Dot Grid

Berita

​Sinkop pada Anak

​Sinkop pada Anak

Latar Belakang

Sinkop, atau pingsan, merupakan keluhan yang cukup sering dijumpai dalam praktik pediatri, baik di layanan primer, unit gawat darurat, maupun klinik rawat jalan. Episode ini kerap muncul dalam situasi tertentu, seperti berdiri lama, berada di lingkungan ramai dan panas, nyeri hebat, kelelahan ekstrem, maupun stres emosional, yang seluruhnya dapat memicu vasodilatasi dan bradikardia refleks. Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya, sinkop tetap menimbulkan kecemasan besar bagi anak dan orang tua karena manifestasinya yang menyerupai kondisi mengancam nyawa. Bagi dokter anak, tantangan utama bukan hanya mengenali sinkop itu sendiri, tetapi juga membedakannya dari kondisi lain yang menyerupai, terutama kejang, serta menentukan kapan diperlukan rujukan ke subspesialis kardiologi atau neurologi anak. (1)


Definisi dan Klasifikasi

Sinkop didefinisikan sebagai gejala berupa kehilangan kesadaran total yang bersifat mendadak, sesaat, disertai ketidakmampuan mempertahankan tonus postural, dengan pemulihan yang cepat dan spontan. Secara patofisiologi, sinkop pada anak diklasifikasikan menjadi tiga kelompok utama, yaitu sinkop refleks (neurally mediated), sinkop kardiogenik, dan sinkop akibat hipotensi ortostatik. (2) Sinkop refleks, terutama tipe vasovagal, merupakan penyebab tersering dan mencakup hampir separuh dari seluruh kasus sinkop secara umum. Perlu ditekankan pula perbedaan antara hipotensi ortostatik inisial, yang justru lebih sering terjadi pada anak dan remaja, dengan hipotensi ortostatik klasik yang relatif jarang pada populasi pediatrik. (2)


Penyebab dan Patogenesis

Secara mendasar, seluruh bentuk sinkop bermuara pada gangguan suplai darah ke otak, yang dipengaruhi oleh curah jantung, resistensi vaskular sistemik, tekanan arteri rata-rata, dan volume intravaskular. Pada sinkop refleks, stimulasi berlebihan pada regio vasodepresor medula oblongata memicu peningkatan tonus parasimpatis dan penekanan simpatis, sehingga terjadi hipotensi dan bradikardia mendadak. (1) Posisi tubuh saat kejadian memberikan petunjuk penting: sinkop refleks umumnya terjadi saat berdiri, dapat pula terjadi saat duduk, namun jarang pada posisi berbaring, sehingga sinkop yang timbul dalam posisi terlentang harus dicurigai sebagai sinkop kardiak hingga terbukti sebaliknya. Demikian pula, sinkop yang muncul di tengah aktivitas fisik berat (mid-exertional) sangat mengarah pada etiologi kardiak, berbeda dengan sinkop pascaaktivitas yang hampir selalu bersifat vasovagal. (2) Diagnosis banding yang krusial adalah kejang; falls yang lemas (flaccid), gerakan konvulsif yang singkat dan asinkron, serta reorientasi cepat kurang dari 30 detik lebih mengarah pada sinkop, sementara gigitan lidah dan kebingungan pascakejadian yang memanjang lebih mengarah pada kejang epileptik. (2)


Tata Laksana

Penanganan sinkop berfokus pada identifikasi dan penatalaksanaan penyebab dasar. Pada fase akut, anak sebaiknya segera dibaringkan dengan tungkai ditinggikan untuk mempercepat pemulihan perfusi serebral, serta dijaga tetap dalam posisi horizontal sebelum berdiri kembali guna mencegah kekambuhan. Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat merupakan alat diagnostik utama, mampu mengungkap etiologi hingga separuh kasus tanpa memerlukan pemeriksaan penunjang ekstensif, sedangkan elektrokardiografi tetap direkomendasikan sebagai pemeriksaan awal standar. (1) Pada sinkop vasovagal, tata laksana konservatif mencakup edukasi menghindari pencetus, tilt training, serta peningkatan asupan cairan dan garam; terapi farmakologis seperti beta-bloker, fludrokortison, atau midodrin dapat dipertimbangkan bila langkah konservatif tidak memadai. (1) Kecurigaan terhadap etiologi kardiak, seperti adanya palpitasi mendahului kejadian, sinkop saat beraktivitas berat, kelainan EKG, atau riwayat keluarga kematian mendadak, mengharuskan rujukan segera ke kardiologi anak untuk evaluasi lebih lanjut. (2)


Kesimpulan dan Penutup

Sinkop pada anak sebagian besar bersifat jinak dan berakar pada mekanisme refleks vasovagal, namun kewaspadaan klinis tetap diperlukan untuk menyingkirkan etiologi kardiak yang berpotensi fatal. Pemahaman mendalam terhadap patofisiologi serta anamnesis terarah, khususnya mengenai posisi, aktivitas, prodroma, dan pola pemulihan, menjadi kunci utama dalam menegakkan diagnosis yang akurat dan menghindari kesalahan interpretasi klinis, khususnya kerancuan dengan kejang epileptik. (2)


Referensi

  1. Grossman SA, Badireddy M. Syncope. [Updated 2025 Jun 22]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK442006/
  2. Yeom JS, Woo HO. Pediatric syncope: pearls and pitfalls in history taking. Clin Exp Pediatr. 2023 Mar;66(3):88-97. doi: 10.3345/cep.2022.00451. Epub 2023 Feb 15. PMID: 36789491; PMCID: PMC9989720.






Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan