Dot Grid

Berita

​Sebagian Besar Paparan Sinar Ultraviolet Terjadi pada Masa Kanak-Kanak, Ini Pentingnya Proteksi Matahari Sejak Dini!

​Sebagian Besar Paparan Sinar Ultraviolet Terjadi pada Masa Kanak-Kanak, Ini Pentingnya Proteksi Matahari Sejak Dini!

Latar Belakang

Dalam beberapa dekade terakhir, angka kejadian kanker kulit, termasuk melanoma, terus meningkat secara global, terutama pada populasi dewasa. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 juga menunjukkan bahwa kanker kulit tetap menjadi bagian dari beban penyakit kanker di Indonesia, meskipun kontribusinya tidak sebesar jenis kanker lainnya. (1)

Namun, peningkatan ini tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh paparan pada usia dewasa saja. Sejumlah studi menunjukkan bahwa sebagian besar paparan sinar ultraviolet justru terjadi pada masa kanak-kanak. (2) Hal ini menjadikan periode tersebut sebagai fase kritis dalam pembentukan risiko kanker kulit jangka panjang. Dengan kata lain, apa yang terjadi pada kulit anak hari ini dapat menentukan risiko penyakit puluhan tahun kemudian.


Bagaimana Paparan Sinar Ultraviolet Menyebabkan Kanker Kulit?

Kanker kulit berawal dari kerusakan DNA pada sel kulit. Baik ultraviolet A maupun B dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit. Namun terutama ultraviolet B, dapat menyebabkan mutasi genetik yang mengganggu mekanisme pengendalian pertumbuhan sel. (2)

Kerusakan ini bersifat kumulatif. Semakin tinggi dan semakin sering paparan sinar ultraviolet, semakin besar pula akumulasi kerusakan DNA yang terjadi. Dalam jangka panjang, akumulasi ini dapat memicu transformasi sel normal menjadi sel ganas.

Yang menjadi perhatian utama adalah fakta bahwa paparan terbesar sering kali terjadi pada masa kanak-kanak. Aktivitas luar ruangan yang tinggi, perlindungan yang belum optimal, serta karakteristik kulit anak yang lebih sensitif membuat kelompok ini lebih rentan terhadap efek radiasi ultraviolet. (2)

Dengan demikian, meskipun kanker kulit lebih sering muncul pada usia dewasa, proses biologis yang mendasarinya sering kali telah dimulai sejak dini.


Proteksi Sinar Matahari: Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Jika sebagian besar paparan sinar ultraviolet terjadi pada masa kanak-kanak, maka strategi pencegahan yang paling efektif adalah memulai proteksi sejak dini. Prinsipnya sederhana: semakin rendah paparan sinar ultraviolet, semakin kecil risiko kerusakan DNA yang terakumulasi. (2,3)

Dalam praktik sehari-hari, proteksi dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana namun konsisten, seperti membatasi aktivitas di bawah sinar matahari intens, menggunakan pakaian pelindung, serta meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya perlindungan kulit anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya perlindungan terhadap matahari pada anak dengan memberikan rekomendasi berikut:

  • Bayi <6 bulan: hindari paparan sinar matahari langsung. Pastikan bayi selalu diletakkan di tempat teduh dan diberikan perlindungan fisik seperti topi lebar dan baju lengan panjang.
  • Anak usia ≥6 bulanOleskan tabir surya broad spectrum dengan SPF 15-50 pada seluruh area kulit yang terpapar, dengan menghindari area sekitar mata 15-30 menit sebelum keluar. Ulang tiap 2 jam , setelah berenang, berkeringat, atau setelah dilap handuk. (4)


Di negara tropis seperti Indonesia, di maan intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, langkah ini menjadi semakin relevan. Proteksi yang dilakukan sejak masa kanak-kanak tidak hanya mencegah efek jangka pendek seperti sunburn, tetapi juga berkontribusi dalam menurunkan risiko kanker kulit di masa depan.

Kesimpulan dan Penutup

Sebagian besar paparan sinar ultraviolet dalam kehidupan seseorang terjadi pada masa kanak-kanak, menjadikan periode ini sebagai fase kunci dalam pembentukan risiko kanker kulit jangka panjang. Kerusakan DNA yang diinduksi oleh radiasi ultraviolet bersifat kumulatif dan dapat berujung pada keganasan di usia dewasa.

Dengan memahami bahwa pencegahan dimulai sejak dini, dokter anak memiliki peran strategis dalam mengurangi beban kanker kulit di masa depan melalui intervensi yang sederhana namun berdampak besar.


Referensi

  1. International Agency for Research on Cancer. GLOBOCAN Indonesia Fact Sheet. Available from: https://gco.iarc.w
  2. Hamm H, Höger PH. Skin tumors in childhood. Dtsch Arztebl Int. 2011;108(20):347-53.
  3. Green AC, Wallingford SC, McBride P. Childhood exposure to ultraviolet radiation and harmful skin effects: epidemiological evidence. Prog Biophys Mol Biol. 2011;107(3):349-55.
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Bapak Ibu, izin ikut dalam diskusi perkembangan terkini berjemur pada bayi dan anak ya.. [Instagram]. 2026 Apr 3 [cited 2026 Apr 6]. Available from: https://www.instagram.com/p/DWq1kj2AZeB/?img_index=1



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan