Dot Grid

Berita

​Tim Peneliti dari Tiongkok Ciptakan Inovasi Tetes Mata dari Semen Babi untuk Pengobatan Retinoblastoma

​Tim Peneliti dari Tiongkok Ciptakan Inovasi Tetes Mata dari Semen Babi untuk Pengobatan Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker pada retina yang paling sering terjadi pada anak. Pengobatan yang tersedia saat ini, seperti suntikan langsung ke mata (injeksi intravitreal), radioterapi, krioterapi, dan kemoterapi sistemik, memang dapat mengendalikan penyakit, tetapi sering menimbulkan efek samping serius. Kerusakan struktur mata dan toksisitas sistemik masih menjadi masalah utama. Bahkan, pada kondisi tertentu, bola mata harus diangkat (enukleasi), yang menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Karena itu, dibutuhkan terapi yang lebih aman, tidak invasif, dan tetap efektif menjangkau bagian dalam mata. (1)

Menjawab tantangan ini, sebuah tim peneliti dari Shenyang Pharmaceutical University, China, yang dipimpin oleh Yu Zhang, mengembangkan pendekatan baru untuk terapi retinoblastoma. Tujuan mereka adalah menciptakan intervensi yang aman, noninvasif, dan efektif, serta mudah digunakan dalam bentuk tetes mata (eye drop). (1,2)

Masalah utama dalam pengobatan retinoblastoma adalah sulitnya menghantarkan obat ke bagian belakang mata (segmen posterior) di mana retina berada. Mata memiliki sistem perlindungan alami seperti blood-retinal barrier dan lapisan kornea yang sangat ketat, sehingga obat sulit menembus. Berbagai teknologi seperti nanopartikel sudah dicoba, namun ternyata efektivitasnya kurang optimal dan masih dapat menyebabkan efek samping yang tinggi. Untuk menghindari keterbatasan-keterbatasan ini, para peneliti mencari alternatif lain dan melihat ekososom sebagai kandidat penghantar yang baik. (1)

Eksosom adalah vesikel kecil yang secara alami diproduksi oleh sel dan berfungsi sebagai “kendaraan” untuk membawa molekul antar sel. Karena berasal dari tubuh sendiri, eksosom cenderung lebih aman, tidak mudah memicu reaksi imun, dan mampu menembus berbagai penghalang biologis. (1)

Penelitian ini menemukan bahwa eksosom yang berasal dari semen, atau disebut juga sebagai semen-derived exosomes (SEVs), memiliki kemampuan unik. Secara alami, eksosom ini membantu sperma menembus saluran reproduksi perempuan, artinya, mereka sudah “terlatih” untuk melewati berbagai penghalang biologis. Hal ini membuat SEVs berpotensi digunakan untuk menembus berbagai rintangan yang ada untuk bisa mencapai segmen posterior mata. (1)

Dalam studi ini, SEVs diambil dari semen babi (Duroc), karena sumbernya melimpah dan lebih mudah didapat dalam jumlah besar. Proses pemurnian dilakukan dengan teknik khusus sehingga eksosom yang dihasilkan bersih dan bebas dari kontaminasi sel lain. (1)

Namun, eksosom ini hanya berperan sebagai pembawa. Yang benar-benar membunuh sel kanker adalah sistem yang dibawa di dalamnya, yaitu nanozim bernama CMG. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kondisi khas lingkungan tumor. Di dalam tumor, terdapat zat tertentu seperti hidrogen peroksida (H₂O₂) dan glutathione (GSH). CMG akan meningkatkan produksi zat berbahaya yang disebut reactive oxygen species (ROS), yang dapat merusak dan membunuh sel kanker secara selektif tanpa banyak merusak jaringan sehat. (1)

Peneliti kemudian menggabungkan semuanya menjadi tetes mata yang disebut FA-SEVs@CMG. Eksosom membantu obat masuk ke dalam mata dan mencapai sel kanker, sementara tambahan folic acid (FA) membantu “menargetkan” sel tumor dengan lebih spesifik. Setelah masuk ke sel kanker, sistem ini memicu stres oksidatif yang tinggi, sehingga sel kanker “bunuh diri” melalui berbagai mekanisme seperti autofagi dan apoptosis. (1)

Hasil penelitian pada hewan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Pada tikus dengan retinoblastoma, tetes mata ini mampu menekan pertumbuhan tumor tanpa merusak fungsi retina. Bahkan, sistem ini juga memungkinkan pemantauan tumor secara real-time melalui sinyal fluoresensi. (1)

Dari sisi keamanan, uji pada kelinci menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang tidak menyebabkan iritasi berarti, tekanan bola mata tetap stabil, dan tidak memicu reaksi imun atau peradangan. Ini menunjukkan bahwa terapi ini cukup aman, setidaknya pada tahap penelitian hewan. (1)

Menariknya, cara kerja eksosom ini dalam menembus mata melibatkan pembukaan sementara “celah” antar sel (tight junction), sehingga obat bisa masuk tanpa merusak struktur mata secara permanen. (1)

Meski begitu, penelitian ini masih berada pada tahap awal (studi hewan). Masih diperlukan penelitian lanjutan sebelum bisa digunakan pada manusia, termasuk memastikan keamanan jangka panjang, standar produksi, dan risiko kontaminasi. (1)

Sebagai penutup, inovasi tetes mata berbasis eksosom dari semen babi ini menunjukkan arah baru dalam terapi retinoblastoma. Dengan pendekatan yang noninvasif, lebih aman, dan berpotensi mempertahankan penglihatan, terapi ini memberikan harapan besar bagi pengobatan kanker mata pada anak di masa depan.


Daftar Pustaka

  1. Zhao J, et al. Harnessing semen-derived exosomes for noninvasive fundus drug delivery: A paradigm for exosome-based ocular fundus therapeutics. Sci Adv. 2026;12:eadw7275. DOI:10.1126/sciadv.adw7275. 
  2. Fieldhouse R. Eye drops made from pig semen deliver cancer treatment to mice. Nature. 2026 Mar 27. doi:10.1038/d41586-026-00982-2.



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan