Dot Grid

Berita

​Tata Laksana Anak yang Tertelan Baterai Kancing

​Tata Laksana Anak yang Tertelan Baterai Kancing

Pendahuluan

Tertelannya baterai kancing (button battery) pada anak merupakan kasus gawat darurat yang frekuensinya terus meningkat seiring meluasnya penggunaan baterai jenis ini pada perangkat elektronik rumah tangga seperti remote control, mainan, jam tangan, dan alat bantu dengar. (1) National Poison Data System Amerika Serikat mencatat lebih dari 83.000 kasus tertelan baterai pada anak antara 1985–2017, dengan lebih dari 77% terjadi pada usia kurang dari 6 tahun, dan insidens tahunan meningkat 66,7% pada 1999–2019 disertai kenaikan komplikasi hingga sepuluh kali lipat. (3) Bahaya utamanya terletak pada mekanisme elektrolisis: kedua kutub baterai menjadikan jaringan esofagus sebagai konduktor, menghasilkan ion hidroksida pada kutub negatif yang menaikkan pH secara cepat dan menimbulkan likuefaksi serta nekrosis jaringan, serupa dengan cedera akibat zat alkali. (2) Kerusakan mukosa bermakna dapat terjadi dalam 15 menit, dan komplikasi serius dapat muncul dalam 2 jam pertama bila baterai terjepit di esofagus, dengan risiko fistulisasi ke trakea, arteri tiroid, atau aorta yang dapat berakibat fatal, terutama pada anak berusia kurang dari 6 tahun dan baterai berdiameter lebih dari 20 mm. (2,3) Jendela waktu yang sangat sempit ini menjadikan deteksi dini dan tata laksana tepat sebagai kunci pencegahan morbiditas dan mortalitas.

Tata Laksana Prehospital dan In-Hospital

Pada fase prehospital, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan begitu dicurigai kejadian ini, mengingat komplikasi berat umumnya terjadi akibat keterlambatan diagnosis pada kasus tidak disaksikan. (2) Bila anak stabil, mampu menelan, berusia lebih dari 1 tahun, dan waktu tertelan kurang dari 12 jam, madu dapat diberikan sebagai mitigasi sementara (10 mL setiap 10 menit, maksimal 6 dosis) tanpa menunda rujukan, namun harus dihindari pada usia kurang dari 1 tahun karena risiko botulisme infantum, atau bila dicurigai perforasi, sepsis, atau kesulitan menelan. (1,2)

Di rumah sakit, langkah awal meliputi stabilisasi tanda vital, konsultasi dokter THT bila ada tanda obstruksi jalan napas, serta rontgen dua proyeksi (anteroposterior dan lateral) yang mencakup leher, dada, dan abdomen untuk mengidentifikasi double ring/halo sign serta posisi kutub negatif. (1,2) Bila baterai terlokalisasi di esofagus, pengangkatan endoskopik harus dilakukan secepatnya, idealnya kurang dari 2 jam, di bawah anestesi umum dengan intubasi, tanpa menunda meski anak baru makan; baterai di atas klavikula ditangani bersama dokter THT melalui endoskopi rigid. (1,2) Pada keterlambatan diagnosis/pengangkatan lebih dari 12 jam, CT scan kontras perlu dipertimbangkan sebelum pengangkatan untuk menilai cedera vaskular, disertai konsultasi bedah toraks, karena manipulasi baterai pada kondisi ini berisiko menimbulkan perforasi akut atau perdarahan masif melalui fistula. (1,2)

Untuk baterai yang telah melewati esofagus, pendekatan ESPGHAN menyarankan observasi pada kasus asimtomatik di lambung dengan diagnosis dalam 12 jam: rontgen ulang setelah 7–14 hari, kecuali baterai sudah ditemukan pada feses; pengangkatan endoskopik dilakukan bila baterai belum keluar pada rentang tersebut, berbeda dari rekomendasi lama (2–4 hari) karena hampir seluruh baterai (99,9%) keluar spontan dalam 7–14 hari tanpa komplikasi bermakna. (1,2) Pengangkatan segera tetap diindikasikan pada kasus simtomatik, ko-ingesti magnet, atau keterlambatan diagnosis lebih dari 12 jam; bila baterai mencapai usus halus/kolon dan menimbulkan gejala, konsultasi bedah diperlukan, meski jarang dibutuhkan karena baterai di kolon hampir selalu keluar tanpa intervensi. (2)

Pencegahan Komplikasi

Sukralfat dapat dipertimbangkan sebagai alternatif madu dengan dosis dan jadwal serupa (maksimal 3 dosis), melalui mekanisme pelapisan baterai dan netralisasi hidroksida karena sifatnya sebagai asam lemah. (1,2) Setelah pengangkatan baterai, irigasi asam asetat 0,25% sebanyak 50–150 mL dapat dipertimbangkan untuk menetralkan akumulasi hidroksida jaringan, hanya bila tidak terdapat tanda perforasi/fistula. (1,2,3) Seluruh pasien dengan kerusakan mukosa harus dirawat dan dipantau ketat, dengan evaluasi ulang (second look) dalam 2–4 hari, diet cair jernih dimulai bila esofagogram tidak menunjukkan perforasi, antibiotik spektrum luas pada kerusakan berat/demam, serta pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi striktur yang dapat muncul beberapa minggu kemudian; dilatasi striktur sebaiknya ditunda hingga 4 minggu agar jaringan pulih. (1,2) Alut tata laksana bisa dilihat pada Gambar 1.



button battery guideline.jpg

Gambar 1. Alur Tata Laksana Anak yang Menelan Baterai Kancing dari ESPGHAN

Hal yang Perlu Diperhatikan

Beberapa hal memerlukan perhatian khusus dokter anak. Keberadaan baterai di lambung tidak menyingkirkan kemungkinan cedera esofagus tersembunyi pada kejadian tidak tersaksikan, karena baterai dapat sempat terjepit sementara di esofagus sebelum turun ke lambung; sejumlah kematian pada kasus baterai di lambung dilaporkan disebabkan oleh cedera esofagus selama transit tersebut. (2) Ko-ingesti magnet merupakan indikasi pengangkatan segera karena berisiko menjepit dinding lambung/usus dan menimbulkan nekrosis. (1,2) Gejala klinis sangat bervariasi dan tidak spesifik—mulai dari muntah, disfagia, dan stridor pada kejadian tersaksikan, hingga hematemesis, melena, dan suara serak pada kejadian tidak tersaksikan—sehingga riwayat tertelan baterai perlu dipertimbangkan pada anak dengan hematemesis akut yang sebelumnya sehat. (2,3) Baterai yang sudah lama digunakan atau tampak “mati” tetap berisiko menimbulkan cedera korosif karena residu tegangan serendah 1,2 volt masih dapat merusak jaringan. (3) Dari sisi pencegahan primer, penyimpanan baterai yang aman dari jangkauan anak, kompartemen baterai terkunci sekrup, serta edukasi berkelanjutan kepada orang tua dan tenaga kesehatan tetap menjadi strategi utama menekan kejadian ini. (1,3)

Kesimpulan

Tertelan baterai kancing pada anak merupakan kondisi gawat darurat pediatrik yang menuntut kecepatan dan kecermatan dalam diagnosis serta tata laksana, mengingat jendela waktu yang sangat sempit untuk mencegah komplikasi berat, terutama bila baterai terjepit di esofagus. Identifikasi lokasi melalui rontgen dua proyeksi, pengangkatan endoskopik segera pada impaksi esofagus, pencitraan lanjutan pada keterlambatan diagnosis, serta kewaspadaan terhadap cedera esofagus tersembunyi meski baterai telah melewatinya, merupakan pilar tata laksana yang perlu dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh dokter anak. (1,2,3) Edukasi keluarga mengenai bahaya baterai kancing, baik baru maupun bekas, serta pencegahan melalui penyimpanan dan pengemasan yang aman, tetap menjadi strategi jangka panjang yang tidak kalah penting.

Daftar Pustaka

1. ESPGHAN. Button Battery Ingestion in Childhood [Internet]. European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition; 2021 [diakses 24 Juni 2026]. Tersedia pada: https://espghan.info/files/EM011875_ESPGHAN_Button_Battery_Advice_Guide_211126_v3_NMA.pdf

2. Mubarak A, Benninga MA, Broekaert I, Dolinsek J, Homan M, Mas E, et al. Diagnosis, management, and prevention of button battery ingestion in childhood: a European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition position paper. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2021;73(1):129-36.

3. Amodio J, Lightman M. A review of button battery ingestions in children-diagnosis and management. Children (Basel). 2025;12(12):1678.






Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan