Berita
Chatbot AI WHO ini Bisa Bantu Anda Cari Informasi Kesehatan Reproduktif dengan Cepat dan Tepat!

Di tengah derasnya arus informasi digital, mencari informasi kesehatan yang benar dan terpercaya sering kali menjadi tantangan tersendiri. Menjawab kebutuhan tersebut, World Health Organization (WHO) meluncurkan inovasi terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ChatHRP, sebuah chatbot yang dirancang khusus untuk membantu pengguna menemukan informasi kesehatan reproduksi secara cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah.
Inovasi ini diperkenalkan pada April 2026 melalui program Human Reproduction Programme (HRP), kolaborasi global yang melibatkan berbagai lembaga seperti UNDP, UNFPA, UNICEF, WHO, dan World Bank. Kehadiran ChatHRP menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan misinformasi, terutama dalam isu sexual and reproductive health and rights (SRHR) yang kerap kali sensitif dan kompleks.
Berbeda dengan chatbot pada umumnya yang mengandalkan data luas dari internet, ChatHRP hanya mengambil informasi dari sumber yang telah terverifikasi, seperti pedoman resmi WHO dan publikasi ilmiah dari HRP. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap jawaban yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat informasi yang keliru dalam bidang kesehatan reproduksi dapat berdampak langsung pada keputusan individu maupun kebijakan kesehatan publik.
Secara teknologi, ChatHRP memanfaatkan natural language processing (NLP) yang memungkinkan sistem memahami pertanyaan pengguna dalam bahasa sehari-hari. Selain itu, teknologi retrieval-augmented generation yang digunakan memungkinkan chatbot ini menghubungkan pertanyaan dengan sumber referensi yang relevan secara real-time. Dengan demikian, pengguna tidak hanya mendapatkan jawaban instan, tetapi juga berbasis data yang jelas dan transparan.
Keunggulan lain dari ChatHRP adalah aksesibilitasnya. Platform ini dirancang untuk dapat digunakan secara global, termasuk di wilayah dengan koneksi internet terbatas. Fitur multibahasa yang disediakan juga memungkinkan lebih banyak pengguna dari berbagai latar belakang untuk memanfaatkan teknologi ini. Langkah ini sejalan dengan komitmen WHO dalam memastikan akses informasi kesehatan yang setara bagi semua orang.
Gambar 1. Contoh tampilan ChatHRP
Pada tahap awal peluncurannya, ChatHRP masih berada dalam fase uji coba (beta) dan ditujukan terutama bagi tenaga kesehatan, peneliti, serta pembuat kebijakan. Bagi tenaga kesehatan, chatbot ini dapat menjadi alat bantu untuk memperbarui pengetahuan klinis secara cepat. Sementara itu, peneliti dapat menggunakannya untuk menelusuri literatur ilmiah dengan lebih efisien, dan pembuat kebijakan dapat mengakses bukti ilmiah untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Tidak hanya itu, organisasi masyarakat sipil juga dapat memanfaatkan ChatHRP sebagai alat verifikasi informasi sebelum menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Hal ini menjadi semakin relevan di era digital, di mana informasi yang tidak akurat dapat dengan mudah menyebar dan memengaruhi persepsi publik.
WHO menegaskan bahwa misinformasi dalam bidang kesehatan reproduksi bukan sekadar masalah komunikasi, melainkan juga dapat berdampak pada sistem kesehatan secara keseluruhan. Informasi yang salah dapat menghambat akses layanan, memengaruhi kebijakan, bahkan melanggar hak individu dalam menentukan keputusan terkait kesehatan reproduksinya.
Sebagai bagian dari hak asasi manusia, kesehatan dan hak reproduksi mencakup hak setiap individu untuk mendapatkan informasi yang benar dan membuat keputusan yang terinformasi mengenai tubuh mereka. Oleh karena itu, kehadiran ChatHRP diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam menjembatani kebutuhan akan informasi yang cepat sekaligus terpercaya.
Peluncuran ChatHRP menandai langkah penting dalam integrasi teknologi AI ke dalam sistem kesehatan global. Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan, dan aksesibilitas, chatbot ini berpotensi menjadi sumber rujukan baru yang dapat diandalkan. Ke depan, WHO berencana untuk terus mengembangkan dan memperbarui ChatHRP agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pengguna di seluruh dunia.
ChatHRP bisa diakses melalui link berikut: https://chathrp.org/
Referensi
World Health Organization. Finding sexual and reproductive health and rights facts fast: a new AI-powered tool [Internet]. Geneva: WHO; 2026 Apr 23 [cited 2026 Apr 24]. Available from: https://www.who.int/news/item/23-04-2026-finding-sexual-and-reproductive-health-and-rights-facts-fast--a-new-ai-powered-tool

