Berita
Developmental Dysplasia of the Hip: Pentingnya Skrining Dini pada Bayi dan Anak

Developmental Dysplasia of the Hip (DDH) merupakan kelainan tumbuh kembang sendi panggul yang mencakup spektrum luas, mulai dari instabilitas ringan, displasia asetabulum, subluksasi, hingga dislokasi sendi panggul. (1) Di Inggris dan Amerika Serikat, insidensi DDH diperkirakan mencapai 10 per 1000 kelahiran hidup, dengan 1 dari 1000 bayi mengalami dislokasi panggul sejak lahir, sementara studi sonografi prospektif melaporkan insidensi yang jauh lebih tinggi karena banyak kasus ringan yang mengalami resolusi spontan dalam 6–8 minggu pertama kehidupan. (1) Karena kelainan ini dapat terdeteksi sejak periode neonatal melalui pemeriksaan klinis sederhana, skrining rutin pada bayi baru lahir menjadi rekomendasi berbagai organisasi profesi, termasuk American Academy of Pediatrics dan Pediatric Orthopaedic Society of North America. (1) Deteksi dini penting karena intervensi yang dilakukan sebelum usia 6 bulan memberikan peluang keberhasilan terapi konservatif yang jauh lebih tinggi dibandingkan bila diagnosis tertunda, sehingga skrining sejak lahir menjadi strategi kunci pencegahan kecacatan jangka panjang. (1)
Definisi, Patofisiologi, dan Etiologi
DDH didefinisikan sebagai perkembangan abnormal sendi panggul yang menyebabkan hubungan antara kaput femur dan asetabulum tidak sesuai, dahulu dikenal sebagai congenital dislocation of the hip, namun istilah developmental lebih tepat karena tidak seluruh kasus muncul atau terdeteksi sejak lahir. (1) Pada anak degan DDH, pertumbuhan kaput femurdi dalam kandungan berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan asetabulum, sehingga terjadi gangguan kontak antara kedua struktur ini. Hal tersebut menimbulkan instabilitas, displasia, subluksasi, atau dislokasi, yang bila berlangsung kronis akan disertai hipertrofi kapsul dan pembentukan neolimbus yang menghambat reduksi spontan. (1) Penyebab DDH bersifat multifaktorial, melibatkan faktor genetik, mekanik, dan lingkungan. (1, 3) Faktor risiko utama meliputi jenis kelamin perempuan (rasio odds 4,14), presentasi bokong pada trimester ketiga (rasio odds 5,47), riwayat keluarga positif, restriksi ruang intrauterin, kehamilan postterm, serta praktik membedong (swaddling) dengan posisi panggul ekstensi-adduksi. (1)
Apabila tidak diintervensi sejak dini, DDH dapat berkembang menjadi dislokasi menetap, gangguan pola berjalan, pemendekan tungkai, serta osteoartritis panggul dini yang bahkan menjadi penyebab tersering osteoartritis pada perempuan di bawah usia 40 tahun. (1, 3)
Skrining klinis dilakukan melalui manuver Ortolani dan Barlow. Pada manuver Barlow, pemeriksa memberikan tekanan lembut ke arah posterolateral pada paha bayi untuk menilai apakah kaput femur dapat didislokasikan keluar dari asetabulum, sedangkan manuver Ortolani dilakukan dengan abduksi panggul disertai tekanan anterior untuk menilai reduksi kaput femur yang telah mengalami dislokasi. (2) Kedua manuver memiliki sensitivitas 87–97% dan spesifisitas 98–99% bila dilakukan oleh pemeriksa berpengalaman. (1) Maneuver-maneuver tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Manuver ortolani dan Barlow (4)
Bila pemeriksaan klinis mencurigakan atau terdapat faktor risiko, evaluasi lanjutan berupa ultrasonografi panggul pada usia 6 minggu atau radiografi pada usia 4 bulan direkomendasikan, dengan interpretasi berdasarkan klasifikasi Graf, yaitu
- sudut alfa (batas asetabulum tulang terhadap ilium), normal lebih dari 60°;
- sudut beta (batas labrum terhadap ilium), normal kurang dari 55°. (1)
Kapan Perlu Curiga DDH?
