Dot Grid

Berita

Apakah Anak Laki-Laki Perlu Diberikan Vaksin HPV?

Apakah Anak Laki-Laki Perlu Diberikan Vaksin HPV?

Latar Belakang

Human papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi menular seksual tersering di dunia, dengan prevalensi global mencapai 9–13% populasi, atau sekitar 630 juta orang terinfeksi. (1). Virus ini berperan dalam terjadinya berbagai penyakit, mulai dari lesi jinak seperti kutil anogenital hingga kanker pada saluran reproduksi, anus, dan orofaring, dengan total 4,5% dari seluruh kasus kanker di dunia berhubungan dengan HPV. (1)

Upaya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV telah lama menjadi prioritas program imunisasi di banyak negara, termasuk Indonesia. Jenis vaksin yang tersedia mencakup bivalen, kuadrivalen, dan nonavalent, yang menargetkan tipe HPV penyebab kanker serviks maupun kutil genital. (2) Selama ini, strategi utama vaksinasi berfokus pada perempuan karena kanker serviks merupakan beban kesehatan masyarakat yang besar. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa HPV juga menimbulkan beban penyakit signifikan pada laki-laki, termasuk kanker penis, kanker anus, kanker orofaring, serta infertilitas. (3) Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah anak laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV?


Vaksinasi HPV pada Laki-Laki

HPV tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga laki-laki. Sebuah tinjauan sistematik melaporkan bahwa hampir satu dari tiga laki-laki usia ≥15 tahun terinfeksi HPV, dan satu dari lima terinfeksi tipe HPV risiko tinggi. (1) Infeksi ini dapat menimbulkan kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring. Data global tahun 2018 mencatat sekitar 69.400 laki-laki menderita kanker terkait HPV. (1)

Selain itu, laki-laki berperan penting dalam transmisi HPV kepada pasangan seksual. Infeksi persisten pada laki-laki meningkatkan risiko kanker serviks pada perempuan.Dengan demikian, imunisasi HPV pada anak laki-laki dapat memberikan manfaat ganda: melindungi kesehatan laki-laki itu sendiri sekaligus menurunkan penularan ke perempuan. (1)

Beberapa studi model menunjukkan bahwa vaksinasi yang tidak memandang gender (laki-laki dan perempuan) lebih efektif dalam menurunkan prevalensi HPV dan penyakit terkait lainnya dibanding vaksinasi hanya pada perempuan. Studi di Finlandia menunjukkan bahwa penurunan tipe HPV penyebab kanker lebih cepat tercapai di komunitas yang memvaksinasi anak laki-laki dan perempuan dibanding hanya perempuan (1). Demikian pula, penelitian pada pria yang berhubungan seks dengan pria (MSM) menunjukkan penurunan signifikan prevalensi HPV setelah dilakukannya vaksinasi pada laki-laki. (1)

Imunisasi HPV pada anak laki-laki juga dapat mengurangi beban penyakit berupa kutil anogenital. Lebih dari 90% kutil genital disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11, yang dapat dicegah dengan vaksin kuadrivalen maupun nonavalent. Dampak psikososial kutil genital yang signifikan menjadikan pencegahan kondisi ini sebagai salah satu manfaat tambahan vaksinasi laki-laki.(2)


Hambatan Vaksinasi HPV pada Laki-Laki

Meskipun manfaat biologis vaksinasi laki-laki telah terbukti melalui berbagai studi, terdapat perdebatan terkait efisiensi biaya jika diimplementasikan di lapangan. Program vaksinasi HPV sudah tergolong mahal, dan menambahkan populasi laki-laki akan melipatgandakan biaya tersebut. Analisis cost-effectiveness di negara high-income menunjukkan bahwa vaksinasi laki-laki memberikan manfaat tambahan yang relatif kecil bila cakupan vaksinasi perempuan sudah tinggi (>75%). (4)

Dalam konteks sumber daya terbatas, termasuk di negara berpenghasilan rendah dan menengah, memperluas cakupan pada perempuan dipandang lebih cost-effective dibandingkan dengan memasukkan laki-laki ke dalam program vaksinasi HPV. Model analisis di Brasil dan Norwegia menegaskan bahwa memperluas vaksinasi perempuan lebih efisien dibanding dengan ikut memvaksinasi laki-laki. (4)

Selain itu, sebagian besar kanker terkait HPV pada laki-laki, seperti kanker penis atau orofaring, juga berhubungan secara signifikan dengan faktor-faktor risiko lain, seperti rokok dan alkohol. (4)


Program Vaksin HPV di Indonesia

Indonesia memiliki beban kanker serviks yang sangat tinggi. Data GLOBOCAN 2020 menunjukkan terdapat lebih dari 36 ribu kasus kanker serviks per tahun, menjadikannya penyebab utama kedua kanker pada perempuan di Indonesia. (5) Pemerintah Indonesia telah memasukkan vaksin HPV ke dalam program imunisasi nasional melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sejak 2022, dengan sasaran utama anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Vaksin yang tersedia mencakup bivalen, kuadrivalen, dan nonavalent, semuanya sudah disetujui oleh BPOM dan terbukti aman serta efektif. (5)

Implementasi program vaksinasi ini didukung UNICEF dan GAVI untuk menekan beban kanker serviks di masa depan. UNICEF menekankan bahwa melindungi anak perempuan sejak usia sekolah dasar merupakan langkah penting untuk mencapai masa depan tanpa kanker serviks di Indonesia. Namun, program saat ini masih berfokus pada anak perempuan, dengan alasan keterbatasan sumber daya dan prioritas terhadap kanker serviks yang memiliki beban terbesar. (6)

Meski demikian, kajian terbaru menyarankan bahwa opsi dosis tunggal dapat mengurangi biaya program hingga 50% dan memungkinkan cakupan lebih luas. Jika implementasi berjalan baik, strategi ini dapat membuka ruang untuk mempertimbangkan perluasan vaksinasi ke anak laki-laki di masa depan, ketika sumber daya sudah memungkinkan. (5)


Kesimpulan

Vaksinasi HPV pada perempuan terbukti efektif dalam menurunkan prevalensi kanker serviks dan tetap menjadi prioritas di Indonesia. Namun, HPV juga menyebabkan kanker dan penyakit lain pada laki-laki, serta berperan dalam transmisi ke perempuan. Strategi netral-gender terbukti dapat menurunkan prevalensi lebih cepat dan melindungi populasi yang rentan seperti laki-laki dengan HIV atau MSM.

Di sisi lain, hambatan terbesar adalah biaya dan keterbatasan sumber daya. Dalam konteks Indonesia, fokus pada peningkatan cakupan perempuan merupakan strategi yang paling cost-effective untuk saat ini. Namun, peluang memperluas vaksinasi ke anak laki-laki tetap terbuka di masa depan, seiring perkembangan bukti ilmiah, harga vaksin yang lebih terjangkau, dan kapasitas program imunisasi nasional yang semakin kuat.



Referensi

  1. Naidoo D, Govender K, Mantell JE. Breaking barriers: why including boys and men is key to HPV prevention. BMC Med. 2024;22:525. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11549739/pdf/12916_2024_Article_3701.pdf
  2. Quinn S, Goldman RD. Human papillomavirus vaccination for boys. Can Fam Physician. 2015;61(1):43–6. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4301763/pdf/0610043.pdf
  3. Rosado C, Fernandes ÂR, Rodrigues AG, Lisboa C. Impact of human papillomavirus vaccination on male disease: a systematic review. Vaccines (Basel). 2023;11(6):1083. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10302589/
  4. Hibbitts S, Cuschieri K. Should boys receive the HPV vaccine? BMJ. 2010;340:b4921.Available from: https://www.bmj.com/bmj/section-pdf/186442?path=/bmj/340/7737/Head_to_Head.full.pdf
  5. Setiawan D, Ramadani P, Lianawati L, Galistiani GF. HPV vaccination program in Indonesia: effectiveness, dose, scale-up costs, future prospects, and policy recommendations. Asian Pac J Cancer Prev. 2025;26(2):421–34. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12118025/pdf/APJCP-26-421.pdf
  6. UNICEF Indonesia. Masa depan tanpa kanker serviks: melindungi anak perempuan Indonesia melalui imunisasi HPV. UNICEF; 2023. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/kampung-pengasuhan/kesehatan/cerita/masa-depan-tanpa-kanker-serviks-melindungi-anak-perempuan-indonesia-melalui-imunisasi-hpv



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan