Dot Grid

Berita

​Rekomendasi Asupan Gizi Ibu Hamil

​Rekomendasi Asupan Gizi Ibu Hamil

Latar Belakang

Selama masa kehamilan, kebutuhan gizi ibu meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal, sekaligus menjaga kesehatan ibu. Di Indonesia, ibu hamil masih menghadapi tiga beban masalah gizi, yaitu kekurangan energi kronis, anemia, dan kelebihan berat badan. (1) Oleh karena itu, optimalisasi asupan gizi ibu hamil menjadi salah satu prioritas dalam pelayanan antenatal care (ANC) nasional. WHO merekomendasikan serangkaian intervensi gizi yang terintegrasi dalam ANC untuk mendukung pengalaman kehamilan yang positif, mencakup konseling gizi, suplementasi mikronutrien, serta pemantauan kenaikan berat badan ibu dan pertumbuhan janin. (2)


Konseling Gizi 

Konseling mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik selama kehamilan direkomendasikan untuk mencegah kenaikan berat badan berlebihan. (2) Di Indonesia, konseling gizi terutama disampaikan melalui kunjungan ANC pada trimester pertama, namun durasi penyuluhan sering kali di bawah standar sehingga topik spesifik seperti ukuran porsi dan target kenaikan berat badan kurang tersampaikan secara efektif. (1) Terkait kafein, ibu hamil dengan asupan tinggi (>300 mg/hari) dianjurkan mengurangi konsumsinya untuk menurunkan risiko keguguran dan berat badan lahir rendah. (2)


Pemberian Makanan Tambahan dan Suplemen Energi Seimbang

Pada populasi dengan status gizi kurang, edukasi peningkatan asupan energi-protein harian serta pemberian suplemen makanan berenergi-protein seimbang direkomendasikan untuk menurunkan risiko kematian janin dan bayi kecil untuk masa kehamilan, sementara suplemen tinggi protein tidak dianjurkan. (2) Di Indonesia, ibu hamil dengan Lingkar Lengan Atas <23,5 cm atau IMT <18,5 kg/m² menerima program biskuit energi-protein seimbang selama 90 hari, meskipun tingkat konsumsi penuh masih rendah. (1)


Pencegahan dan Manajemen Anemia 

Suplementasi harian zat besi dan asam folat oral (30–60 mg zat besi elemental dan 400 mcg asam folat) direkomendasikan bagi seluruh ibu hamil untuk mencegah anemia, sepsis puerperalis, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur. (2) Kebijakan nasional menetapkan pemberian satu tablet tambah darah (TTD) setiap hari selama minimal 90 hari kehamilan, namun kepatuhan konsumsi masih rendah akibat efek samping dan minimnya edukasi. (1) Pemeriksaan hemoglobin dianjurkan pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. (1)


Suplementasi Multi Mikronutrien 

WHO merekomendasikan MMS antenatal yang mengandung zat besi dan asam folat berdasarkan hasil penelitian implementasi selektif. (2) Uji coba di Indonesia menunjukkan penurunan angka kematian bayi dini dan kehilangan janin pada kelompok yang menerima MMS dibandingkan TTD tunggal, meskipun regulasi nasional untuk MMS belum tersedia hingga saat ini. (1)


Penanggulangan Kecacingan

Di daerah endemis, pengobatan antelmintik preventif direkomendasikan bagi ibu hamil setelah trimester pertama sebagai bagian dari program penurunan infeksi cacing. (2) Prevalensi infeksi cacing usus pada ibu hamil di Indonesia dilaporkan cukup tinggi pada beberapa studi skala kecil, namun implementasi pemberian obat cacing di fasilitas kesehatan primer masih terbatas dan tidak konsisten. (1)


Suplementasi Kalsium

Pada populasi dengan asupan kalsium rendah, suplementasi kalsium harian sebesar 1,5–2,0 g kalsium elemental dianjurkan untuk menurunkan risiko preeklamsia. (2) Bukti terkini menunjukkan suplementasi kalsium dapat menurunkan risiko preeklamsia secara signifikan, khususnya pada ibu hamil dengan asupan kalsium rendah dari makanan. (3) Di Indonesia, asupan kalsium ibu hamil umumnya masih di bawah kebutuhan, sementara penerapan panduan suplementasi kalsium nasional belum konsisten. (1)


Suplementasi Lainnya

Suplementasi vitamin A hanya dianjurkan di daerah dengan masalah kekurangan vitamin A sebagai isu kesehatan masyarakat, sedangkan suplementasi vitamin B6, vitamin D, serta vitamin E dan C tidak direkomendasikan secara rutin, dan suplementasi seng hanya dianjurkan dalam konteks penelitian selektif. (2) Selain zat besi, asam folat, dan kalsium, nutrien lain seperti iodium, kolin, dan asam lemak omega-3 turut berperan penting bagi perkembangan sistem saraf pusat janin, sehingga pemenuhannya melalui makanan maupun suplemen prenatal tetap perlu diperhatikan. (3)


Kesimpulan dan Penutup

Optimalisasi asupan gizi ibu hamil merupakan komponen esensial pelayanan antenatal yang memerlukan pendekatan komprehensif, meliputi konseling gizi, pemberian makanan tambahan pada populasi berisiko, suplementasi zat besi-asam folat, kalsium, serta penanggulangan kecacingan di daerah endemis. (1, 2) Dokter anak, meskipun berperan utama pada periode pascanatal, perlu memahami rekomendasi gizi antenatal karena status gizi ibu hamil berdampak langsung terhadap luaran kesehatan neonatus, termasuk berat badan lahir, risiko prematuritas, dan perkembangan kognitif jangka panjang anak. (2, 3) Kolaborasi lintas profesi antara dokter kandungan, ahli gizi, bidan, dan dokter anak diperlukan untuk memastikan kesinambungan asupan gizi ibu sejak masa kehamilan hingga periode neonatal.


Daftar Referensi

  1. Universitas Gadjah Mada, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, UNICEF Indonesia. Gizi Ibu di Indonesia: Analisis Lanskap dan Rekomendasi. Jakarta: UNICEF Indonesia; 2022. Tersedia dari: https://www.unicef.org/indonesia/media/21766/file/Gizi%20Ibu%20di%20Indonesia%20-%20Analisis%20Lanskap%20dan%20Rekomendasi.pdf.pdf
  2. World Health Organization. WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: World Health Organization; 2016. Tersedia dari: https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/9dccde13-3593-4a22-9237-61abe5a3c6b7/content
  3. Office of Dietary Supplements, National Institutes of Health. Dietary Supplements and Life Stages: Pregnancy – Health Professional Fact Sheet. Bethesda: National Institutes of Health. Tersedia dari: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Pregnancy-HealthProfessional/



Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan