Dot Grid

Berita

​Vaksin HPV: Lebih dari Sekadar Pencegahan Kanker Serviks

​Vaksin HPV: Lebih dari Sekadar Pencegahan Kanker Serviks

Latar Belakang

Vaksin HPV telah lama dikenal sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks yang paling efektif. Namun, manfaatnya jauh melampaui itu. Human Papillomavirus (HPV) adalah virus DNA sirkular tanpa selubung dari famili Papillomaviridae, dengan lebih dari 180 subtipe yang telah teridentifikasi, (1) masing-masing dengan tropisme jaringan tersendiri dan manifestasi klinis yang berbeda—mulai dari kutil kulit yang jinak hingga karsinoma invasif pada berbagai lokasi, baik pada perempuan maupun laki-laki. (1, 2)

Kesadaran bahwa vaksin HPV melindungi dari spektrum penyakit yang lebih luas masih belum merata, termasuk di kalangan tenaga kesehatan. Padahal, vaksin HPV 9-valent (9vHPV) yang direkomendasikan IDAI dalam Jadwal Imunisasi 2024 mencakup perlindungan terhadap sembilan subtipe sekaligus, HPV 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58), dengan implikasi klinis yang melampaui kanker serviks. Artikel ini memaparkan penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin HPV, beserta etiologi, patogenesis, patofisiologi, dan derajat keganasannya, sebagai dasar klinis untuk merekomendasikan vaksinasi HPV pada seluruh pasien anak, termasuk laki-laki. (3)


Penyakit-Penyakit yang Dapat Dicegah oleh Vaksin HPV

1. Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin)

Kondiloma akuminata adalah lesi jinak di regio anogenital yang disebabkan terutama oleh HPV subtipe 6 dan 11, subtipe risiko rendah tanpa potensi onkogenik bermakna. (1) HPV masuk melalui mikroabrasi kulit atau mukosa, menginfeksi sel basal epitel, lalu bereplikasi di dalam nukleus tanpa mengintegrasikan genomnya ke DNA pejamu. Onkoprotein E6 dan E7 memang mengganggu regulasi siklus sel, tetapi pada subtipe ini dampaknya terbatas pada proliferasi jinak berupa papula atau kutil bertangkai di vulva, penis, perineum, dan anus. (1)

Meski jinak, angka kekambuhan kondiloma akuminata tinggi dan beban psikososialnya tidak kecil. Yang lebih penting secara klinis, virus ini dapat ditularkan secara vertikal dari ibu ke neonatus saat persalinan pervaginam, dan menjadi etiologi papilomatosis respiratorik rekuren pada anak. (2) Vaksin 9vHPV dengan komponen anti-HPV 6 dan 11 efektif mencegah kondisi ini pada kedua jenis kelamin. (2)


2. Papilomatosis Respiratorik Rekuren (PRR)

PRR adalah proliferasi jinak epitel skuamosa pada traktus aerodigestif—terutama laring—yang disebabkan oleh HPV subtipe 6 dan 11 melalui transmisi vertikal saat persalinan pervaginam. (1) Patofisiologinya melibatkan infeksi sel basal epitel respiratorik oleh partikel virus, yang memicu pertumbuhan papilomatosa di laring, lokasi yang rentan akibat metaplasia skuamosa alami di area tersebut.

Pada anak (juvenile-onset RRP), penyakit ini bermanifestasi sebagai suara serak progresif, stridor, dan obstruksi jalan napas yang dapat mengancam jiwa. Secara histologis lesi ini jinak, namun pasien kerap membutuhkan tindakan bedah berulang sepanjang hidupnya, dengan risiko transformasi maligna yang nyata pada infeksi HPV 11. (1) Vaksinasi ibu sebelum kehamilan merupakan strategi pencegahan primer yang paling efektif. (2)


3. Karsinoma Sel Skuamosa Orofaring

Karsinoma sel skuamosa orofaring, atau oral squamous cell carcinoma (OSCC) terkait HPV—terutama subtipe 16 dan 18—adalah keganasan dengan insidens yang terus meningkat secara global, dan menyerang laki-laki tiga kali lebih sering dibandingkan perempuan. (1, 4) Onkoprotein E6 mendegradasi p53, menghilangkan mekanisme apoptosis seluler, sementara E7 menginaktivasi retinoblastoma protein (pRb), memungkinkan progresi siklus sel tanpa kendali dan akumulasi mutasi onkogenik. (1)

OSCC terkait HPV memiliki prognosis yang relatif lebih baik dibanding OSCC non-HPV, namun tetap merupakan keganasan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Tingginya proporsi kasus pada laki-laki menjadi argumen klinis kuat untuk vaksinasi HPV lintas gender. (2, 4)


4. Karsinoma Anus

Lebih dari 90% kasus karsinoma anal berhubungan dengan infeksi HPV, dengan subtipe 16 dan 18 sebagai agen dominan. (2) Mekanisme onkogenesisnya serupa dengan kanker serviks: HPV menginfeksi sel basal di zona transisional anorektal—analog dengan zona transformasi serviks—di mana ekspresi E6 dan E7 secara progresif mengganggu homeostasis genomik sel. Progresi berlangsung melalui stadium intraepithelial neoplasia anal (AIN I–III) hingga berkembang menjadi karsinoma invasif. (1)

Risiko karsinoma anal meningkat bermakna pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan pada individu imunokompromais. Vaksinasi anak laki-laki sejak dini memiliki urgensi klinis dan epidemiologis yang setara dengan vaksinasi pada perempuan. (2, 4)


5. Karsinoma Penis serta Karsinoma Vulva dan Vagina

Sekitar 40–50% kasus karsinoma penis berkaitan dengan HPV, mayoritas subtipe 16. (2) Onkogenesisnya berjalan melalui integrasi DNA HPV ke kromosom pejamu, disrupsi gen supresor tumor, dan progresi displasia melalui stadium penile intraepithelial neoplasia (PIN) hingga karsinoma invasif. Pada perempuan, vaksin HPV juga memberikan proteksi terhadap karsinoma vulva dan vagina—dengan fraksi kausal HPV berkisar 25–70%, terutama pada kelompok usia muda. (2) (4)


Kesimpulan

Vaksin 9vHPV memberikan proteksi terhadap spektrum penyakit yang jauh lebih luas dari kanker serviks: kondiloma akuminata, PRR, karsinoma orofaring, karsinoma anal, karsinoma penis, serta karsinoma vulva dan vagina—kondisi yang secara kolektif menimbulkan beban penyakit bermakna pada kedua jenis kelamin. (1, 2)

IDAI telah merekomendasikan pemberian vaksin HPV untuk anak perempuan dalam Jadwal Imunisasi 2024, namun bukan berarti anak laki-laki tidak boleh mendapatkan vaksin HPV. (3) Hal ini sejalan dengan bukti bahwa vaksinasi laki-laki menurunkan transmisi HPV di komunitas sekaligus melindungi mereka dari keganasan anogenital dan orofaring. (4) Vaksinasi yang diberikan sebelum onset aktivitas seksual terbukti meningkatkan kualitas hidup dan angka kelangsungan hidup secara bermakna, dengan cara memutus rantai infeksi HPV persisten, prasyarat utama perkembangan lesi pramaligna dan maligna. (2, 4) Dokter anak memegang peran kunci: tidak hanya dalam pemberian vaksin itu sendiri, tetapi juga dalam mengoreksi persepsi bahwa vaksin HPV hanya untuk anak perempuan. Cakupan vaksinasi HPV yang tinggi pada seluruh anak, tanpa diskriminasi gender, adalah kontribusi nyata menuju eliminasi penyakit terkait HPV di Indonesia.


Referensi

1. Luria L, Cardoza-Favarato G. Human Papillomavirus. [Updated 2023 Jan 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448132/

2. Soca Gallego L, Dominguez A, Parmar M. Human Papilloma Virus Vaccine. [Updated 2024 Feb 19]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562186/

3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024 [Internet]. Jakarta: IDAI; 2024 [cited 2026 Jun 10]. Available from: https://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/jadwal-imunisasi-anak-usia-0-18-tahun

4. You X, Reuschenbach M, Jain A, Hall A, Jain A, Villarejo M, Chen YT, Durand N. The human papilloma virus (HPV) vaccination recommendations and funded programs for adults: A targeted literature review. Hum Vaccin Immunother. 2025 Dec;21(1):2550095. doi: 10.1080/21645515.2025.2550095. Epub 2025 Sep 5. PMID: 40910790; PMCID: PMC12416164.


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan