Berita
Apendisitis pada Anak: Diagnosis, Skoring, dan Tata Laksana

Latar Belakang
Apendisitis akut merupakan kegawatdaruratan bedah tersering pada anak dan penyebab utama nyeri perut yang memerlukan intervensi bedah di populasi pediatrik. (1) Oleh karena presentasinya yang seringkali tidak khas, terutama pada anak yang lebih kecil, apendisitis wajib menjadi salah satu diagnosis banding utama pada setiap anak yang datang dengan nyeri perut, apalagi bila disertai muntah. (1)
Etiologi
Apendisitis terjadi akibat obstruksi lumen apendiks. Pada anak, penyebab tersering adalah hiperplasia limfoid akibat respons imun jaringan limfoid submukosa apendiks yang memang berlimpah pada usia ini. (2) Penyebab lain meliputi fekalit, benda asing, dan, walaupun jarang, tumor apendiks. (1, 2)
Epidemiologi
Insidens apendisitis pediatrik di Amerika Serikat diperkirakan 83 kasus per 100.000 anak per tahun, dengan puncak insidens pada usia 15–19 tahun dan rasio laki-laki:perempuan sekitar 1,4:1. Anak memiliki risiko perforasi lebih tinggi dibandingkan dewasa, terjadi pada sekitar 30% kasus rawat inap, bahkan dapat mencapai 90% pada anak usia di bawah 2 tahun akibat presentasi yang samar dan keterlambatan diagnosis. (1)
Patogenesis dan Patofisiologi
Obstruksi lumen menyebabkan sekresi mukus terus berlanjut, distensi progresif, dan peningkatan tekanan intraluminal yang mengganggu aliran vena. Kondisi ini menimbulkan iskemia, pertumbuhan bakteri berlebih, dan nekrosis dinding apendiks; bila tidak ditangani, berlanjut menjadi perforasi dan peritonitis. (1) Secara klinis, nyeri awalnya bersifat viseral, difus, dan periumbilikal karena serabut aferen setinggi T10; nyeri kemudian terlokalisasi ke kuadran kanan bawah seiring iritasi peritoneum parietal oleh proses inflamasi. (1, 2)
Manifestasi Klinis
Gejala klasik berupa nyeri periumbilikal yang bermigrasi ke kuadran kanan bawah dalam 24 jam, disertai anoreksia, mual/muntah, dan demam subfebris. (1) Pada anak di bawah 5 tahun, gejala kerap tidak spesifik—nyeri perut difus, letargi, atau iritabilitas—sehingga indeks kecurigaan klinis harus tetap tinggi. (1)
Diagnosis: Anamnesis, Pemeriksaan Fisik, dan Skoring
Temuan pemeriksaan fisik seperti nyeri tekan titik McBurney, tanda Rovsing, psoas, dan obturator mendukung kecurigaan klinis, namun tidak satu pun bersifat diagnostik tersendiri. (1, 2) Untuk menstandardisasi penilaian, sistem skoring klinis digunakan secara luas. Skor Alvarado (MANTRELS) dikembangkan pada 1986 untuk populasi dewasa namun kerap diterapkan pada anak. (1) Sebaliknya, Pediatric Appendicitis Score (PAS) dikembangkan khusus untuk anak oleh Samuel pada 2002 berdasarkan kohort prospektif 1.170 anak usia 4–15 tahun. (3)
Tabel 1. Skor Alvarado
Interpretasi: skor 1–4 risiko rendah; 5–6 risiko sedang, perlu observasi/pencitraan; ≥7 risiko tinggi, arah ke apendektomi. (4)
Tabel 2. Pediatric Appendicitis Score
Interpretasi: skor ≤3 risiko rendah; 4–7 risiko sedang, perlu pencitraan lanjut; ≥8 risiko tinggi. (3)
Perbandingan Alvarado dan PAS
Tinjauan sistematis oleh Ohle dkk. terhadap 42 studi menunjukkan bahwa skor Alvarado dengan cut-off 5 baik untuk menyingkirkan diagnosis pada anak (sensitivitas 99%), tetapi pada cut-off 7, spesifisitasnya pada anak hanya 76%, sehingga kurang andal untuk rule-in menuju bedah; skor ini juga cenderung terlalu tinggi memprediksi apendisitis (over-prediction) pada anak di strata risiko sedang-tinggi. (4) Karena keterbatasan ini, serta karena asal-usulnya yang dikembangkan untuk populasi dewasa, PAS, yang divalidasi langsung pada populasi anak, umumnya lebih direkomendasikan sebagai instrumen skoring lini pertama pada apendisitis pediatrik, meskipun kedua skor sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pencitraan pada kategori risiko sedang. (3, 4)
Pencitraan
Ultrasonografi (USG) abdomen dengan teknik kompresi bertahap (graded compression) merupakan modalitas pencitraan lini pertama pada anak karena aman dan tidak melibatkan radiasi pengion. Perlu diperhatikan bahwa modalitas ini bersifat operator-dependent, sehingga validitas tergantung keterampilan operator. (1) Kriteria diagnostik apendisitis dengan USG meliputi diameter apendiks >6 mm, dinding menebal, non-compressible, disertai apendikolit atau cairan periapendikuler; sensitivitasnya 72,5–94,8% dan spesifisitas 95–99%. (1) Bila USG inkonklusif, CT atau MRI dapat dipertimbangkan, namun penggunaan CT pada anak sebaiknya dibatasi mengingat risiko radiasi. (1)
Tata Laksana
Apendektomi laparoskopik tetap menjadi tata laksana baku emas untuk apendisitis tanpa komplikasi. (1, 2) Tata laksana non-operatif (antibiotik) dapat dipertimbangkan pada kandidat yang memenuhi kriteria berikut: usia >7 tahun, leukosit 5.000–18.000/µL, durasi gejala <48 jam, diameter apendiks <1,1 cm, tanpa apendikolit, flegmon, atau abses. (1) Pada apendisitis terkomplikasi (perforasi, abses), tata laksana bergantung stabilitas klinis: peritonitis generalisata memerlukan apendektomi emergensi, sementara abses terlokalisasi dapat dikelola dengan antibiotik intravena disertai drainase perkutan. (1)
Kesimpulan
Apendisitis harus selalu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding pada anak dengan nyeri perut, khususnya bila disertai muntah, mengingat risiko perforasi yang tinggi pada kelompok usia ini. Kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik terstruktur menggunakan PAS sebagai instrumen yang lebih tervalidasi untuk anak, dan USG graded compression sebagai modalitas pencitraan lini pertama, memberikan pendekatan diagnostik yang aman dan efisien. Tata laksana tetap individual, mempertimbangkan derajat komplikasi serta kelayakan pendekatan non-operatif pada kasus terseleksi.
Daftar Pustaka
- Waseem M, Wang CF. Pediatric Appendicitis. [Updated 2025 Jun 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441864/
- Lotfollahzadeh S, Lopez RA, Deppen JG. Appendicitis. [Updated 2024 Feb 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493193/
- Samuel M. Pediatric appendicitis score. J Pediatr Surg. 2002 Jun;37(6):877-81.
- Ohle R, O'Reilly F, O'Brien KK, Fahey T, Dimitrov BD. The Alvarado score for predicting acute appendicitis: a systematic review. BMC Med. 2011 Dec 28;9:139.

