Dot Grid

Berita

Herpes Simplex pada Anak

Herpes Simplex pada Anak

Herpes simplex virus (HSV) adalah virus DNA dari keluarga Herpesviridae yang merupakan penyebab infeksi kronis yang umum pada manusia. Terdapat dua tipe utama HSV yaitu HSV-1 dan HSV-2, dengan HSV-1 umumnya menginfeksi daerah orofasial sedangkan HSV-2 lebih sering terkait infeksi genital. Pada anak-anak, HSV-1 merupakan penyebab utama infeksi primer yang biasanya mengenai mulut dan mukosa orofasial. (1,2)


Epidemiologi dan Patogenesis

Infeksi primer HSV-1 biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, terutama setelah hilangnya antibodi maternal sekitar usia 6 bulan hingga 3 tahun. Penularan virus terjadi melalui kontak langsung dengan lesi aktif atau ekskresi virus dari orang yang terinfeksi. Setelah infeksi primer, HSV menetap dalam keadaan laten di ganglion saraf sensorik, terutama ganglion trigeminal, dan dapat mengalami reaktivasi dengan berbagai pemicu seperti stres, infeksi lain, atau paparan sinar matahari. (1,2)


Manifestasi Klinis pada Anak

Infeksi primer HSV-1 pada anak sering tidak menimbulkan gejala yang nyata, tetapi sekitar 25-30% kasus berkembang menjadi herpetic gingivostomatitis primer (PHGS). PHGS ditandai dengan onset yang mendadak, disertai gejala prodromal berupa demam, anoreksia, malaise, dan iritabilitas. Lesi klinis berupa vesikel kecil yang rapuh pada mukosa oral segera berubah menjadi ulserasi dengan batas eritematosa dan dasar kuning keabu-abuan. Lesi dapat melibatkan mukosa pipi bagian dalam, lidah, gingiva, dan palatum. Gingivitis akut dengan perdarahan gusi merupakan ciri khas dari PHGS, yang membedakannya dari infeksi virus anak lainnya. (1,2,3)

Kesulitan makan dan menelan akibat nyeri oral dapat menyebabkan dehidrasi, yang merupakan komplikasi utama pada anak dengan PHGS. Pembesaran kelenjar getah bening submandibula juga sering ditemukan. Selain itu, autoinokulasi dapat menyebabkan lesi di luar mulut seperti herpetic whitlow pada jari dan bahkan infeksi mata yang memerlukan penanganan segera karena berisiko komplikasi seriusi. (1,2)


Diagnosis

Diagnosis herpes simplex pada anak umumnya berdasarkan gambaran klinis khas herpetic gingivostomatitis primer. Namun, pada kasus atypical, berat, atau pada anak imunokompromais, diagnosis dapat diperkuat dengan pemeriksaan laboratorium seperti PCR untuk deteksi DNA HSV, kultur virus, atau pemeriksaan antigeni. (1,2)

Diagnosis banding penting dilakukan dengan penyakit lain yang juga menimbulkan lesi vesikuler atau ulseratif pada mulut, seperti varisela, herpangina, penyakit tangan-kaki-mulut, stomatitis aftosa, atau infeksi bakteri streptokokus. Perbedaan utama adalah adanya gingivitis akut yang menyertai herpes simplex, sedangkan penyakit lain biasanya tidak mengakibatkan gingivitis yang meluas dan menyakitkan. (1)


Tatalaksana

Penatalaksanaan herpes simplex pada anak berfokus pada perawatan suportif dan terapi antiviral. Terapi suportif meliputi menjaga hidrasi dan nutrisi, serta pemberian analgesik dan anestetik topikal untuk mengurangi nyeri dan memudahkan anak makan dan minum. Penggunaan larutan kumur dengan anestetik seperti lidokain 2% dapat bermanfaat mengurangi ketidaknyamanan mulut. (1,2)

Pemberian antiviral, terutama asiklovir oral, sangat efektif apabila diberikan dalam 3-4 hari pertama setelah onset gejala. Asiklovir bekerja dengan menghambat DNA polimerase virus sehingga mempercepat penyembuhan lesi dan mengurangi durasi demam serta nyeri. Dosis dan durasi pengobatan harus disesuaikan dengan berat ringannya gejala dan usia anak. Selain asiklovir, obat antiviral lain seperti valasiklovir dan famsiklovir juga digunakan, meski asiklovir tetap menjadi standar emas terapi pada anak-anak. (1,2,3)

Selain itu, beberapa penelitian mendukung penggunaan terapi laser low-level untuk mengurangi gejala dan mempercepat penyembuhan, namun terapi ini belum menjadi bagian dari protokol standar. (1)

Pencegahan penyebaran virus sangat penting, terutama menghindari kontak langsung dengan lesi aktif, tidak berbagi alat makan, dan menjaga kebersihan tangan. Pemotongan kuku yang teratur juga dianjurkan untuk mengurangi risiko autoinokulasi dan penyebaran virus ke bagian tubuh lain seperti mata. Orang tua juga harus diingatkan untuk tidak menggunakan produk yang mengandung benzokain pada bayi atau anak kecil karena risiko methemoglobinemia. (1)


Komplikasi dan Prognosis

Komplikasi utama dari infeksi HSV primer pada anak adalah dehidrasi akibat nyeri oral yang berat sehingga anak sulit makan dan minum. Infeksi sekunder oleh bakteri juga dapat terjadi pada lesi ulseratif yang luas. Autoinokulasi dapat menyebabkan herpetic whitlow atau infeksi mata yang memerlukan perhatian medis segera.

Pada anak dengan imunokompromais, bayi baru lahir, atau anak dengan malnutrisi berat, infeksi HSV dapat menjadi berat dan mengancam nyawa, sehingga memerlukan perawatan intensif dan terapi antiviral sistemik yang lebih agresif. (1,2)

Prognosis pada anak sehat sangat baik dengan kesembuhan spontan dalam waktu 7-10 hari tanpa bekas luka. Recurrensi infeksi biasanya berupa herpes labialis yang bersifat ringan dan mudah diobati. (1,2)


Kesimpulan

Herpes simplex pada anak, khususnya HSV-1, merupakan infeksi virus yang umum dan harus dikenali dengan baik oleh dokter anak. Herpetic gingivostomatitis primer adalah manifestasi klinis khas yang memerlukan diagnosis tepat agar pengelolaan dapat dilakukan secara optimal, terutama pemberian antiviral pada fase awal untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi komplikasi. Edukasi pencegahan penularan dan perawatan suportif menjadi kunci dalam manajemen. Pada kasus berat dan kelompok rentan, penanganan harus lebih intensif untuk mencegah morbiditas dan mortalitas.

Pemahaman yang baik mengenai aspek klinis, diagnosis, dan terapi herpes simplex pada anak sangat penting untuk praktik sehari-hari dokter anak di Indonesia.


Referensi

  1. Khalifa C, Slim A, Maroua G, Sioud S, Hentati H, Selmi J. Herpes simplex virus infection: Management of primary oral lesions in children. Clin Case Rep. 2022;10:e06127. doi:10.1002/ccr3.6127
  2. StatPearls Publishing. Herpes Simplex Virus Infection. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 [cited 2025 May 21]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482197/






Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan