Dot Grid

Berita

​Waspada Hipoglikemia pada Anak di Bulan Puasa!

​Waspada Hipoglikemia pada Anak di Bulan Puasa!

Latar Belakang

Bulan Ramadan telah tiba. Setiap tahunnya, banyak anak dari keluarga Muslim mulai belajar berpuasa untuk pertama kalinya sebagai bagian dari pembentukan spiritual mereka. Ibadah ini mengharuskan mereka menahan makan dan minum dalam jangka waktu yang cukup lama, Maka, jika tidak dilakukan dengan persiapan yang mantap, dapat berpotensi menyebabkan hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar glukosa darah lebih rendah dari seharusnya.

Hipoglikemia adalah keadaan ketika kadar glukosa darah turun ke tingkat yang cukup rendah untuk mengganggu fungsi tubuh, umumnya <70 mg/dL (4 mmol/L) . (1) Pada anak, penurunan ini dapat terjadi lebih cepat dibandingkan orang dewasa, dan gejalanya kadang tidak khas sehingga mudah terlewat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk memahami tanda-tanda hipoglikemia serta langkah penanganan awal yang tepat selama bulan Ramadan.


Tanda-Tanda Hipoglikemia yang Harus Diwaspadai

Gejala awal hipoglikemia meliputi tremor, keringat dingin, palpitasi, dan rasa lapar. Bila berlanjut, dapat muncul kebingungan, gangguan penglihatan, pusing, perubahan perilaku, hingga penurunan kesadaran dan kejang . (1,2)

Pada anak kecil, gejala sering tidak khas dan sulit dikenali. Anak mungkin hanya tampak rewel, lemas, mengantuk, atau tiba-tiba diam. Inilah mengapa edukasi kepada orang tua dan guru menjadi sangat penting selama Ramadan.


Tatalaksana Hipoglikemia di Bulan Ramadan

Penanganan harus disesuaikan dengan derajat keparahan.

  • Hipoglikemia Ringan–Sedang

Jika anak masih sadar dan dapat menelan:

Berikan glukosa cepat serap sebanyak ±0,3 g/kgBB

Dosis: 9 gram pada anak 30 kg, 15 gram pada anak 50 kg

Contoh: tablet glukosa, minuman manis, atau permen

Periksa ulang kadar glukosa setelah 10–15 menit. Bila belum membaik, ulangi pemberian glukosa . (2)

Jika anak berpuasa, harus segera membatalkan puasa. Secara medis dan agama, keselamatan lebih diutamakan daripada melanjutkan ibadah. Puasa bisa dicoba lagi berdasarkan kondisi klinis anak, dan tetntunya dengan persiapan lebih matang keesokan harinya.


  • Hipoglikemia Berat

Jika anak tidak sadar, kejang, atau tidak mampu menelan:

Oleskan madu atau gula pada mukosa pipi selama perjalanan ke rumah sakit, sambil segera bawa ke IGD. Glukagon intramuskular idealnya diberikan (0,5 mg <5 tahun; 1 mg >5 tahun) di ambulans jika tersedia. Walaupun demikian, ketersediaannya di Indonesia masih terbatas .Berikut tata laksana di rumah sakit:

- Dekstrosa 10% intravena 2 mL/kgBB, dilanjutkan infus untuk mempertahankan kadar glukosa 100–180 mg/dL

- Bila hipoglikemia berulang, dapat diberikan tambahan dekstrosa 2–5 mg/kg/menit . (2)

 (2)


Edukasi Penting untuk Orang Tua dan Guru

Di bulan Ramadan, orang dewasa harus lebih waspada pada risiko hipoglikemia di anak, terutama pada mereka yang memiliki Diabetes Mellitus (DM) tipe 1. Berikut adalah hal-hal penting yang perlu disampaikan ke orang tua, guru, dan pengasuh anak:

  • Anak dengan DM tipe 1 wajib evaluasi medis sebelum puasa.
  • Pemantauan gula darah tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa.
  • Anak harus membatalkan puasa jika gula darah <70 mg/dL atau muncul gejala hipoglikemia.
  • Guru perlu mengetahui kondisi medis anak dan tanda bahaya hipoglikemia.
  • Anak tidak boleh dipaksa melanjutkan puasa bila muncul gejala.


Untuk anak dengan atau tanpa DM tipe 1, sahur harus mengandung karbohidrat kompleks dan protein cukup, serta hidrasi optimal. Aktivitas fisik berat sebaiknya dihindari hingga menjelang waktu berbuka.


Kesimpulan

Hipoglikemia selama Ramadan dapat terjadi pada siapa saja, baik anak sehat maupun anak dengan diabetes, dengan risiko yang jauh lebih tinggi pada DM tipe 1. Kondisi ini dapat berkembang cepat dan berpotensi fatal bila tidak dikenali.

Pendekatan yang aman selama Ramadan mencakup edukasi, pemantauan ketat, serta keberanian untuk segera membatalkan puasa bila diperlukan. Peran dokter anak tidak hanya dalam tata laksana klinis, tetapi juga dalam memberikan edukasi preventif kepada orang tua dan guru agar ibadah Ramadan tetap berlangsung dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan anak.


Daftar Pustaka

  1. Mathew P, Thoppil D. Hypoglycemia. [Updated 2022 Dec 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534841/
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Konsensus Nasional Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe-1 Edisi Ketiga. Jakarta: UKK Endokrinologi Anak dan Remaja; 2015.






Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan