaitkan dengan percepatan progresi menuju penyakit ginjal tahap akhir.(10) Dengan demikian, herpes zoster dan gangguan metabolik-kardiovaskular saling memperberat satu sama lain melalui jalur inflamasi sistemik dan disregulasi imun.
Pencegahan adalah Kunci: Peran Vaksinasi
Pencegahan herpes zoster dianjurkan untuk segera dilakukan bagi yang berisiko melalui vaksinasi herpes zoster.(13) Vaksin subunit rekombinan beradjuvan bekerja dengan menstimulasi respons imun humoral dan selular spesifik terhadap glikoprotein E VZV, sehingga meningkatkan perlindungan, bahkan bagi orang dewasa usia 50 tahun ke atas. Studi ZOE-50 mendapatkan efikasi vaksin RZV lebih dari 90% dalam mencegah herpes zoster pada dewasa berusia 50 tahun ke atas.(14) Tingkat efikasi serupa juga dikonfirmasi pada populasi lanjut usia berusia 70 tahun ke atas melalui studi ZOE-70.(15) Data tindak lanjut jangka panjang hingga 11 tahun pascavaksinasi menunjukkan bahwa proteksi terhadap herpes zoster dan komplikasinya tetap terjaga secara konsisten.(16) Cegah sebelum infeksi menyerang; vaksin mencegah infeksi herpes zoster, yang dapat memperburuk kondisi, terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta.(3)
Kesimpulan
Herpes zoster merupakan kondisi dengan implikasi yang jauh melampaui manifestasi kulit semata. Hubungan dua arah antara herpes zoster dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif.(3,17) Edukasi kepada keluarga mengenai risiko sistemik herpes zoster pada pasien dewasa dan lanjut usia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi untuk menurunkan risiko herpes zoster.(18)
Daftar Pustaka
1. Patil A, et al. Herpes zoster: A Review of Clinical Manifestations and Management. Viruses. 2022;14(2):192.
2. Nair PA, Patel BC. Herpes Zoster. [Updated 2023 Sep 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441824/, Last Accessed Jan 2026.
3. Marra F, et al. Risk Factors for Herpes Zoster Infection: A Meta-Analysis. Open Forum Infect Dis. 2020 Jan 9;7(1):ofaa005.
4. Watson P. Postherpetic neuralgia. Am Fam Physician. 2011;84(6):690-2.
5. Harpaz, R et al. MMWR. 2008;
6.Huang CT, et al. Association Between Diabetes Mellitus and the Risk of Herpes Zoster: A Systematic Review and Meta-analysis. J Clin Endocrinol Metab. 2022 Jan 18;107(2):586-597.
7. Muñoz-Quiles C, et al. Risk and impact of herpes zoster on patients with diabetes: A population-based study, 2009-2014. Hum Vaccin Immunother. 2017 Nov 2;13(11):2606-2611.
8. Seo HM, et al. Reciprocal relationship between herpes zoster and cardiovascular diseases: A nationwide population-based case-control study in Korea. J Dermatol. 2018 Nov;45(11):1312-1318.
9. Wu PH, et al. Does herpes zoster increase the risk of stroke and myocardial infarction? A comprehensive review. J Clin Med. 2019 Apr 22;8(4):547.
10. Lin SY, et al. Association between herpes zoster and end stage renal disease entrance in chronic kidney disease patients: a population-based cohort study. Eur J Clin Microbiol Infect Dis. 2014 Oct;33(10):1809-15.
11. Toniolo A, et al. The diabetes pandemic and associated infections: suggestions for clinical microbiology. Rev Med Microbiol. 2019;30(1):1-17
12. Casqueiro J, et al. Infections in patients with diabetes mellitus: a review of pathogenesis. Indian J Endocrinol Metab. 2012;16 Suppl 1(Suppl1): S27-36
13. PAPDI. (2025). Satgas Imunisasi Dewasa. Available at: https://satgasimunisasipapdi.com/jadwal-imunisasi-dewasa/, Last Accessed Aug 2026
14. Lal H, et al. Efficacy of an adjuvanted herpes zoster subunit vaccine in older adults. N Engl J Med. 2015 May 28;372(22):2087-96.
15. Cunningham AL, et al. Efficacy of the Herpes Zoster Subunit Vaccine in Adults 70 Years of Age or Older. N Engl J Med. 2016 Sep 15;375(11):1019-32.
16. Strezova A, et al. Final analysis of the ZOE-LTFU trial to 11 years post-vaccination: efficacy of the adjuvanted recombinant zoster vaccine against herpes zoster and related complications. EClinicalMedicine. 2025 May 9;83:103241.
17. Yamaoka-Tojo M, Tojo T. Herpes Zoster and Cardiovascular Disease: Exploring Associations and Preventive Measures through Vaccination. Vaccines (Basel). 2024 Feb 28;12(3):252. doi: 10.3390/vaccines12030252. PMID: 38543886; PMCID: PMC10974237.
18. Southeast Medical Group. 2024. Shingles: an in-depth guide for healthcare professionals and patients. Available at: https://mysemg.com/media/health-tips-and-wellness/shingles-an-in-depth-guide-for-healthcare-professionals-and-patients, Last Accessed Aug 2026
Hanya Untuk Tenaga Kesehatan
Laporkan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) ke GSK Indonesia melalui email ke yqq68540@gsk.com
GSK Indonesia, RDTX Square 19th floor, Jl. Prof. DR. Satrio No. 164, Jakarta 12930 | Tel (62-21)2553 2350.
©2026 Grup perusahaan GSK atau pemberi lisensinya.
NP-ID-HZU-NLTR-260003 • AD: Sep 2026 • ED: Sep 2028




