Dot Grid

Berita

Anak Laki-Laki Akan Menjadi Target Imunisasi HPV pada Tahun 2027

Anak Laki-Laki Akan Menjadi Target Imunisasi HPV pada Tahun 2027

Latar Belakang

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks, salah satu kanker dengan beban penyakit tertinggi pada perempuan di Indonesia. Selama ini, strategi imunisasi nasional memprioritaskan anak perempuan usia sekolah dasar karena efektivitas vaksin HPV paling optimal bila diberikan sebelum paparan seksual pertama. Namun, dalam pengumuman terbaru, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa mulai 2027 Indonesia akan memperluas program vaksinasi HPV kepada anak laki-laki usia 11 tahun. Ia menyampaikan, “Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan)… Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif” . (1)

Pernyataan tersebut menandai pergeseran penting menuju pendekatan universal HPV vaccination. Secara epidemiologis, laki-laki memang tidak mengalami kanker serviks, tetapi mereka berperan sebagai reservoir dan transmiter virus. Selain itu, beberapa strain HPV risiko tinggi, seperti tipe 16 dan 18, juga berhubungan dengan kanker penis, kanker anus, serta kanker orofaring pada laki-laki. Strain risiko rendah seperti tipe 6 dan 11 menyebabkan kutil anogenital yang cukup sering dijumpai dan berdampak pada kualitas hidup . (2,3)


Mengapa Laki-Laki Juga Perlu Divaksin?

Literatur menunjukkan bahwa vaksinasi HPV pada laki-laki memberikan manfaat langsung dan tidak langsung. Quinn dan Goldman menegaskan bahwa vaksinasi anak laki-laki membantu menurunkan transmisi virus serta memberikan proteksi individual terhadap penyakit terkait HPV pada laki-laki sendiri . (2) Tinjauan sistematis terbaru juga menunjukkan bahwa program vaksinasi HPV berdampak signifikan pada penurunan insidens kutil kelamin dan lesi prakanker pada populasi laki-laki di negara yang telah menerapkan vaksinasi universal . (3)

Beban penyakit pada laki-laki sering kali kurang disorot. Padahal, infeksi HPV pada pria dapat menyebabkan kanker penis, yang meskipun relatif jarang dibanding kanker serviks, tetap memiliki morbiditas tinggi dan memerlukan terapi mutilatif. Kutil anogenital sendiri merupakan manifestasi klinis yang jauh lebih sering, dengan prevalensi seumur hidup yang signifikan pada populasi dewasa muda. Selain dampak fisik, terdapat beban psikososial dan ekonomi yang tidak kecil . (3)

Di Indonesia, studi Endarti dkk. menunjukkan bahwa penerimaan orang tua terhadap vaksinasi HPV pada anak laki-laki cukup baik, terutama bila didukung edukasi yang memadai dan skema pembiayaan yang terjangkau . (4) Hal ini menjadi dasar penting dalam implementasi kebijakan yang lebih luas.


Perspektif Global dan Rekomendasi GAVI

Hingga kini, Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) merekomendasikan prioritas vaksinasi HPV pada anak perempuan di bawah usia 15 tahun karena kelompok ini memberikan dampak pencegahan kanker serviks paling besar dengan efisiensi biaya yang optimal . (5) Namun, GAVI juga menyatakan bahwa bila ketersediaan vaksin mencukupi dan tidak memberikan tekanan finansial pada sistem kesehatan, perluasan vaksinasi kepada laki-laki dan perempuan usia lebih tua dapat dipertimbangkan untuk memperkuat herd immunity. (5)

Dengan langkah Kementerian Kesehatan yang menargetkan vaksinasi anak laki-laki di bawah 15 tahun pada 2027, Indonesia bergerak menuju model yang telah diterapkan di beberapa negara berpendapatan tinggi, yaitu vaksinasi HPV yang netral-genderl. Strategi ini diharapkan mempercepat eliminasi kanker serviks sekaligus menurunkan penyakit terkait HPV pada laki-laki.


Implikasi bagi Dokter Anak

Bagi dokter anak, kebijakan ini menuntut kesiapan dalam edukasi, konseling, dan advokasi. Edukasi kepada orang tua perlu menekankan bahwa vaksinasi HPV bukan semata-mata untuk mencegah kanker serviks pada perempuan, tetapi juga untuk melindungi anak laki-laki dari penyakit terkait HPV serta memutus rantai transmisi virus. Penekanan pada keamanan dan efektivitas vaksin, serta manfaat jangka panjang dalam pencegahan kanker, menjadi kunci dalam meningkatkan penerimaan masyarakat.

Program ini juga membuka peluang integrasi vaksin HPV dalam jadwal imunisasi rutin anak sekolah, serupa dengan pendekatan yang sudah berjalan pada anak perempuan. Koordinasi lintas sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi elemen penting keberhasilan implementasi.


Kesimpulan dan Penutup

Pengumuman Kementerian Kesehatan untuk memperluas vaksinasi HPV kepada anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027 merupakan langkah strategis menuju universal HPV vaccination. Secara ilmiah, vaksinasi pada laki-laki tidak hanya melindungi pasangan dari risiko kanker serviks, tetapi juga memberikan perlindungan langsung terhadap penyakit terkait HPV pada pria. Dengan dukungan bukti ilmiah dan penerimaan masyarakat yang semakin baik, kebijakan ini berpotensi mempercepat eliminasi kanker serviks dan menurunkan beban penyakit HPV secara komprehensif di Indonesia. Peran aktif dokter anak dalam edukasi dan implementasi program akan menjadi faktor penentu keberhasilan strategi ini.


Daftar Pustaka

  1. Kompas.com. Menkes BGS: Anak laki-laki usia 11 tahun divaksin HPV mulai 2027 demi percepatan pencegahan kanker serviks [Internet]. 2026 Feb 4. Available from:
    https://www.kompas.com/jawa-barat/read/2026/02/04/155650688/menkes-bgs-anak-laki-laki-usia-11-tahun-divaksin-hpv-mulai-2027-demi
  2. Quinn S, Goldman RD. Human papillomavirus vaccination for boys. Can Fam Physician. 2015;61(1):43-6.
  3. Rosado C, Fernandes ÂR, Rodrigues AG, Lisboa C. Impact of human papillomavirus vaccination on male disease: a systematic review. Vaccines (Basel). 2023;11(6):1083. doi:10.3390/vaccines11061083.
  4. Endarti D, Yuliani RP, Phodha T. Human papillomavirus vaccination for boys: insights into knowledge, acceptance, and willingness to pay among parents in Yogyakarta, Indonesia. Asian Pac J Cancer Prev. 2025;26(2):593-602. doi:10.31557/APJCP.2025.26.2.593.
  5. GAVI. Why is the HPV vaccine offered to teenage girls and what parents need to know about it [Internet]. Available from: https://www.gavi.org/vaccineswork/why-hpv-vaccine-offered-teenage-girls-and-what-parents-need-know-about-it



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan