Berita
BREAKING: KLB Campak di Sumenep Sebabkan 2.035 Kasus, 17 Meninggal

Surabaya 25 Agustus 2025– Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tengah menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Hingga pertengahan Agustus, tercatat 2.035 kasus dengan 17 kematian, menjadikan situasi ini kedaruratan kesehatan masyarakat.
Campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia dengan laju reproduksi (R0) 17–18. Artinya, satu orang positif dapat menularkan virus ke 17–18 orang lain. Penyakit ini disebabkan oleh Morbilivirus hominis, yaitu virus yang menyebar melalui percikan ludah saat batuk atau bersin, dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga ensefalitis.
Respons Pemerintah
Menanggapi lonjakan kasus, Pemprov Jatim langsung mengirimkan 9.825 botol vaksin Measles dan Rubella (MR) ke Dinas Kesehatan Sumenep. Vaksin tersebut akan digunakan dalam Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu imunisasi darurat untuk memutus rantai penularan.
ORI akan dilakukan di 26 wilayah puskesmas, menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 6 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Program ini dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus–14 September 2025, dengan target cakupan minimal 95 persen agar terbentuk kekebalan kelompok.
Setelah ORI, pemerintah juga menyiapkan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak lengkap sesuai usia. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pihaknya juga melibatkan mitra dan tenaga pendamping untuk mendatangi sasaran yang menolak imunisasi.
Penguatan Sistem dan Koordinasi
Selain pengiriman vaksin, Pemprov Jatim memberikan on the job training (OJT) pembuatan kajian epidemiologi KLB PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) ke seluruh puskesmas di Sumenep.
Upaya ini diperkuat melalui rapat koordinasi lintas batas Madura Raya dan Surabaya Raya, menghasilkan dokumen kesepakatan penanggulangan KLB. Pemprov Jatim juga menggandeng Kementerian Kesehatan, WHO, dan Komite Ahli PD3I Indonesia dalam rapat terbatas untuk membahas strategi penanggulangan dan rekomendasi teknis.
Surveilans Aktif
Untuk memastikan deteksi dini kasus baru, dilakukan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) dan Hospital Record Review (HRR) di beberapa rumah sakit, termasuk RSUD Dr. H. Moh. Anwar, RSI Garam Kalianget, dan RSU Sumekar.
Edukasi pada Masyarakat
Gubernur Khofifah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gejala campak dan segera mencari pertolongan medis bila kondisi memburuk. Dikutip dari Antara News, Gubernur Khofifah berujar, “Kalau sekiranya sudah ada gejala campak, bisa dilakukan isolasi mandiri bagi kasus ringan selama 7 hari. Kalau sudah berat, harus segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian, jauhkan pasien dari orang-orang yang sekiranya punya kekebalan tubuh lemah. Jangan lupa mengonsumsi vitamin A.” Ia juga menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mendukung imunisasi rubela-campak sesuai usia.
“Intinya target pelaksanaan ORI ini minimal 95 persen agar anak-anak terlindungi dan nantinya membentuk herd immunity,” pungkasnya.
Referensi:
- Irawan W. Pemprov Jatim kirim 9.825 vaksin untuk tangani KLB campak Sumenep Antara News. [Internet]. Available from: https://jatim.antaranews.com/berita/964333/pemprov-jatim-kirim-9825-vaksin-untuk-tangani-klb-campak-sumenep
- Pemprov Jatim. Gerak Cepat Atasi KLB Campak di Sumenep Gubernur Khofifah Kirim 9825 Vaksin dan Gelar ORI di 26 Wilayah. Jatim Newsroom. [Internet]. Available from:https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/gerak-cepat-atasi-klb-campak-di-sumenep-gubernur-khofifah-kirim-9-825-vaksin-dan-gelar-ori-di-26-wilayah.

