Edukasi
Sucking Reflex pada Neonatus

Latar Belakang
Refleks primitif merupakan respons motorik involunter yang dimediasi batang otak. Reaksi alamiah ini bisanya sudah berkembang sejak masa gestasi dan berfungsi mendukung kelangsungan hidup neonatus dengan memfasilitasi fungsi makan, proteksi, dan integrasi sensorimotor. Refleks-refleks ini secara bertahap mengalami inhibisi seiring maturasi korteks serebri dan berkembangnya kontrol motorik volunter, umumnya antara usia 4 hingga 6 bulan. Di antara kelompok refleks oral-feeding, refleks menghisap (sucking reflex) memiliki peran esensial dalam memastikan neonatus mampu mengoordinasikan proses menghisap, menelan, dan bernapas secara aman sejak periode awal kehidupan. (1)
Definisi dan Fungsi Refleks Menghisap
Refleks menghisap teraktivasi ketika palatum durum atau bagian posterior lidah mendapat stimulasi, menghasilkan gerakan menghisap ritmis yang esensial bagi proses makan nutritif. Refleks ini berbeda dari refleks rooting: rooting terpicu oleh stimulasi pada sudut mulut dan menghasilkan gerakan menoleh kepala, sedangkan refleks menghisap menghasilkan gerakan ritmis menghisap yang bekerja secara sinergis dengan refleks menelan. Penilaian klinis dilakukan dengan menempatkan jari bersarung tangan atau dot ke dalam mulut bayi, kemudian mengamati kualitas, ritme, dan kekuatan gerakan menghisap. (1)
Perkembangan Normal: Kapan Muncul dan Menghilang
Refleks menghisap muncul pada usia gestasi 32 hingga 35 minggu, dan koordinasi antara menghisap, menelan, serta bernapas baru tercapai secara matang pada usia gestasi sekitar 37 minggu. Pada bayi yang lahir sebelum usia gestasi 33 minggu, pola menghisap cenderung kacau dan beramplitudo rendah, kemudian menjadi lebih stabil dan terorganisasi seiring maturasi. Studi kasus-kontrol oleh Kowalska et al. terhadap 60 bayi usia 0 hingga 3 bulan mendukung hal ini, dengan ditemukannya hubungan bermakna antara usia gestasi dan kemunculan refleks menghisap normal, di mana bayi yang lahir pada usia gestasi lebih lanjut lebih sering menunjukkan refleks yang normal. (2)
Makna Klinis
Refleks menghisap yang lemah atau tidak muncul pada neonatus cukup bulan mengindikasikan kemungkinan imaturitas neurologis, disfungsi batang otak, atau patologi saraf kranial. Ketidaksinkronan antara menghisap dan menelan meningkatkan risiko aspirasi dan memerlukan strategi pemberian makan yang dimodifikasi. (1) Studi kasus-kontrol oleh Kowalska et al. menemukan perbedaan bermakna kemunculan refleks menghisap antara kelompok bayi dengan masalah pemberian makan dan kelompok kontrol, di mana refleks ini hanya dijumpai pada 33% bayi kelompok kasus dibandingkan 67% pada kelompok kontrol, dengan peningkatan kemungkinan kemunculan refleks normal hingga 16 kali lipat pada kelompok kontrol. (2) Populasi berisiko tinggi, termasuk bayi prematur, berat lahir rendah, riwayat asfiksia perinatal, atau paparan zat pada masa prenatal, juga menunjukkan penurunan angka kemunculan refleks menghisap normal. (1)
Di sisi lain, persistensi pola menghisap primitif yang tidak terkoordinasi melewati usia 6 bulan dapat mengganggu perkembangan keterampilan oral-motor matur yang diperlukan untuk menangani makanan padat. (1) Persistensi refleks oral, termasuk refleks menghisap, bersama refleks primitif lain melewati usia 4 hingga 6 bulan berkorelasi dengan kondisi neurodevelopmental tertentu, termasuk paralisis serebral dan gangguan spektrum autisme; pada kasus terakhir, retensi refleks oral turut berkontribusi terhadap selektivitas makan dan aversi tekstur yang khas pada kondisi tersebut. (1)
Kesimpulan dan Penutup
Refleks menghisap merupakan salah satu penanda maturitas neurologis yang penting untuk dinilai secara sistematis pada setiap pemeriksaan neonatus, mengingat perannya yang krusial dalam keberhasilan dan keamanan proses pemberian makan. Ketiadaan, kelemahan, maupun persistensi abnormal refleks ini di luar rentang usia yang diharapkan dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan neurologis atau neurodevelopmental yang memerlukan evaluasi dan intervensi lebih lanjut. Pemahaman yang baik terhadap pola perkembangan normal refleks ini memungkinkan dokter anak melakukan deteksi dini serta rujukan yang tepat waktu kepada spesialis terkait.
Referensi
- Chamarthi VS, Gunasekaran V, Daley SF. Primitive Reflexes: Comprehensive Neurological Assessment Across the Lifespan. [Updated 2026 Jun 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/books/NBK554606/
- Kowalska W, Tuczyńska M, Kwiatkowski J, Komisarek O, Mojs E, Andrusiewicz M, Szczapa T, Samborski W, Sikorska D, Baum E, Malak R. Feeding challenges in early infancy: the role of reflexes, muscle tone, and developmental milestones. PeerJ. 2025 Aug 22;13:e19777.