Kecurigaan klinis terhadap DDH perlu ditingkatkan pada bayi dengan faktor risiko yang telah disebutkan sebelumnya, terutama jenis kelamin perempuan, riwayat presentasi bokong, dan riwayat keluarga positif. (1) Selain hasil positif pada manuver Ortolani atau Barlow, tanda klinis lain yang patut diwaspadai meliputi asimetri lipatan gluteal atau paha, perbedaan panjang tungkai, serta keterbatasan abduksi panggul, meskipun asimetri lipatan kulit juga dapat dijumpai pada sekitar 27% bayi normal sehingga tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar diagnosis. (1) Uji Galeazzi, yang membandingkan tinggi lutut saat panggul dan lutut difleksikan dengan telapak kaki rata di meja periksa, dapat membantu mendeteksi dislokasi unilateral. (1) Pada anak yang lebih besar setelah usia 4 bulan, ketika laksitas kapsul mulai berkurang dan manuver Ortolani-Barlow menjadi kurang sensitif, keterbatasan abduksi panggul—didefinisikan sebagai abduksi kurang dari 75°—menjadi tanda skrining yang paling penting, disertai kemungkinan gait Trendelenburg, lordosis lumbal, atau berjalan berjinjit pada kasus yang belum terdiagnosis. (1) Bila salah satu tanda ini ditemukan, evaluasi lanjutan dengan USG atau radiografi panggul sesuai usia perlu segera dilakukan.
Tata Laksana
Tata laksana bersifat bertahap sesuai usia. Pada usia 0–4 minggu, instabilitas ringan dapat diobservasi, sedangkan panggul yang dapat didislokasikan memerlukan rujukan dini. Pada usia 1–6 bulan, harnes Pavlik menjadi pilihan utama dengan angka keberhasilan sekitar 90% pada kasus Barlow positif. Pada usia 6–18 bulan, reduksi tertutup disertai gips spica dilakukan bila terapi ortosis gagal, sementara pada usia di atas 18 bulan, reduksi terbuka menjadi pilihan untuk mengoreksi kelainan anatomis seperti labrum terbalik dan neolimbus. (1, 3)
Kesimpulan dan Penutup
DDH merupakan kelainan panggul yang dapat dideteksi sejak periode neonatal melalui pemeriksaan klinis sederhana namun berdampak besar bila luput dari diagnosis. Dokter anak memegang peran penting dalam melakukan skrining rutin melalui manuver Ortolani dan Barlow pada setiap pemeriksaan bayi baru lahir, mengenali faktor risiko, serta merujuk secara tepat waktu ke spesialis ortopedi bila ditemukan kecurigaan klinis. Dengan deteksi dan intervensi dini sebelum usia 6 bulan, prognosis fungsional dapat dioptimalkan dan risiko komplikasi jangka panjang seperti osteoartritis dini dapat dicegah secara bermakna. (1, 3)
Daftar Pustaka
1. Nandhagopal T, Tiwari V, De Cicco FL. Developmental Dysplasia of the Hip. [Updated 2024 May 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563157/
2. Stanford Medicine Newborn Nursery. Barlow and Ortolani Maneuvers. Stanford (CA): Stanford School of Medicine; 2023. Available from: https://med.stanford.edu/newborns/clinical-rotations/residents/residents-newborn-exam/barlow-and-ortalani-manuevers.html
3. Bakarman K, Alsiddiky AM, Zamzam M, Alzain KO, Alhuzaimi FS, Rafiq Z. Developmental Dysplasia of the Hip (DDH): Etiology, Diagnosis, and Management. Cureus. 2023 Aug 9;15(8):e43207. doi: 10.7759/cureus.43207. PMID: 37692580; PMCID: PMC10488138.
4. Wenger DR, Bomar JD. Historical Aspects of DDH. Indian J Orthop. 2021 Aug 19;55(6):1360-1371. doi: 10.1007/s43465-021-00470-x. PMID: 35003531; PMCID: PMC8688643.

