Supply
Cara Menjaga Cold Chain Vaksin Tetap Aman Ketika Mati Listrik
23 September 2026
Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

"Pemadaman listrik adalah situasi yang dapat mengancam berjalannya sistem cold chain vaksin di fasilitas kesehatan (faskes), baik dari gangguan jaringan PLN maupun genset cadangan yang gagal berfungsi. Prinsip utamanya sederhana: jangan buka lemari es kecuali daya pulih atau evakuasi memang diperlukan. Artikel ini merangkum langkah yang tepat saat listrik padam, kriteria evakuasi, dan verifikasi vaksin setelah listrik pulih."
Apa yang Bisa Menyebabkan Listrik Padam di Faskes?
Pemadaman listrik di faskes umumnya berasal dari dua sumber: gangguan pada jaringan listrik PLN dan kegagalan genset cadangan, misalnya karena kerusakan alat atau kehabisan bahan bakar. Kajian Comes et al. menempatkan kedua faktor ini sebagai penyebab umum gangguan pada infrastruktur cold chain. Ketika listrik terputus, baik secara mendadak maupun terjadwal, suhu di dalam lemari es vaksin akan meningkat secara bertahap sehingga berisiko mengganggu kestabilan cold chain. (2)
Prinsip Dasar Saat Listrik Padam
Prinsip utamanya adalah menahan diri untuk tidak membuka lemari es vaksin selama listrik padam, kecuali daya sudah pulih atau tim sudah memutuskan vaksin perlu dipindahkan ke penyimpanan cadangan. (3) Setiap kali pintu lemari es dibuka, suhu di dalamnya naik lebih cepat, sehingga membuka pintu tanpa alasan yang jelas justru mempercepat risiko kerusakan.
Jika lemari es dilengkapi layar pemantau suhu eksternal, gunakan layar tersebut untuk memantau kondisi tanpa perlu membuka pintu. (3)
Kapan dan Bagaimana Vaksin Harus Dievakuasi
Evakuasi vaksin perlu dipertimbangkan jika daya listrik tidak kunjung pulih dalam waktu yang wajar, atau jika suhu di dalam lemari es sudah menyimpang dari rentang aman berdasarkan pemantauan yang tersedia. (3) Dalam kondisi ini, vaksin sebaiknya dikemas dalam wadah penyimpanan terpisah dan dipindahkan ke fasilitas dengan daya listrik yang masih berfungsi. (3)
Untuk vaksin tertentu yang terdampak, periksa juga petunjuk dari produsen soal penanganan darurat, karena ketahanan suhu tiap jenis vaksin bisa berbeda. (3)
Dokumentasi dan Verifikasi Vaksin Setelah Listrik Pulih
Begitu listrik pulih, catat waktu mulai dan berakhirnya pemadaman, serta suhu yang tercatat selama periode tersebut, karena data ini menjadi dasar keputusan pakai atau buang vaksin. (3) Sebelum vaksin kembali digunakan, periksa kondisi Vaccine Vial Monitor (VVM) dan indikator beku pada setiap kemasan, karena kerusakan vaksin akibat suhu tidak selalu tampak dari kondisi fisik kemasan. (4)
Praktik ini penting karena pada studi di puskesmas terdampak gempa Lombok, sejumlah faskes justru tidak memiliki alarm suhu otomatis yang berfungsi dan kalibrasi termometer yang rutin, sehingga penyimpangan suhu tidak selalu terdeteksi tepat waktu. (4) Pelajaran ini berlaku juga di luar konteks gempa: tanpa pemantauan dan kalibrasi yang konsisten, faskes berisiko tidak menyadari kerusakan vaksin akibat pemadaman listrik biasa sekalipun.
Kesimpulan
Takeaway utama bagi dokter dan tenaga kesehatan di faskes: respons yang tepat saat listrik padam bukan soal menebak kondisi vaksin, melainkan disiplin menjaga lemari es tetap tertutup dan mendokumentasikan durasi serta suhu secara akurat. (3) Keputusan pakai atau buang vaksin sebaiknya selalu didasarkan pada data VVM dan catatan suhu, bukan asumsi, agar layanan imunisasi bisa pulih cepat tanpa mengorbankan keamanan vaksin. (3,4)
FAQ
Berapa lama vaksin masih aman disimpan di lemari es saat listrik padam?
Tidak ada durasi waktu yang berlaku secara universal, karena ketahanan suhu berbeda antar-jenis lemari es dan vaksin. Prinsip yang berlaku adalah tidak membuka pintu lemari es selama listrik padam, dan mengevakuasi vaksin begitu ada indikasi suhu keluar dari rentang aman. (3)
Apakah boleh membuka lemari es untuk mengecek kondisi vaksin saat listrik padam?
Sebaiknya tidak, kecuali lemari es dilengkapi layar pemantau suhu eksternal yang bisa dibaca tanpa membuka pintu. Membuka pintu justru mempercepat kenaikan suhu di dalamnya. (3)
Bagaimana cara memastikan vaksin masih layak pakai setelah listrik menyala kembali?
Periksa Vaccine Vial Monitor dan indikator beku pada setiap vaksin, lalu bandingkan dengan catatan suhu dan durasi pemadaman sebelum memutuskan pakai atau buang. (3,4)
Apa yang perlu didokumentasikan saat listrik padam?
Catat waktu mulai dan berakhirnya pemadaman, suhu yang terpantau selama periode tersebut, serta tindakan yang diambil, seperti evakuasi ke faskes lain. (3)
Daftar Pustaka
- Hasibuan L. Megathrust-Tsunami Ancam Jakarta-Jawa? Ini Penjelasan BMKG & Pakar [Internet]. CNBC Indonesia; 2026 Sep 19 [cited 2026 Sep 22]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260919133957-4-769205/megathrust-tsunami-ancam-jakarta-jawa-ini-penjelasan-bmkg-pakar
- Comes T, Bergtora Sandvik K, Van de Walle B. Cold chains, interrupted: The use of technology and information for decisions that keep humanitarian vaccines cool. J Humanitarian Logist Supply Chain Manag. 2018;8(1):49-69. doi: 10.1108/JHLSCM-03-2017-0006
- Centers for Disease Control and Prevention. Emergency Vaccine Storage and Transport [Internet]. Atlanta: CDC; [cited 2026 Sep 22]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/storage-handling/emergency-transport.html
- Anjania BLP, Rahmawati C, Andini SWP, Dini M, Nurbaety B, Qiyaam N, Ittiqo DH. Profil Penyimpanan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Terdampak Gempa Bumi Lombok Tahun 2018. Lumbung Farmasi J Ilmu Kefarmasian. 2023;1(1):28-33 [cited 2026 Sep 22]. Available from: https://journal.ummat.ac.id/index.php/farmasi/article/download/9396/pdf\




