Berita
WHO Dorong Optimasi Terapi Dengue yang Sesuai untuk Anak

Latar Belakang
Demam dengue merupakan salah satu penyakit arbovirus paling signifikan secara klinis yang dihadapi dokter anak di Indonesia. Ironisnya, meskipun anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat, seluruh tatalaksana farmakologis yang tersedia hingga saat ini dirancang berdasarkan data dewasa. Ketiadaan formulasi yang secara spesifik dikembangkan untuk populasi pediatri bukan sekadar kekurangan teknis, melainkan sebuah kesenjangan kritis yang berdampak langsung pada keselamatan pasien. Dalam konteks inilah proses Paediatric Drug Optimization (PADO) untuk dengue hadir sebagai terobosan penting yang perlu dipahami oleh setiap dokter anak. (1)
Beban Penyakit Dengue pada Anak
Dengue adalah penyakit virus yang ditularkan melalui nyamuk dan kini berstatus endemis di lebih dari 100 negara. Pada tahun 2024, lebih dari 14 juta kasus dengue dan lebih dari 10.000 kematian terkait dengue dilaporkan secara global, kira-kira dua kali lipat dibandingkan tahun 2023. Anak-anak, khususnya anak usia di bawah 15 tahun, menanggung beban penyakit ini secara tidak proporsional. (2) Lebih dari itu, anak yang lebih muda berisiko lebih tinggi mengalami luaran berat dan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk dengue berat dengan syok, perdarahan masif, dan disfungsi organ. (1) Dengan epidemiologi yang demikian, kebutuhan akan terapi yang tepat secara farmakokinetik dan farmakodinamik untuk anak menjadi sangat mendesak.
Apa Itu PADO?
PADO (Paediatric Drug Optimization) adalah proses sistematis yang dikoordinasikan oleh WHO bersama jaringan Global Accelerator for Paediatric Formulations (GAP-f) untuk mengidentifikasi prioritas pengembangan obat yang sesuai usia bagi anak. Proses ini mempertemukan peneliti akademik, pakar klinis, regulator, lembaga pendanaan, mitra pengembangan produk, dan pemangku kepentingan lainnya guna mengevaluasi pipeline terapeutik yang ada dan menyepakati prioritas pediatri. (1) PADO telah berhasil diterapkan pada berbagai penyakit sebelumnya, termasuk HIV, tuberkulosis, hepatitis C, malaria, epilepsi, dan penyakit sel sabit, dengan bukti bahwa proses konsensus semacam ini mampu memfokuskan upaya riset dan alokasi sumber daya secara bermakna. (2)
Pada tanggal 23 Oktober 2025, WHO menyelenggarakan pertemuan PADO khusus untuk dengue, dan hasilnya dipublikasikan pada Juni 2026 sebagai panduan pertama yang pernah ada dalam rangka memajukan terapi dengue yang berpusat pada anak. (1,2) Laporan ini menguraikan prioritas riset dan pengembangan serta kebutuhan investasi untuk mempercepat ketersediaan terapeutik dengue yang sesuai bagi anak.
Mengapa Formulasi Saat Ini Tidak Memadai?
Saat ini tidak ada terapi berlisensi yang spesifik untuk dengue, dan tatalaksana suportif tetap menjadi andalan manajemen klinis. (1) Kandidat obat yang sedang dalam pipeline dikembangkan dan diuji terutama pada populasi dewasa dalam uji klinis Fase 2 dan 3, sehingga data yang tersedia untuk anak sangat terbatas. (1) Anak bukan sekadar "orang dewasa berukuran kecil": farmakokinetik, tolerabilitas, dan preferensi formulasi berbeda secara fundamental antara kelompok usia. Anak kecil sering mengalami kesulitan menelan tablet, sementara banyak sediaan yang dikembangkan untuk dewasa tidak tersedia dalam bentuk yang sesuai untuk penggunaan pediatri, seperti sirup, suspensi, atau granul dispersibel. (2) Ketidaksesuaian ini memaksa tenaga kesehatan melakukan penyesuaian dosis secara mandiri tanpa dasar farmakokinetik yang valid, membuka risiko underdosing yang berujung pada kegagalan terapi, atau overdosing yang memicu toksisitas.
Selain masalah bentuk sediaan, uji klinis yang ada juga tidak mencerminkan realitas klinis dengue pediatri, termasuk perbedaan presentasi penyakit, variasi komorbiditas seperti malnutrisi dan obesitas, serta perbedaan respons imun antar kelompok usia. (1) Tanpa data yang representatif dari populasi anak, rekomendasi dosis yang diekstrapolasi dari studi dewasa mengandung ketidakpastian klinis yang tidak dapat diterima, terutama untuk kondisi dengan dinamika patofisiologi yang cepat dan berpotensi fatal seperti dengue berat.
Capaian dan Rekomendasi PADO untuk Dengue
Hasil PADO-dengue mengidentifikasi daftar prioritas dan daftar pantau pertama untuk terapi dengue pediatri. (1) Sebuah antibodi monoklonal baru untuk tatalaksana dengue pada anak ditempatkan pada daftar prioritas PADO-dengue untuk 3–5 tahun ke depan, mencerminkan tahap pengembangan yang lebih lanjut, termasuk studi pada anak usia 5 tahun ke atas. (1) Empat kandidat tambahan dimasukkan ke dalam daftar pantau untuk perhatian jangka menengah hingga panjang. (1) Laporan ini juga menegaskan bahwa pertimbangan spesifik pediatri harus diintegrasikan ke dalam profil produk target untuk terapeutik dengue, baik untuk kasus nonsevere maupun severe. (1) Studi pediatri harus direncanakan sejak dini begitu data dewasa yang memadai tersedia, dengan desain uji yang mencerminkan kompleksitas klinis dengue pada anak. (1)
Kesimpulan
Publikasi PADO untuk dengue oleh WHO pada tahun 2026 menandai babak baru dalam upaya memastikan bahwa anak mendapat akses terhadap terapi yang aman, efektif, dan sesuai secara farmakologis. Bagi dokter anak di Indonesia, yang setiap tahunnya menghadapi gelombang kasus dengue pediatri dengan spektrum klinis yang luas, pemahaman terhadap inisiatif ini menjadi fondasi advokasi ilmiah yang penting. Adalah tanggung jawab bersama komunitas pediatri untuk mendorong partisipasi dalam uji klinis yang inklusif terhadap anak, mendukung regulasi yang memprioritaskan formulasi pediatri, dan memastikan bahwa setiap kemajuan terapeutik dalam penanganan dengue benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkannya. (1,2)
Referensi
- World Health Organization. WHO issues first ever guidance to advance child-focused dengue treatments [Internet]. Geneva: WHO; 2026 Jun 15 [cited 2026 Jun 29]. Available from: https://www.who.int/news/item/15-06-2026-who-issues-first-ever-guidance-to-advance-child-focused-dengue-treatments
- World Health Organization. Paediatric drug optimization for dengue: meeting report, 23 October 2025 [Internet]. Geneva: WHO; 2026 [cited 2026 Jun 29]. Available from: https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/0a034244-b970-43b4-aa2f-41f0e3e61d49/content

