Berita
Galant Reflex: Tinjauan Klinis bagi Dokter Anak
7 Mei 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

Latar Belakang
Refleks primitif adalah respons motorik stereotipik yang dimediasi batang otak, muncul sejak periode intrauterin, dan menjadi fondasi perkembangan motorik volunter bayi. (1) Refleks-refleks ini akan mengalami inhibisi progresif seiring maturasi korteks serebri. Dalam pemeriksaan neurodevelopmental, penilaian refleks primitif merupakan alat skrining awal yang sederhana namun informatif untuk mengevaluasi integritas sistem saraf pusat pada neonatus dan bayi. (1)
Beberapa refleks primitif yang umum diperiksa meliputi refleks Moro, rooting, palmar grasp, asymmetric tonic neck reflex (ATNR), tonic labyrinthine reflex (TLR), dan spinal Galant reflex. (1) Kegagalan integrasi refleks-refleks ini pada usia yang seharusnya berkorelasi dengan keterlambatan perkembangan yang dapat memengaruhi fungsi dan partisipasi anak. (2) Salah satu refleks yang perlu mendapat perhatian khusus dalam praktik klinis anak adalah Galant reflex.
Galant Reflex: Onset, Inhibisi, dan Teknik Pemeriksaan
Galant reflex, atau spinal Galant reflex, merupakan refleks yang melibatkan fleksi lateral trunk sebagai respons terhadap stimulasi paravertebral unilateral. (1) Pemeriksaan dilakukan dengan bayi dalam posisi pronasi—ditahan di atas tangan pemeriksa atau dibaringkan—kemudian pemeriksa menggores daerah paravertebral dari ujung bawah skapula setinggi vertebra torakal 7–8 hingga vertebra lumbal 2–3. Respons normal adalah konkavitas trunk ke arah sisi yang distimulasi. (1)
Secara fisiologis, Galant reflex dapat dipancing sejak lahir pada neonatus aterm yang sehat dalam beberapa minggu pertama kehidupan. (1) Inhibisi refleks ini diharapkan terjadi antara usia 3 hingga 9 bulan, seiring dengan maturasi korteks dan integrasi pola motorik ke dalam kontrol volunter yang lebih tinggi. (1,2)
Gambar 1. Galant reflex (3)
Makna Klinis: Refleks Tidak Muncul atau Persisten
Tidak munculnya Galant reflex pada neonatus aterm merupakan temuan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Ketidakhadiran respons dapat mengindikasikan disfungsi segmen torakal-lumbal medula spinalis, gangguan konduksi somatosensorik, atau depresi susunan saraf pusat dalam konteks ensefalopati neonatal. (1) Asimetri respons, yaitu tampilnya refleks hanya pada satu sisi, patut mencurigakan adanya lesi unilateral pada medula spinalis atau kondisi neurologis lain yang memerlukan pemeriksaan neuroimaging dan evaluasi komprehensif. (1)
Persistensi Galant reflex melampaui usia 9 bulan juga perlu perhatian lebih. Hal ini merupakan tanda imaturitas neuromotor yang bermakna secara klinis. (1,2) Retained primitive reflex (RPR) dipandang sebagai indikator maturasi kortikal yang tidak adekuat. (2) Secara spesifik, persistensi Galant reflex dikaitkan dengan hipersensitivitas taktil di region paravertebral, kesulitan duduk diam yang dapat menyerupai gambaran klinis gangguan pemusatan perhatian, serta enuresis nokturnal akibat stimulasi refleksif kandung kemih. (1) Lebih jauh, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa persistensi refleks primitif, termasuk Galant reflex, berkorelasi dengan gangguan neurodevelopmental seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), autism spectrum disorder (ASD), disleksia, dan gangguan pemrosesan sensorik. (2)
Kesimpulan
Galant reflex merupakan penanda neurodevelopmental yang bernilai dalam praktik klinis anak. Onset fisiologis sejak lahir dan inhibisi yang diharapkan sebelum usia 9 bulan menjadikan refleks ini sebagai indikator maturasi sistem saraf pusat yang dapat diandalkan. (1,2) Tidak munculnya atau asimetri Galant reflex pada neonatus memerlukan investigasi struktural dan fungsional lebih lanjut, sedangkan persistensinya melampaui usia yang seharusnya merupakan sinyal klinis imaturitas neuromotor dengan implikasi luas pada perkembangan motorik, sensorik, dan kognitif anak. (1,2) Bagi dokter anak, pemahaman komprehensif terhadap profil normal dan abnormal Galant reflex akan memperkuat kapasitas deteksi dini kondisi neurodevelopmental, sehingga rujukan dan intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu untuk mengoptimalkan luaran jangka panjang pasien.
Referensi
1. Zafeiriou DI. Primitive reflexes and postural reactions in the neurodevelopmental examination. Pediatr Neurol. 2004 Jul;31(1):1–8. doi: 10.1016/j.pediatrneurol.2004.01.012. PMID: 15246484.
2. Hickey J, Feldhacker DR. Primitive reflex retention and attention among preschool children. J Occup Ther Sch Early Interv. 2022;15(1). doi: 10.1080/19411243 \
3. Lecturio. Primitive Reflexes. Lecturio [Internet]. [cited 2026 May 5]. Available from: https://app.lecturio.com/#/article/3354?return=%23%2Fwelcome%3Ffv%3D1




