Dot Grid

Berita

Apakah Daun Katuk Efektif dalam Meningkatkan Volume ASI?

Apakah Daun Katuk Efektif dalam Meningkatkan Volume ASI?

Latar Belakang

Pemberian Air Susu Ibi (ASI) Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan strategi utama dalam menurunkan angka kematian bayi dan memperkuat imunitas anak. Intervensi nutrisi dan farmakologis yang dapat meningkatkan produksi ASI, terutama pada ibu dengan produksi rendah, menjadi penting untuk dikaji, termasuk penggunaan herbal seperti Sauropus androgynus, lebih dikenal sebagai daun katuk. (1)

Daun katuk adalah tanaman semak tropis yang termasuk dalam famili Phyllanthaceae. Tanaman ini banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Daunnya berwarna hijau gelap, kecil, dan sering dijadikan sayuran oleh masyarakat lokal. Selama berabad-abad, daun katuk telah digunakan secara tradisional untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). (1) Namun apakah hal ini didukung oleh bukti ilmiah yang kuat? Berikut yang kita tahu mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan ASI sejauh ini.


Fisiologi Laktasi dan Mekanisme Potensial Daun Katuk

Produksi ASI dipengaruhi oleh kompleks interaksi hormonal dan refleks neuroendokrin. Prolaktin, yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior, berperan dalam merangsang alveolus untuk memproduksi ASI, sementara oksitosin yang dilepas oleh hipofisis posterior menstimulasi kontraksi sel mioepitel untuk pengeluaran ASI. Produksi ASI dikendalikan oleh prinsip demand-supply: semakin sering bayi menyusu atau ASI diperah, semakin banyak prolaktin diproduksi. (1)

Beberapa studi mengusulkan bahwa daun katuk memiliki kandungan fitonutrien seperti sterol, polifenol, dan flavonoid yang dapat meningkatkan kadar prolaktin secara endogen. Kandungan papaverin di dalamnya juga dipercaya memiliki efek vasodilator yang dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan payudara dan mendukung sekresi ASI. Kandungan galactagogue pada daun katuk inilah yang menjadi dasar biologis penggunaannya dalam meningkatkan produksi ASI. (1)



daun katuk.png

Gambar 1. Daun Katuk


Efektivitas Berdasarkan Bukti Ilmiah

Terdapat beberapa studi klinis yang telah mengevaluasi efektivitas daun katuk sebagai galactagogue. Sebuah studi oleh Suryawan et al. menemukan bahwa pemberian kapsul daun katuk (3 x 100 mg per hari) pada ibu menyusui selama 15 hari meningkatkan produksi ASI secara bermakna dibandingkan plasebo, diukur dengan volume ASI dan frekuensi menyusui bayi. Studi ini menunjukkan adanya peningkatan volume ASI sebanyak 50% dalam kelompok intervensi dibandingkan kontrol (p<0,05) . (1)

Studi lainnya oleh Husnaini et al. menunjukkan bahwa pemberian daun katuk dalam bentuk sediaan teh herbal juga meningkatkan volume ASI secara signifikan dalam lima hari pertama pascapartum. Para ibu yang mengonsumsi teh daun katuk mengalami peningkatan volume ASI hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kelompok kontrol . (2)

Sementara itu, sebuah uji coba terkontrol di Malaysia yang melibatkan 60 ibu menyusui menunjukkan hasil yang lebih moderat. Meskipun terjadi peningkatan produksi ASI pada kelompok yang diberikan daun katuk, perbedaan dengan kelompok plasebo tidak mencapai signifikansi statistik (p=0,08), menyoroti kemungkinan perbedaan respon individu, variasi dosis, serta keterbatasan ukuran sampel . (3)


Keterbatasan dan Kebutuhan untuk Penelitian Lanjutan

Meskipun hasil awal menjanjikan, bukti ilmiah mengenai daun katuk sebagai galactagogue masih terbatas dan belum mencapai konsensus. Sebagian besar studi dilakukan dengan ukuran sampel kecil, durasi pendek, dan variasi bentuk sediaan yang belum distandarisasi. Belum ada studi meta-analisis yang secara sistematis mengevaluasi efektivitas dan keamanan daun katuk dalam populasi ibu menyusui.

Masih diperlukan penelitian lanjutan dengan desain uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trials), durasi intervensi yang lebih panjang, serta pengukuran parameter objektif seperti kadar prolaktin serum dan volume ASI terukur. Selain itu, penting juga untuk menentukan dosis optimal dan sediaan yang paling efektif, baik dalam bentuk kapsul, tablet, ataupun minuman herbal. Studi toksisitas jangka panjang juga perlu dipertimbangkan mengingat adanya laporan toksisitas paru pada konsumsi daun katuk berlebih dalam konteks penggunaan diet pelangsing, meskipun dosis tersebut jauh di atas dosis galaktagogik.


Kesimpulan dan Penutup

Daun katuk merupakan salah satu galactagogue alami yang telah lama digunakan secara tradisional di Asia Tenggara dan didukung oleh sejumlah studi klinis kecil yang menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan produksi ASI. Kandungan senyawa aktifnya diduga dapat meningkatkan kadar prolaktin dan memperbaiki aliran darah ke jaringan payudara. Namun, mengingat keterbatasan data ilmiah yang tersedia, penggunaannya dalam praktik klinis masih perlu didampingi dengan edukasi dan pemantauan yang cermat.

Bagi dokter anak, penting untuk memahami intervensi ini sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk mendukung keberhasilan menyusui, terutama pada populasi ibu dengan risiko laktasi tidak adekuat. Meskipun memiliki potensi yang besar sebagai pendukung program ASI eksklusif, daun katuk belum dapat direkomendasikan sebagai terapi utama untuk volume ASI yang kurang, setidaknya hingga tersedia lebih banyak bukti dari uji klinis berkualitas tinggi. Dukungan menyusui yang komprehensif tetap harus mengedepankan pendekatan berbasis bukti, dengan mempertimbangkan keamanan, preferensi ibu, dan keterjangkauan terapi.


Daftar Pustaka

  1. Suryawan AZ, Sri Lestari E, Mustika D, Yani A. The Effectiveness of Katuk (Sauropus androgynus) Leaf Extract on Breast Milk Production in Postpartum Mothers. J Gizi Klinik Indonesia. 2023;17(2):104-110.
  2. Husnaini R, Wahyuni CU. The Effect of Sauropus androgynus Leaf Tea on Breast Milk Volume in Early Postpartum Mothers. J Midwifery Reprod Health. 2022;10(1):2558–2564.
  3. Noor NM, Alia S, Tan SH. Galactagogue Effects of Sauropus androgynus (Katuk) among Breastfeeding Mothers in Selangor: A Randomized Controlled Trial. Malaysian J Nutr. 2019;25(3):345–352.
  4. National Library of Medicine. Lactation Physiology. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 [cited 2025 Aug 4]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK603839/




Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan