Dot Grid
Beranda/Berita & Artikel/ Artikel Detail

Berita

​Penurunan Kematian Anak Melambat: 4,9 Juta Anak Meninggal Sebelum Usia Lima Tahun Menurut Laporan Terbaru PBB

25 Maret 2026

Ditulis oleh dr. Afiah Salsabila

​Penurunan Kematian Anak Melambat: 4,9 Juta Anak Meninggal Sebelum Usia Lima Tahun Menurut Laporan Terbaru PBB

“Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan kemajuan penurunan kematian anak mengalami perlambatan, dengan jutaan anak masih meninggal sebelum usia lima tahun. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, nutrisi, serta akses terhadap intervensi esensial, terutama di wilayah dengan sumber daya dan layanan terbatas dan kesenjangan kesehatan tinggi.”

Laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa kemajuan global dalam menurunkan angka kematian anak mengalami perlambatan, dengan sekitar 4,9 juta anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun pada tahun 20245. Angka ini mencerminkan stagnasi setelah dekade sebelumnya menunjukkan penurunan yang signifikan, dan menegaskan bahwa upaya global belum cukup untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kesehatan anak. (1,2)

Penyebab Kematian Anak Tersering

Sebagian besar kematian terjadi pada periode neonatal, yang menyumbang hampir setengah dari seluruh kematian balita. Penyebab utama kematian pada kelompok ini meliputi komplikasi prematuritas, asfiksia lahir, dan infeksi neonatal seperti sepsis. Sementara itu, pada kelompok usia post-neonatal hingga balita, penyebab utama bergeser ke penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah, seperti pneumonia, diare, dan malaria, serta malnutrisi yang menjadi faktor predisposisi utama terhadap mortalitas. (1,2)

Pada anak usia lebih tua, termasuk kelompok usia 5–24 tahun, profil penyebab kematian menunjukkan pergeseran dari penyakit infeksi ke cedera dan kondisi non-komunikabel. Cedera lalu lintas, kekerasan, serta masalah kesehatan mental seperti bunuh diri menjadi penyebab utama kematian pada remaja. Selain itu, terdapat perbedaan pola kematian antara laki-laki dan perempuan, di mana anak laki-laki cenderung memiliki risiko kematian lebih tinggi pada sebagian besar kelompok usia, terutama terkait cedera dan faktor perilaku. (2)

Daerah yang Memiliki Angka Kematian Anak Paling Tinggi

Distribusi kematian anak secara global menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Sebagian besar kematian balita terjadi di wilayah Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan, yang menyumbang proporsi terbesar dari beban global. Negara-negara dengan sistem kesehatan yang lemah, akses terbatas terhadap layanan kesehatan maternal dan neonatal, serta tingginya angka kemiskinan menjadi wilayah dengan risiko tertinggi. Selain itu, daerah dengan konflik bersenjata dan krisis kemanusiaan mengalami peningkatan kerentanan, di mana gangguan terhadap layanan kesehatan dasar, imunisasi, dan nutrisi memperburuk risiko kematian anak. (1,2)

FAQ

Apa makna perlambatan penurunan kematian anak?

Perlambatan berarti kemajuan yang dicapai tidak lagi berlangsung secepat periode sebelumnya. Kondisi ini dapat menghambat pencapaian target kesehatan anak apabila intervensi esensial tidak diperkuat.

Intervensi apa yang penting untuk menurunkan kematian anak?

Artikel menyoroti layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, nutrisi, serta akses terhadap pelayanan esensial sebagai bagian penting dari upaya penurunan kematian.

Mengapa kesenjangan akses perlu menjadi perhatian?

Risiko kematian anak tidak tersebar merata. Wilayah dengan sumber daya dan akses layanan terbatas membutuhkan penguatan sistem kesehatan agar intervensi dapat menjangkau kelompok yang paling rentan.

Kesimpulan

Perlambatan penurunan angka kematian anak secara global merupakan sinyal penting bahwa intervensi yang ada belum cukup menjangkau populasi yang paling rentan. Mayoritas kematian masih disebabkan oleh kondisi yang dapat dicegah dan diobati, menunjukkan adanya kesenjangan dalam akses dan kualitas layanan kesehatan. Dalam konteks global maupun nasional, pencapaian target penurunan kematian anak memerlukan komitmen lintas sektor dan adaptasi strategi berbasis konteks lokal, agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup dan tumbuh secara optimal.

Untuk mempercepat penurunan kematian anak, diperlukan komitmen kuat dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjadikan kesehatan anak sebagai prioritas utama, baik dari sisi kebijakan maupun pembiayaan. Intervensi harus difokuskan pada kelompok paling berisiko, terutama ibu dan anak di wilayah dengan beban tinggi serta daerah konflik atau sistem kesehatan yang rapuh. Selain itu, penguatan sistem akuntabilitas melalui pencatatan dan pelaporan yang transparan menjadi kunci untuk memastikan implementasi berjalan efektif. Upaya ini perlu didukung dengan investasi berkelanjutan pada layanan kesehatan primer, termasuk peran tenaga kesehatan komunitas dan peningkatan kualitas pelayanan persalinan, agar pencegahan, deteksi, dan tata laksana penyebab utama kematian anak dapat dilakukan secara optimal.

Ikuti akun Instagram @official.primapro untuk mendapatkan update informasi terkait ilmu pediatri klinis, webinar dan seminar SKP. Dapatkan juga informasi terkait RME dan supply vaksin di www.primacarehealth.co.id.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Progress in reducing child deaths slows as 4.9 million children die before age five. 2026. Available from: https://www.who.int/news/item/18-03-2026-progress-in-reducing-child-deaths-slows-as-4.9-million-children-die-before-age-five
  2. United Nations Inter-agency Group for Child Mortality Estimation (UN IGME). Levels and trends in child mortality 2025. UNICEF. Available from: https://data.unicef.org/resources/levels-and-trends-in-child-mortality-2025

Artikel Terkait


Primacare Supply
Supply Icon 1

PRIMACARE SUPPLY

Butuh stok vaksin & obat untuk faskes Anda?

Produk resmi, kualitas terjamin. Respons cepat (hitungan menit). Harga terbaik tanpa minimum order. Pengiriman same-day (dalam 4 jam).

Primacare RME
RME Icon

PRIMACARE RME

Tertarik coba gratis selama 14 hari?

RME terintegrasi dengan SATUSEHAT. Akses ke 3 juta+ pengguna PrimaKu. Alur pelayanan pasien lebih efisien. Laporan klinik real-time & transparan