Dot Grid

Berita

Dampak Polusi terhadap Kesehatan Anak di Tengah Krisis Iklim Global

Dampak Polusi terhadap Kesehatan Anak di Tengah Krisis Iklim Global

Latar Belakang

Polusi udara merupakan campuran kompleks partikel padat dan gas, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), ozon (O₃), dan sulfur dioksida (SO₂), yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, aktivitas industri, dan kebakaran hutan. (1,2) Isu ini kini menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius bagi anak-anak di abad ke-21. Menurut WHO, lebih dari 80% anak di seluruh dunia hidup di lingkungan dengan kadar polusi udara yang melampaui ambang batas aman. (1)

Kerentanan anak terhadap polusi udara jauh lebih tinggi dibanding orang dewasa. Sistem imun, organ pernapasan, dan sistem saraf mereka masih dalam tahap perkembangan, serta rasio ventilasi terhadap berat badan yang lebih besar membuat anak menghirup lebih banyak udara—dan otomatis lebih banyak polutan—per kilogram berat badan. (3) Dampaknya tidak hanya pada kesehatan paru, tetapi juga terhadap fungsi otak, pertumbuhan, dan ketahanan tubuh jangka panjang. Hal ini tentu dapat mengancam hak fundamental mereka untuk hidup sehat, belajar, dan berkembang, yang membuat UNICEF menyatakan bahwa krisis iklim sejatinya adalah krisis hak anak. (2) Oleh sebab itu, memahami dampak polusi udara terhadap kesehatan anak bukan sekadar isu lingkungan, melainkan juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab dokter anak—baik dalam upaya diagnosis dan tatalaksana, maupun dalam advokasi kebijakan publik untuk melindungi generasi muda dari ancaman polusi dan perubahan iklim.


Dampak Polusi terhadap Kesehatan Anak: Pelajaran dari Kanada

Studi di Kanada, yang merupakan negara dengan tingkat polusi udara yang tergolong rendah, menunjukkan bahwa bahkan paparan polusi pada kadar di bawah standar internasional tetap memberikan dampak signifikan pada anak. Tinjauan sistematik oleh Rodríguez-Villamizar et al. menemukan bahwa paparan nitrogen dioksida (NO₂) dan partikulat halus (PM2.5) berkorelasi dengan peningkatan kunjungan gawat darurat dan rawat inap akibat asma, serta penurunan fungsi paru pada anak. (1)

Menariknya, penurunan fungsi paru tersebut sudah terlihat meski rata-rata kadar PM2.5 di Kanada hanya sekitar 7–9 µg/m³, jauh di bawah banyak kawasan di Asia Tenggara, di mana tingkat PM2.5 di udara mencapai 32-59  µg/m³. (1,4) Paparan jangka pendek terhadap polutan seperti NO₂, CO, dan SO₂ meningkatkan risiko eksaserbasi asma hingga 36%, terutama pada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah atau yang tinggal di sekitar kawasan industri. (1) Fakta ini menunjukkan bahwa tidak ada tingkat paparan polusi udara yang sepenuhnya aman bagi anak-anak. Jika di Kanada saja dampaknya signifikan, maka risiko di negara dengan kadar polusi jauh lebih tinggi seperti Indonesia tentu jauh lebih berat.


Peran Dokter Anak dalam Era Krisis Iklim

Peran dokter anak dalam menghadapi krisis iklim kini menjadi semakin krusial. Sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan anak, dokter anak berperan tidak hanya dalam mengenali dan menangani dampak klinis perubahan iklim, seperti peningkatan penyakit pernapasan, vektor infeksi, dan gangguan tumbuh kembang akibat polusi udara dan kekurangan gizi, tetapi juga dalam melakukan advokasi dan edukasi. (4) Dokter anak dapat membantu keluarga memahami risiko lingkungan yang memengaruhi kesehatan anak, mendorong perilaku ramah lingkungan seperti penggunaan transportasi rendah emisi dan pengurangan pembakaran sampah, serta berkontribusi dalam upaya mitigasi di tingkat institusi kesehatan. Selain itu, melalui kolaborasi dengan pembuat kebijakan dan organisasi profesi, dokter anak memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan dan iklim nasional menempatkan anak sebagai pusat prioritas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. (4)


Kesimpulan dan Penutup

Krisis iklim dan polusi udara merupakan dua isu yang saling terkait dan bersama-sama mengancam masa depan kesehatan anak. Penemuan dari Kanada menunjukkan bahwa bahkan pada kadar polusi yang rendah, efek kesehatan respirasi dan sistemik pada anak sudah jelas terlihat. Situasi di Indonesia, dengan tingkat polusi yang lebih tinggi, menuntut perhatian lebih serius dari tenaga kesehatan, terutama dokter anak. Dokter anak berperan penting dalam mendiagnosis, menatalaksana, dan mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi suara advokasi kebijakan lingkungan yang berpihak pada anak. Melindungi anak dari dampak polusi udara bukan sekadar upaya medis, tetapi juga komitmen moral untuk menjaga generasi masa depan yang sehat di tengah krisis iklim yang terus berlangsung.



Daftar Pustaka

  1. Rodríguez-Villamizar L, Magico A, Osornio-Vargas A, Rowe BH. The effects of outdoor air pollution on the respiratory health of Canadian children: A systematic review of epidemiological studies. Can Respir J. 2015;22(5):282–292.
  2. UNICEF. The climate crisis is a child rights crisis: Children’s climate risk index. New York: UNICEF; 2021.
  3. Ahdoot S, Baum CR, Cataletto MB, Hogan P, Wu CB, Bernstein A; COUNCIL ON ENVIRONMENTAL HEALTH AND CLIMATE CHANGE; COUNCIL ON CHILDREN AND DISASTERS; SECTION ON PEDIATRIC PULMONOLOGY AND SLEEP MEDICINE; SECTION ON MINORITY HEALTH, EQUITY, AND INCLUSION. Climate Change and Children's Health: Building a Healthy Future for Every Child. Pediatrics. 2024 Mar 1;153(3):e2023065504. doi: 10.1542/peds.2023-065504. PMID: 38374809.
  4. WHO ambient air quality database, 2022 update : status report. Geneva : World Health Organization ; 2023. Licence : CC BY-NC-SA 3.0 IGO. 





Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan